End Of Patience

End Of Patience
Nasihat Bu Nina


__ADS_3

Terkadang jika sesuatu nya diawali dengan yang tidak baik maka jalan yang akan di lalui pun akan mendapatkan banyak cobaan yang tidak mudah di lewati, seperti itu juga yang di alami oleh Haikal dan savitri.


" mas.. Vi mohon, setidak nya selama kehamilan Vi ini perlakukan Vi dengan baik " ucap savitri mengiba ada Haikal yang sudah menjadi suaminya selama satu bulan ini.


" sebelum meminta ku menjadi suami yang baik, apa kamu sudah menjadi seorang istri yang baik ?" Haikal malah membalikan apa yang savitri ucapkan padanya.


" memang apa kurangnya Vi selama ini ?" tanya savitri yang merasa sudah menjadi seorang istri yang baik untuk Haikal.


" apa harus mas jelaskan apa kurangnya kamu sebagai seorang istri ? Sedangkan setiap mas pulang kerumah selalu saja di sambut oleh ocehan kamu yang hanya cemburu pada Agnia " ucap Haikal.


" tapi memang benar kan jika mas masih saja sering mendatangi Agnia " ucap savitri semakin berani.


" kenapa sih kalian selalu saja ribut ?" tanya Bu Nina yang sudah lelah mendengar keributan di antara Haikal dan savitri.


" kalian yang memilih menikah bahkan kalian sudah menjalin hubungan lebih lama sari saat kalian menikah, harusnya kalian sudah bisa saling memahami satu sama lain " ucap Bu Nina.


" belajar lah untuk menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, karena bayo yang ada dalam kandungan Savitri bisa merasakan pertengkaran yang selalu kalian lakukan " terang Bu Nina yang menyadarkan savitri dn Haikal jika apa yang mereka lakukan selam ini memang salah.


" dan untuk kamu Haikal, jangan terus mengusik Agnia, biarkan dia meraih apa yang bisa membuatnya bahagia " Haikal yang mendengar apa yang di ucapkan ibunya langsung membantah.


" tapi Bu "


" setidak nya jika kmu tak bisa membuatnya bahagia jangan membuatnya bersedih "


Degg


Haikal sadar jika selama ini iya sangat egois, menekan Agnia untuk kembali padanya bahkan mengancam Agnia menggunakan Reina sudah sering iya gunakan sampai Agnia tak sadarkan diri dan berakhir di rumah sakit.


" dan itu juga berlaku untuk savitri karena bagaimana pun Savitri adalah istri kamu yang sudah kamu nikahi secara sah " ucap Bu Nina sebelum pergi meninggalkan Haikal dan savitri yang terdiam.


Jika di rumah Bu Nina Haikal dan savitri terdiam mencerna apa yang di ucapkan Bu Nina, lain halnya di rumah Bu cahaya dimana Reina sangat senang mendengar bundanya sudah bisa pulang.


" dav ayo antar aku pulang " ajak Reina pada Dava saat mendengar jika bundanya sudah ada di rumahnya lagi.

__ADS_1


" iya ayo " ucap Dava sambil keluar menuju motornya yang terparkir di depan rumahnya.


" sekalian bawa ini juga buat bunda kamu ya " ucap Bu cahaya sambil memberikan kotak makan untuk dibawa oleh Reina untuk Agnia.


" makasih bunda, maaf merepotkan " ucap Reina sambil menerima kotak makan dari bunda Dava.


" mas.. Maaf Agnia selalu merepotkan mas dan mba cahaya " ucap agnia yang merasa tak enak atas perhatian yang di berikan sultan padanya.


" jangan pernah berbicara seperti itu, anggap kami keluarga mu " ucap sultan sambil membantu Agnia memasuki rumahnya.


" dan agar kamu tidak lelah saat menjalani usaha kue milik mu mas akan sewakan kamu ruko kecil untuk permulaan " ucap sultan yang sudah memikirkan semuanya apa lagi setelah mendengar penjelasan dokter yang mengatakan jika Agnia tidak bisa kelelahan.


" tapi mas, Agnia tidak ingin semakin merepotkan mas, apa lagi kita masih belum memiliki hubungan apapun " ucap agnia yang meras tidak enak mendapat perhatian dan bantuan yang begitu besar dari sultan.


" kalo ngga gini deh " ucap Sultan memberikan ide agar Agnia tidak merasa keberatan dengan bantuan yang iya berikan.


" anggap saja mas menanam modal di usaha kamu dalam bentuk penyewaan ruko dan setian bulan kamu bis mencicil uang pembayaran ruko tersebut "


" baik lah Agnia mau menerima nya " ucap Agnia dan tak lama terdengar deru mesin motor yang merek yakini adalah milik Dava.


" Bun... bunda... " Reina yang baru saja turun dari motor Dava langsung berlari memasuki rumahnya yang terbuka.


" Rein jangan berteriak " ucap Agnia yang malu dengan apa yang di lakukan Reina di hadapan sultan.


" mas sudah terbiasa dengan teriakan Reina " ucap sultan sambil memberi ruang pada Reina untuk memeluk Bundanya.


" tuh om aja udah terbiasa " ucap Reina sambil tersenyum ke arah Agnia dan juga sultan.


" ya sudah, mas pulang ya " ucap sultan yang ingin memberikan ruang pada ibu dan anak.


" ayo dav kita pulang " ajak sultan pada Dava yang hanya diam sambil melihat ke arah Agnia dan Reina.


" sayang .. Kamu sudah makan ?" tanya Agnia yang merasa kurang memperhatikan Reina semenjak dirinya sakit.

__ADS_1


" sudah Bunda, sekarang tinggal bunda yang makan " ucap Reina sambil membuka bekal makan yang sudah di siapkan Bunda cahaya untuk bundanya.


" sayang, bunda akan kerjasama sama om sultan dengan menyewa ruko untuk usaha kue kita " ucap Agnia agar Reina tidak salah paham jika dirinya dan pak sultan bekerja sama.


" apa bunda menyukai om sultan? Tanya Reina memastikan.


" apa Reina tidak keberatan jika om sultan jadi ayah baru Reina ?" tanya Agnia bukan kerena iya sudah mulai menerima sultan untuk menjadi calon suaminya tapi hanya ingin melihat respon Reina saja.


" apa Bunda akan bahagia kalo bisa nikah sama om sultan ?" Agnia tersenyum ke arah Reina dan menggenggam tangan Reina yang sedang menatap serius ke arahnya.


" bunda hanya bercanda, bunda dan om sultan hanya bekerja sama tidak lebih " ucap agnia.


" untuk saat ini " mendengar ucapan terakhir bundanya membuat Reina menatap ke arah sang bunda yang juga sedang menatapnya.


" iya kan untuk saat ini, Karena kita tidak tau kedepannya akan seperti apa dan kemana takdir akan membawa kita " ucap Agnia berpikir logis.


" tapi satu yang pasti, bunda hanya ingin melihat kamu tersenyum dan kebahagiaan kamu hal yang utama untuk bunda " jelas Agnia agar Reina tidak salah paham padanya.


" dan untuk saat ini kita nikmati waktu kita sebelum kamu nanti mempunyai pacar dan mungkin tidak akan ada waktu lagi untuk bunda "


Ucapan Agnia membuat pipi Reina bersemu merah karena bunga bunga cinta itu sudah tumbuh di hatinya meski baru iya pendam dalam hati.


" tapi Bunda harap kamu bisa menjaga diri baik dalam pergaulan dan percintaan yang tak selamanya bisa bunda awasi " ucap Agnia.


" apa lagi ayah Haikal belum tentu akan selalu ada untuk kamu disaat kamu membutuhkannya "


" Reina tau dan Reina tidak berharap lebih pada ayah yang mungkin setelah anak dari wanita itu lahir ayah akan melupakan Reina "


✍️✍️✍️ Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2