
Dava yang baru saja pulang ke rumahnya pun langsung mendekati cahaya yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
" Bun ada yang ingin bunda tanyakan " ucap Dava yang membuat cahaya menghentikan aktivitas nya lalu menatap ke arah Dava putra satu satunya yang menjadi penyemangat dalam hidupnya selama ini.
" ada apa ? tak biasanya kamu berbicara seperti itu ?" tanya cahaya yang sudah duduk di hadapan Dava.
" Dava ingin bunda jujur, jangan menyembunyikan apapun dari Dava dan jangan memikirkan perasaan Dava " ucap Dava yang membuat cahaya menatap serius dan penuh kecurigaan tentang apa yang mungkin di tanyakan Dava padanya.
" ini tentang pak Aditya " ucap Dava yang mengerti mungkin ibunya penasaran dengan apa yang akan di tanyakan oleh dirinya.
" kenapa ?" tanya cahaya sambil melihat ke arah putranya yang harus bisa bersikap dewasa sebelum waktunya karena keadaan yang menuntutnya untuk bisa lebih dewasa dari teman teman seusianya.
" apa bunda masih mencintainya ?" tanya Dava memulai pertanyaan yang terus berputar di pikirannya.
" Bunda hanya perlu menjawab iya atau tidak tanpa perlu menjelaskan jawaban yang Bunda pilih " ucap Dava.
Dava pun mengulang kembali pertanyaan yang tadi di lontarkan oleh nya yang masih belum mendapat jawaban dari sang bunda.
" bunda tidak perlu khawatir apakah jawaban Bunda akan menyakiti hati Dava atau tidak karena Dava hanya ingin melihat bunda bahagia " ucap Dava meyakinkan cahaya jika tidak perlu mengkhawatirkan dirinya.
" Dava ulang, apa Bunda masih mencintainya ?" tapi hingga dua kali bertanya cahaya masih enggan untuk menjawab pertanyaan putranya.
" baiklah jika bunda tidak ingin menjawab pertanyaan Dava " ucap Dava yang hendak bangkit dari duduknya namun langsung di hentikan oleh cahaya karena melihat sorot mata kecewa di mata Dava untuknya.
" apa bila Bunda menjawab jujur kamu tidak akan terluka dengan jawaban yang akan bunda berikan ?" tanya cahaya yang berhasil menghentikan Dava dan membuat Dava kembali duduk di tempat semula.
" untuk saat ini jangan memikirkan pendapat atau perasaan Dava, karena yang ingin Dava tanyakan bagaimana perasaan bunda " ucap Dava.
" iya.. Cinta itu masih ada " ucap cahaya yang akhirnya mengakui apa yang iya rasakan selama ini.
" Dava tau, rasa kecewa bunda membuat cinta itu samar di hati bunda " ucap Dava ucap Dava yang membuat cahaya malu di hadapan putranya.
__ADS_1
" Dava ingin bunda bahagia " ucap Dava yang membuat cahaya menatap ke arah Dava yang juga sedang menatap padanya.
" ya jika memang dengan kembalinya bunda pada nya bisa membuat bunda bahagia maka Dava rela " ucap Dava yang akhirnya mengikhlaskan jika memang kedua orang tuanya akan bersama.
" benarkah ?" tanya seseorang yang suaranya sangat Dava kenal akhir akhir ini.
" kamu tidak keberatan jika ayah dan Bunda bersama lagi ?" tanya Aditya yang baru saja datang dan langsung masuk kedalam rumah meski tadi sempat mengucap salam tapi tidak mendapat respon dari Dava dan juga cahaya.
" mas !! Sejak kapan mas di sini ?" tanya cahaya yang merasa malu seolah sedang bertemu pujaan hati seperti waktu muda dulu.
" sejak Dava terus mendesak kamu untuk berbicara jujur tentang perasaan kamu " ucap Aditya dengan wajah yang berseri seri.
" tapi bagaimana dengan ibu ayah ?" tanya Dava.
" dengan atau tanpa restu dari ibu atau nenek kamu ayah akan tetap bersama kalian " ucap Aditya yang langsung mengangkat kedua tangannya dan merentangkan tangannya berharap cahaya dan Dava mau memeluk dirinya.
" Bunda ngga mau peluk ayah ? Atau bunda malu karena ada Dava ?" tanya Dava yang kini sudah bangkit dari duduknya sambil melihat ke arah cahaya yang kini sudah berkaca kaca dimana harapannya kini sudah terkabul bisa bersama dengan orang orang yang iya cintai.
Dava menarik tangan cahaya dan menyerahkan cahaya kedalam pelukan Aditya yang langsung di sambut pelukan erat dari Aditya.
" dan jika sampai Dava melihat bunda tidak bahagia maka Dava akan membawa bunda dan akan Dava pastikan ayah tidak akan pernah menemukan kamu lagi " ucap Dava yang langsung mendapat anggukan dari Aditya tapi Aditya juga menarik Dava dalam pelukannya bersama dengan cahaya.
" kebahagiaan ayah tidak akan lengkap tanpa kamu ada dalam pelukan ayah " ucap Aditya yang kini sudah bisa memeluk keduanya.
Jika di rumah cahaya sedang diliputi kebahagiaan sama halnya di rumah Agnia dan sultan jika kini mereka pun melewati hari hari dengan penuh kebahagiaan.
" mas, apa tidak bisa mamanya Alan di bantu keluar dari penjara ?" tanya Agnia berharap Nabila bisa mendapat keringanan hukuman.
Sultan menatap ke arah Agnia karena tak biasanya Agnia membahas Nabila yang bahkan pernah melukai dirinya dengan menyuruh seseorang.
" kenapa kamu tiba tiba membahas masalah Nabila ?" tanya sultan yang yakin jika ada yang di sembunyikan Agnia darinya.
__ADS_1
" Agnia hanya merasa tak adil pada Alan " ucap Agnia yang benar benar merasa bersalah pada Alan.
" apa Alan mengeluhkan sesuatu ?" tanya sultan tapi Agnia langsung menggeleng karena memang Alan tidak pernah mengeluhkan apapun padanya selama Alan tinggal bersama mereka.
" jika memang Alan tidak mengeluh kenapa kamu meminta sesuatu yang tidak mungkin ! Apa lagi Nabila sudah masuk ke dalam penjara karena harus menjalani hukumannya selama tujuh tahun" ucap sultan menjelaskan jika memang apa yang Agnia minta adalah sesuatu yang sangat sulit untuk di kabulkan.
" Bun.. " Alan yang tak sengaja mendengar obrolan Agnia dan juga sultan.
" Alan..sini duduk " ucap Agnia sambil menepuk sofa di sampingnya yang lain karena di samping lainnya ada sultan suaminya.
Alan menatap sekilas searah sultan dan setelah mendapat izin Alan pun langsung duduk di tempat yang Agnia suruh.
" Bun, biarkan mama menjalani hukuman yang memang harus mama jalani " ucap Alan yang membuat Agnia menatap ke arah suaminya karena merasa berbicara di tempat yang tidak tepat.
" maaf Alan tak sengaja mendengar pembicaraan bunda sama ayah " ucap Alan merasa bersalah.
" Apa Alan tidak merasa jika bunda dan ayah berbuat tidak adil selama ini ?" tanya Agnia memastikan jika apa yang iya rasakan bukan hanya perasaan nya saja.
" karena bunda merasa jika sikap Alan akhir akhir ini semakin dingin dan seperti menutup diri dari ayah bunda " ucap Agnia seperti apa yang iya amati akhir akhir ini.
" maaf jika sikap Alan membuat bunda dan ayah salah paham " ucap Alan yang tidak pernah berpikir jika perubahan sikap nya malah membuat Agnia berpikir yang tidak tidak padanya.
" tapi jujur Alan baik baik saja, dan Alan akan selalu ikut bahagia selama ayah bunda dan Reina bahagia " ucap Alan tulus dan Agnia dan sultan bisa melihat itu di wajah Alan.
" Alan hanya berharap kelak saat mama keluar dari penjara, mama bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa menjadi mama yang selama ini Alan rindukan " ucap Alan dengan wajah yang terlihat rapuh.
" jangan pernah berpikir jika kak Alan sendiri di dunia ini karena ada bunda ayah dan Reina disini yang akan selalu mendukung kakak selamanya, iya kan bunda ?"
✍️✍️✍️ happy reading... Jangan bosen ya pantengin kisah Agnia sultan dan yang lainnya ya..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
love you moreee 😘😘😘