
Agnia menatap ke arah sultan yang sedang menunggu jawaban dari pertanyaan yang tadi di lontarkan sultan padanya, sultan sebenarnya berharap jika Agnia akan cemburu dengan kedatangan Nabila ke kantor nya tapi sepertinya harapan sultan masih hanya sebagai harapan.
" apa mas berharap Agnia akan cemburu pada wanita yang jelas jelas tidak akan mungkin mas pungut meski dia adalah satu satunya wanita di dunia ini " ucap Agnia penuh keyakinan.
" kecuali dia tidak pernah membuat mas kecewa atau mungkin mas masih mencintai nya maka Agnia mungkin akan cemburu " ucap Agnia sambil bangkit dari duduknya tapi langsung di tarik oleh sultan yang tentu saja membuat Agnia jatuh di pangkuan sultan.
" mas hanya mencintai kamu dan mas yang takut kamu di lutim oleh laki laki di luaran sana " ucap sultan sambil menyingkap rambut Agnia yang memang di biarkan tergerai.
" mas jangan di sini nanti anak anak lihat " ucap Agnia yang tau apa yang akan sultan lakukan di lehernya.
" ok tapi nanti malam mas menginginkan kamu " ucap sultan sambil mencium sekilas leher Agnia yang sudah ada di depan matanya.
Alan yang dari tadi sudah ada di depan pintu kamar Reina masih ragu antara mengetuknya atau menunggu Reina keluar dengan sendirinya.
Tok tok tok
" Reina.. Kaka ingin bicara " ucap Alan di depan pintu kamar Reina tapi hingga lima menit Alan berdiri Reina tidak menjawab panggilan Alan dan itu membuat Alan khawatir jika terjadi sesuatu dengan Reina.
Dengan memberanikan diri Alan pun bersiap membuka pintu kamar Reina tapi baru saja Alan memegang handle pintu kamar, pintu itu sudah terbuka dari dalam dan terlihat wajah Reina yang sudah sembab penuh dengan air mata.
Tanpa di sangka Reina menghambur memeluk Alan yang tentu saja diam mematung karena kaget dengan apa yang di lakukan Reina padanya, bahkan jantung Alan sudah berdebar dengan sangat cepat hingga Reina pun bisa merasakan debaran di jantung Alan.
" Reina pikir Dava selingkuh di sana hingga melupakan Reina disini " ucap Reina yang sudah tidak bisa membendung air matanya di pelukan Alan, sedangkan Alan hanya berdiri tanpa membalas pelukan Reina yang mungkin sedang membutuhkan sandaran dalam hidupnya.
" Reina ingin bertemu dengan Dava " ucap Reina dengan suara yang terputus putus.
" Reina ingin memberikan semangat untuk Dava agar dia bisa bangkit dan bisa lebih semangat menjalani hidup dan juga melakukan pengobatan" ucap Reina yang masih memeluk Alan.
__ADS_1
Demi kesehatan jantung Alan, Alan pun melepaskan pelukan Reina dan menuntunnya di sofa yang tak jauh dari kamar Reina karena tidak mungkin baginya memasuki kamar Reina karena Alan sadar jika dirinya dan Reina bukanlah kakak beradik sesungguhnya.
" apa Reina tidak marah sama Dava karena tidak memberitahu yang sebenarnya secara langsung pada kita terutama sama kamu ?" tanya Alan yang hanya ingin memastikan apa yang ada dalam pikiran Reina setelah mengetahui semuanya.
" mungkin jika bukan karena alasan sakit seperti ini Reina akan sangat marah sama Dava " ucap Reina yang benar benar tidak marah pada Dava meski Dava sudah tidak jujur padanya selama ini.
" Dava juga mungkin memikirkan bagaimana terguncangnya Reina jika Reina tau hal ini sejak lama " ucap Reina.
" yang Reina pikirkan saat ini hanya ingin bisa bertemu dengan Dava dan bila perlu Reina yang akan menjaga Dava dan membantu Dava untuk bisa sembuh " ucap Reina yang membuat Alan yakin jika kini tidak akan ada lagi kesempatan baginya untuk bisa bersama dan memiliki Reina seutuhnya.
" dengan kata lain kamu ingin menikah dengan Alan dan menghabiskan waktu bersamanya selamanya " ucap Alan yang langsung di ralat oleh Reina.
" Dava kak, Reina ingin menikah dan menghabiskan waktu dengan Dava hingga maut memisahkan kami " ucap Reina 6abg tentu saja membuat Alan malu hingga menggaruk garuk kepala belakangnya.
" maaf maksud kakak Dava " ucap Alan yang sudah menundukkan wajahnya tak berani menatap ke arah Reina.
" benar kah ?" wajah Reina berubah sumringah dan itu membuat Alan sangat cemburu bahkan hatinya sangat teriris melihat senyum bahagia di wajah Reina untuk Dava.
" jadi mulai sekarang kamu jangan bersedih karena hanya tinggal menghitung hari Dava mu akan datang dan kalian akan bisa meluapkan rasa rindu yang selama ini kalian tahan " ucap Alan sambil bangkit dari duduknya dan mengusap rambut Reina.
Sejenak Reina terdiam tapi tak lama Reina bangkit dari duduknya dan kembali memeluk Alan tapi kini Reina memeluk Alan dari arah belakang dengan tangan yang Reina lingkarkan di perut Alan yang tentu saja membuat jantung Alan kembali berdebar hebat.
" terima kasih kak selalu ada untuk Reina selama ini, bahkan tanpa banyak bertanya kakak selalu mengerti kapan Reina membutuhkan kakak " ucap Reina sambil menyandarkan kepalanya di punggung Alan.
Tak lama Alan pun kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Reina meski debaran itu masih terasa bahkan Alan sampai memegang dada kirinya berharap debaran itu bisa kembali tenang.
" Alan . Bagaimana Reina ?" tanya Agnia yang baru saja menaiki tangga untuk melihat putri satu satunya.
__ADS_1
" Reina sudah lebih tenang Bun " ucap Alan yang kini sudah ada di hadapan Agnia yang tidak jadi menaiki tangga.
" syukurlah, bunda pikir Reina akan marah sama bunda dan ayah karena menutupi semuanya dari kalian " ucap Agnia ya g kini berbalik ke ruang makan karena harus menyiapkan makan malam untuk keluarga tercinta.
" saat ini yang Reina pikirkan hanya Dava dan terlihat jelas jika Reina sangat mengkhawatirkan Dava " ucap Alan yang juga mengikuti Agnia untuk membantu menyiapkan makan malam seperti kebiasaan nya selama ini.
" wajar saja karena selama ini Reina dan Dava kan memang sangat dekat apalagi kata mu Reina dan Dava memiliki kedekatan khusus " ucap Agnia yang kini sudah menyiapkan makan malam yang tadi iya masak untuk suami dan anak anaknya.
" oh iya Alan, apa kamu tau jika mama mu sudah keluar dari penjara ?" tanya Agnia.
" mama ? Keluar dari penjara ? Kapan ?" tanya Alan yang tak pernah tau jika mamanya sudah bebas dari penjara.
" kata ayah sih dua hari yang lalu mamamu menemui ayah di kantor ? " ucap Agnia tanpa ingin ada yang di tutupi dari Alan apalagi ini menyangkut ibu kandungnya sendiri.
" kenapa ayah dulu yang mama cari dan bukan Alan ?"
" Apa mama masih ingin mengganggu hubungan ayah dengan bunda lagi ?"
" lalu Apa mama hanya ingat ayah tanpa ingat sama Alan ? "
✍️✍️✍️ nah kan Alan malah kecewa sama ibunya sendiri yang lebih mementingkan bertemu dengan mantan suaminya dari pada dirinya yang jelas jelas anak kandungnya sendiri.😤😤 bagaimana pertemuan Reina dengan Dava nanti ? apa Dava mau menikah dengan Reina seperti yang di inginkan Reina ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
__ADS_1