End Of Patience

End Of Patience
Kemarahan Reina


__ADS_3

Lima belas tahun Haikal dan Agnia berumah tangga sangat jarang sekali Agnia sakit bahkan Agnia jarang sekali membuatnya khawatir seperti sekarang ini.


" bagaimana keadaan Agnia dan di rumah sakit mana Agnia sekarang " tanya haikal dengan suara bergetar.


" di rumah sakit sehat, dan maaf saya harap anda bisa segera datang ke rumah sakit karena bukan hanya Agnia yang membutuhkan anda tapi juga Reina yang membutuhkan ayahnya " ucap Bu cahaya.


Setelah mengetahui dimana Agnia berada, Haikal pul langsung menutup sambungan telepon nya dan bersiap pergi ke rumah sakit sehat.


" Haikal mau kemana lagi kamu ? jangan bilang kalo kamu ingin menemui savitri lagi ?" tuduh Bu Nina pada Haikal, Haikal menghela nafasnya mendengar tuduhan ibunya yang tak mendasar.


" Haikal mau ke rumah sakit " ucap Haikal yang kembali ingin melanjutkan langkahnya.


" untuk apa ? dan siapa yang sakit ?" tanya Bu Nina yang malah menahan tangan Haikal yang malah membuat nya penasaran.


" Agnia masuk rumah sakit dan Haikal tidak tau apa pa yang terjadi pada Agnia tapi sepertinya Reina juga tidak baik baik saja, jadi Haikal harus kesana "


Mendengar penjelasan Haikal, tanpa berganti pakaian Bu Nina langsung mengikuti Haikal yang sudah memasuki mobilnya.


" ibu ikut " ucap Bu Nina yang sudah duduk di dalam mobil Haikal, Haikal pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit sehat meski perasaan nya masih tak menentu memikirkan kondisi Agnia saat ini.


" kak bagaimana, apa suami Agnia mau datang ke sini ?" tanya sultan pada kakaknya.


" mungkin, karena tadi orang itu langsung menutup sambungan telepon nya tanpa mengatakan apapun " ucap Bu cahaya sambil terus melihat ke arah Agnia yang masih memejamkan matanya begitu pun dengan Reina yang masih tak sadarkan diri.


" Bun, kenapa Reina lama sekali sadarnya ?" tanya Dava semakin khawatir karena kondisi Reina yang ikut tak sadarkan diri.


" ehhh, bunda " eluh Reina yang baru saja tersadar dan kini sudah mulai membuka matanya.


" Reina bagaimana keadaan kamu sekarang ?" tanya Dava yang kini sudah berada di samping Reina.


" dav, Bunda gimana ? ucap Reina yang kini sudah duduk di bantu oleh Bu cahaya.


" bunda kamu masih belum sadar, kamu berdoa saja ya " ucap Bu cahaya sambil menggeser tubuhnya agar Reina bisa melihat kondisi Agnia saat ini.


" bunda " ucap Reina yang kini sudah berjalan ke arah Agnia.

__ADS_1


" Nia " panggil seseorang yang ternyata adalah Haikal dan juga Bu Nina secara bersamaan.


" nek.. bunda " ucap Reina sambil memeluk Bu Nina yang kini sudah ada di samping nya.


" sebenarnya apa yang terjadi pada Agnia ?' tanya Haikal setelah melihat kondisi Agnia yang menurutnya cukup parah.


" kami pun tidak tau karena saat kamu datang Agnia sudah seperti ini " ucap pak sultan menjelaskan agar Haikal tidak salah paham.


" bunda menjadi korban tabrak lari di persimpangan yang kami lewati, tapi Reina tidak sadar jika yang sedang di kerumuni oleh semua orang itu Bunda " ucap Reina dalam pelukan Bu Nina menyalurkan rasa sesalnya karena tidak melihat korban kecelakaan tadi sore.


" sudah sayang semuanya sudah terjadi dan mungkin juga ini sudah takdir " ucap Bu cahaya yang tak tega melihat Reina yang menyalahkan diri sendiri.


" euhhh.." satu suara yang keluar dari mulut Agnia seperti angin surga untuk semua yang sedang menunggu kesadaran agnia dari tadi.


" Bun... bunda .." ucap Reina yang langsung menghampiri Agnia yang mulai membuka matanya.


" sayang.. ahhhh " Bu Agnia mengeluh kesakitan pada kakinya sambil berusaha memegangi kakinya.


" dok.. dokter tolong bunda saya " ucap Reina yang langsung memanggil dokter jaga yang tak jauh dari tempat mereka.


" Reina " Haikal mencoba mendekati Reina yang masih berdiri sambil melihat ke arah pintu ruang tindakan Agnia tanpa menjawab panggilan Haikal ayahnya.


" Reina sayang " ucap Haikal sambil memegang pundak Reina.


" ngga, Reina ngga mau dekat ayah lagi " ucap Reina sambil menggerakkan pundaknya agar tangan ayahnya terlepas dari pundaknya.


" sayang, jangan seperti itu " ucap Bu cahaya yang melihat jelas kemarahan baik dari sorot mata Reina maupun nada suara Reina pada ayahnya sendiri.


" tapi Reina ngga mau liat ayah di sini " ucap Reina sambil melihat ke arah Haikal yang masih berdiri di belakang nya.


" semua ini gara gara ayah " ucap Reina yang sudah berlinang air mata bahkan kini hanya tersisa sorot kecewa dimatanya.


" andai saja ayah tak menyakiti bunda setiap kalian bertemu mungkin ini tidak akan terjadi sama bunda " ucap Reina meluapkan semuanya.


" sebenarnya apa salah bunda sama ayah " ucap Reina lagi.

__ADS_1


" bahkan bunda sangat bekerja keras selama ini tanpa berharap pemberian dari ayah " ucap Reina yang tak lama menghentikan semua ucapan saat mendengar pintu ruang tindakan yang baru saja di buka.


" nyonya Agnia sudah baik baik dan kami akan memindahkan nyonya Agnia ke kamar rawat " ucap seorang suster yang baru saja membantu dokter menangani Agnia.


" dan saya mohon jangan membuat keributan karena bagaimana pun ini di rumah sakit dan alangkah baiknya jika masalah keluarga bisa di selesaikan di rumah " ucap suster menjelaskan peraturan rumah sakit.


" maaf, tapi apa bunda bisa di jenguk ?" tanya Reina tanpa menghiraukan ayahnya lagi.


" boleh tapi tunggu sampai pasien di pindahkan ke ruang perawatan " ucap suster yang tak lama langsung meninggalkan Reina dan yang lainnya untuk kembali melanjutkan tugasnya.


" sayang.. maafkan ayah " ucap Haikal yang tau jika Reina kecewa padanya, tapi Reina memilih mengacuhkan ayahnya dan mulai mengikuti suster yang mendorong ranjang rumah sakit untuk memindahkan agnia ke ruang perawatan.


" sabar, Reina pasti sangat mengkhawatirkan bundanya jadi dia berbicara seperti itu " ucap Bu Nina sambil menepuk pundak Haikal agar bisa lebih bersabar.


" maaf Bu, kalo begitu kami pamit dulu dan kami titip Reina yang mungkin masih sangat syok dengan semua yang terjadi " ucap Bu cahaya yang memilih pergi karena kini sudah ada keluarga Agnia dan Reina yang sebenarnya.


" terima kasih sudah menjaga Agnia dan Reina selama kami belum datang tadi " ucap Bu Nina mengambil alih karena Haikal seperti nya kurang suka dengan kehadiran mereka di sini.


Meski masih mengkhawatirkan Agnia pak sultan pun tak bisa berbuat banyak karena masih ada batasan yang harus dirinya hormati terlebih demi nama baik Agnia.


" ayo kita ke ruang Agnia " ajak Bu Nina pada Haikal yang malah melihat kepergian pak sultan dan keluarga nya.


" sebenarnya kamu kenapa ? kenapa terlihat tidak suka pada mereka terlebih pada laki laki dewasa itu ?" tanya Bu Nina sambil berjalan ke arah ruang rawat Agnia.


" dia menyukai Agnia bahkan secara terang terangan dia menunggu janda nya Agnia "


" APA...


✍️✍️✍️ Waduh... Kutunggu jandamu dong 🤭🤭 apa reaksi agnia akan sama seperti Reina saat melihat Haikal nanti ???🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2