
Agnia tidak menyangka jika Savitri bisa dengan mudah menemukan tempat tinggalnya saat ini, padahal Haikal sendiri pun tidak mengetahui dimana agnia dan juga Reina tinggal.
" bisa kita bicara sebentar ?" tanya Savitri yang kini sudah berbicara lembut tidak seperti pertemuan mereka sebelum nya.
" silahkan masuk " ucap agnia tak berpikir macam-macam tentang kedatangan Savitri ke tempat nya saat ini.
" tapi Bun ?" Reina yang tidak percaya pada Savitri pun berusaha menghentikan bundanya yang ingin mengajak masuk wanita itu.
" percaya sama bunda " ucap agnia sambil menuntun Reina masuk ke dalam rumah mereka di ikuti Savitri di belakangnya.
" tolong kamu buatkan bunda dan Tante teh hangat ok " ucap agnia yang mengerti ada yang ingin di sampaikan Savitri padanya, dan setelah kepergian Reina ke dapur Savitri baru membuka suaranya.
" aku minta maaf atas semua yang aku perbuat padamu " ucap savitri berusaha menggenggam tangan Agnia tapi agnia dengan halus menolak tangan savitri.
" aku sadar aku salah sudah merebut perhatian dan juga Haikal dari mu dan Reina " ucap savitri dengan wajah yang terlihat penuh penyesalan.
" dan kamu tau, kemarin malam aku dan Haikal sudah di nikahkan secara siri oleh warga di lingkungan ku karena perbuatan yang kami lakukan " ucap savitri dengan wajah yang tertunduk malu.
" tapi kini aku sadar memiliki Haikal tanpa dia mencintai ku itu sangat sakit " ucap savitri saat mengingat apa yang di ucap kan Haikal setelah malam panjang mereka.
" dia begitu mencintai mu dan juga Reina, dan dia hanya menggunakan ku sebagai pelampiasan fantasinya saja " ucap savitri yang sudah menangis terisak.
Agnia tidak percaya jika savitri datang hanya ingin mengatakan itu semua padanya maka dari itu agnia semakin menyiapkan mental nya andai saja di akhir nanti savitri bisa melakukan apapun untuk tujuannya datang ke rumah ini.
" jangan banyak bicara, langsung saja pada intinya " ucap agnia yang tak ingin semakin terjebak dengan permainan kata yang dilakukan savitri padanya.
" aku ingin kamu kembali pada Haikal Karena aku akan mundur, aku menyerah karena sangat tidak enak menjadi wanita pelampiasan tanpa di cintai " ucap savitri sambil mengangkat wajahnya.
Agnia tersenyum mendengar semua yang di ucapkan savitri padanya, bukan karena bangga dirinya yang menjadi pemenang atas haikal tapi karena merasa semua ucapan Savitri hanya bualan semata.
" kenapa kamu tersenyum seperti itu, aku benar benar serius " ucap savitri berusaha meyakinkan agnia.
" apa kamu yakin jika itu yang hati mu inginkan ?" tanya agnia balik.
" jujur aku tidak percaya dengan semua yang kamu ceritakan ini " ucap agnia sambil melihat ke arah Reina yang sudah membawa minuman untuk nya dan untuk wanita di hadapan nya.
" aku tidak menerima apa yang kamu berikan padaku, karena aku sendiri yang memberikannya padamu " ucap agnia menggunakan bahasa kiasan.
__ADS_1
" dan aku harap kamu tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan selama ini " ucap agnia penuh keyakinan.
" dan sebaik nya kamu sekarang pergi dari sini dan belajar menerima apa yang sudah kamu tanam selam ini " ucap agnia yang tentu saja membuat savitri mau tak mau undur diri dari hadapan agnia dan juga Reina.
" tante.. jangan pernah bilang pada ayah jika kamu ada di sini " ucap Reina.
Savitri pun pergi dari rumah agnia dengan hati yang sangat senang dan juga tenang karena kini iya yakin jika agnia tidak kan menghalanginya memiliki Haikal seutuhnya.
" ah ternyata kamu mudah untuk di jebak " ucap savitri saat sudah menaiki taksi yang baru saja iya hentikan.
" jadi sebentar lagi aku akan bisa menjadi nyonya Haikal dan tentunya menguasai semua harta Haikal seluruh nya " ucap savitri tersenyum bangga.
" sayang.. cepatlah tumbuh di dalam sini karena ibu membutuhkan mu untuk meluluhkan ayahmu " ucap savitri sambil membelai perutnya yang masih rata.
Lain halnya dengan Haikal yang baju saja tiba di rumah sakit setelah pulang dari kantor, dengan penuh semangat Haikal berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang perawatan putrinya Reina.
" sayang... " Haikal tidak melanjutkan ucapannya setelah melihat ruangan Reina yang kosong.
" sus.. dimana putri saya ?" tanya Haikal yang langsung bertanya pada suster di pos jaga.
" maaf.. siapa nama putri anda ?" tanya suster jaga pada Haikal.
" oh.. pasien atas nama anak Reina ?" tanya suster memastikan.
" iya " jawab Haikal kesal.
" tadi siang sudah di perbolehkan pulang " ucap suster.
" apa pulang ? kemana ?" tanya Haikal yang bingung harus mencari agnia kemana karena jika memang agnia pulang ke rumah nya tidak akan mungkin Bu Nina tidak memberitahu kan padanya.
" boleh saya minta alamat pasien " tanya Haikal yang sebenarnya sangat malu meminta hal itu pad suster rumah sakit.
" maaf pak, tapi itu data pasien yang tidak bisa kami bagi pada siapapun " ucap suster yang memang sangat menjunjung kode etik rumah sakit.
" tapi saya ayahnya " ucap Haikal yang tak ingin kembali kehilangan agnia dan Reina, tatapan suster pun berubah setelah mendengar ucapan Haikal yang mengaku ayahnya tapi tidak mengetahui keberadaan anak dan istrinya.
" maaf pak kami tidak bisa membantu " ucap suster tadi.
__ADS_1
Dengan penuh kekecewaan Haikal pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju rumahnya dan berharap ibunya mengetahui keberadaan agnia dan Reina.
" Bu.. ibu .." Haikal berteriak mencari ibunya dan tak lam datang lah ibunya yang baru saja selesai masak untuk makan malam mereka.
" Bu.. apa ibu tau agnia tinggal dimana ?" tanya Haikal dan sangat berharap jika ibunya mengetahui keberadaan agnia.
" bukannya agnia sedang menunggu Reina di rumah sakit ?" tanya balik Bu Nina pada putranya, tapi Haikal langsung terduduk di sofa rumah nya saat tau jika ibunya tidak mengetahui keberadaan agnia.
" Reina sudah keluar dari rumah sakit tadi siang " ucap Haikal dengan wajah yang terlihat putus asa.
Bu Nina tidak percaya jika agnia kini sudah benar benar meninggalkan putranya.
" semalam sebelum ibu pulang agnia bilang akan memberikan kesempatan terakhir padamu, lalu kenapa agnia kembali berubah " gumam Bu Nina yang masih terdengar oleh Haikal.
" apa mungkin laki laki itu yang menghasut agnia untuk meninggalkan Haikal ?" ucap Haikal yang malah mencari kambing hitam atas kesalahan nya sendiri.
" agnia bukan perempuan seperti itu " bela Bu Nina karena iya yakin jika agnia tidak akan mudah termakan ucapan orang lain.
" ARRRRGHH DIMANA KAMU AGNIAAAA " teriak Haikal.
" sebenarnya mau kamu apa kal ?" tanya Bu Nina yang ikut pusing memikirkan rumah tangga putranya.
" maksud ibu ?" tanya haikal.
" jika memang kamu benar benar ingin kembali pada agnia tidak akan mungkin malam tadi kamu bermain gila dengan Savitri" jelas Bu Nina.
" sekarang makan apa yang sudah kamu tanam selama ini " ucap Bu Nina.
" karena jika ibu jadi agnia sudah dari dulu kamu ibu tinggal kan " sambil berlalu Bu Nina mengatakan hal itu.
" Haikal tidak akan membiarkan agnia pergi dari Haikal .. dan sampai kapan pun agnia akan menjadi istri dari Haikal ...sekalipun agnia mengajukan gugatan cerai..
✍️✍️✍️ egois..😒😒 serakah. 😡😡 jadi pengen liat gimana jadinya setelah agnia benar benar menghilang dari hadapan Haikal..
🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
love you moreeeee 😍😍🌹