
Bukan Agnia tidak mencintai sultan, andai Agnia boleh egois ingin sekali iya memiliki sultan dan memintanya memilih diri nya dan juga Reina tapi Agnia bukan lah wanita yang hanya mementingkan diri sendiri tapi ada seorang anak yang berharap keluarga nya bisa kembali utuh.
" mas.. Agnia ikhlas jika mas memang akan kembali pada istri dan anak mas " ucap Agnia mencoba tersenyum meski ada sedikit luka di hatinya saat ini.
" dan untuk toko yang kita bangun bersama, mas tidak perlu khawatir Agnia punya pembukuan yang sangat lengkap dan kita bisa memulai bagi hasil " ucap agnia.
" Agnia pamit " ucap Agnia berbalik pergi meninggalkan sultan tanpa menunggu jawaban atau pun keputusan yang di akan di ambil oleh sultan nanti.
grepp
Sultan yang tak ingin kehilangan wanita yang sudah lebih dari setengah tahun iya cintai dalam diam dan kini rasa itu tubuh subur di hatinya seperti seorang yang sedang mengalami puber kedua langsung memeluk Agnia dari belakang dan Alan menyaksikan sedang jelas siapa yang di pilih ayahnya.
" yah.. Ayah yakin dengan apa yang ayah pilih ?" tanya Alan dengan sorot mata yang penuh dengan kekecewaan terhadap dua orang yang ada di hadapannya.
" maaf dan ayah yakin kelak kamu akan mengerti dengan keputusan ayah ini " ucap Sultan yang memilih Agnia dari pada kembali pada mantan istrinya yang dulu pernah mengkhianati nya dengan begitu menyakitkan.
" ayah yakin kelak kamu akan tau penyebab perceraian ayah sama mama kamu dan akan mengerti kenapa ayah lebih memilih Tante Agnia dari pada kembali bersama mamamu " ucap sultan lagi.
Agnia yang mendengar semua yang di ucapkan sultan merasa kasihan dengan Alan yang terlihat kecewa pada ayahnya bahkan tatapan Alan sama seperti tatapan Reina pada Haikal.
" Alan.. Mungkin saat ini kamu kecewa pada kami berdua, tapi Tante tidak akan pernah merebut hak kamu terhadap ayah kamu bahkan kamu juga kini memiliki dua orang ibu yang juga akan menyayangi mu " ucap Agnia yang berharap Alan tidak marah padanya.
" baiklah.. Lebih baik ayah pergi, Alan tidak mau bertemu ayah lagi " ucap Alan berbalik tak ingin menatap ayahnya.
" dan tidak usah pedulikan kami lagi " ucap Alan dengan penuh penekanan.
" mas.. Agnia temani Bu Nina dulu, dan Agnia harap mas bisa berbicara baik baik pada Alan agar iya bisa mengerti kenapa mas bisa mengambil keputusan ini " ucap Agnia memberikan waktu pada sultan untuk bisa menjelaskan dan meyakinkan putranya.
Agnia pun benar benar kembali pada Bu Nina dan Reina yang terlihat kelelahan tapi tak lama dokter yang menangani Haikal pun berbarengan keluar dari ruang tindakan.
__ADS_1
" dok bagaimana keadaan mas Haikal " ucap Agnia mewakili Bu Nina yang sedang tertidur bersama Reina.
" pak Haikal sudah melewati masa kritisnya dan sekarang masih dalam pengaruh obat " ucap dokter menjelaskan.
" syukurlah.. " ucap Agnia merasa lega tapi kelegaan itu hanya sementara karena dokter menyampaikan apa yang membuat Agnia tertegun.
" tapi mungkin pak Haikal untuk sementara tidak bisa menggunakan kakinya karena kaki kirinya mengalami patah tulang dan mudah mudahan tidak merusak syaraf di bagian kaki" ucap dokter yang masih harus menunggu kesadaran Haikal agar bisa melihat fungsi kakinya.
Agnia memejamkan matanya dan berharap savitri bisa menerima Haikal meski dalam keadaan seperti ini.
" baik dok, terima kasih atas penjelasannya" ucap Agnia sebelum dokter itu pergi sedangkan dokter hanya mengangguk lalu meninggalkan Agnia yang memilih duduk di kursi tunggu tak jauh dari Bu Nina.
" Nia.. Bagaimana kondisi Haikal " ucap Bu Nina yang melihat dokter yang pergi menjauh saat dirinya membuka mata.
" mas Haikal sudah keluar dari masa kritisnya, tapi kita harus melihat keadaan mas Haikal saat sadar nanti " ucap Agnia yang tidak mau membuat Bu Nina cemas sebelum semuanya benar terjadi.
" ibu ngga papa jagain Haikal di sini sendiri " ucap Bu Nina sambil menggenggam tangan Agnia yang terlihat lebih segar dan berseri wajahnya.
" ngga papa Bu, Agnia sudah janji sama savitri mau jagain ibu di sini " mendengar nama menantunya yang baru saja melahirkan di rumah sakit yang berbeda membuat Bu Nina memikirkan kondisi savitri saat ini.
" semoga savitri bisa menerima kondisi Haikal setelah ini " ucap Bu Nina yang tak bisa membayangkan jika saat Haikal terpuruk savitri enggan bersamanya.
" Agnia rasa savitri sudah jauh lebih baik dari dulu, dan Agnia yakin savitri bisa menerima apapun kondisi mas Haikal nanti " ucap agnia mencoba menenangkan mantan ibu mertuanya.
" lalu bagaimana hubungan kamu dengan laki laki itu ?" tanya Bu Nina yang tau jika Agnia sedang dekat dengan sultan dari Haikal.
" agnia dan mas Sultan masih mencoba memahami satu sama lain dan kami berencana untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius " ucap Agnia sambil menundukkan wajahnya.
Bu Nina yang paham jika Agnia merasa tak enak padanya pun menepuk pundak Agnia agar Agnia mau menatap padanya.
__ADS_1
" jangan merasa ibu akan marah saat tau kamu akan melanjutkan hidup mu, ibu malah merasa lega karena akhirnya kamu bisa melupakan semua luka yang pernah Haikal torehkan di hati kamu "
Agnia merasa lega melihat Bu Nina yang mendukung dirinya,
" Agnia juga akan mendoakan mas Haikal dan juga savitri agar bisa selalu bersama dalam keadaan apapun dan bisa saling mendukung dan melindungi " ucap Agnia.
" sekarang lebih baik ibu tidur biar agnia yang akan menunggu mas Haikal agar tau kapan mas Haikal di pindahkan ke ruang rawat " ucap Agnia.
Bu Nina pun mulai memejamkan matanya dan berharap kedepannya semuanya akan baik baik saja termasuk kondisi Haikal.
Sedangkan sultan kini sudah di ruang rawat Billa bersama dengan Alan yang tak ingin berbicara dengannya setelah perdebatan tadi di hadapan Agnia.
" lan.. Ayah mohon mengerti dengan posisi ayah, mungkin kamu belum paham rasanya di khianati oleh wanita yang begitu kamu cintai " ucap sultan yang terus berbicara agar Alan mengerti dengan apa yang di rasakannya terhadap Nabilla.
" tapi ibu sudah berubah yah dan ibu masih sangat mencintai ayah " ucap Alan yang percaya jika ibunya sudah benar benar berubah.
" kamu tau dalam pernikahan bukan hanya cinta yang kita perlukan tapi harus ada kepercayaan dan kehormatan di dalam nya "
" dan jika memang mamah kamu benar benar mencintai ayah, mamah kamu tidak akan mungkin mengkhianati ayah bahkan dengan orang yang begitu ayah percaya "
" kamu salah paham mas.. !!!
✍️✍️✍️ weeehhh... Yang pingsan ternyata nyambi nguping .. Pembelaan apa yang akan di berikan Nabilla untuk meyakinkan sultan dan apa memang semuanya salah paham🤔 lalu bagaimana dengan Agnia jika memang semuanya hanya salah paham semata ?🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1