End Of Patience

End Of Patience
Menerima


__ADS_3

Haikal yang ingin memastikan sesuatu pun memilih pergi ke rumah Agnia, tapi apa yang iya dengar telah membuka mata hatinya jika memang Agnia sudah benar benar lepas dari genggaman tangannya untuk selamanya.


" apa kamu akan menikah dengan nya ?" tanya Haikal memastikan ulang apa yang iya dengar masih berada di luar rumah Agnia.


" mas.. Masuk lah kita bicara di dalam saja " ucap Agnia merasa tak nyaman jika nanti terjadi keributan karena kedatangan Haikal.


Haikal pun masuk ke rumah Agnia, mencoba bersikap tenang dengan keputusan yang akan ambil Agnia, meski dalam hati masih berharap Agnia tidak akan memilih sultan dan akan kembali padanya.


" apa kamu akan menikah dengannya ?" tanya ulang Haikal seperti apa yang iya tanyakan lagi di depan pintu rumah.


" mas pikir kamu hanya butuh waktu untuk memaafkan mas, dan setelah luka hati kamu sembuh kamu mau kembali " ucap Haikal yang selalu berharap bisa kembali ada Agnia.


" dan mas akan menjadikan Agnia madu untuk savitri ?" tanya Agnia yang tak pernah menyangka jika Haikal masih berpikir jika mereka akan kembali bersama.


" mas dan savitri sudah sepakat akan berpisah setelah dia melahirkan, dan hari ini anak itu sudah lahir " Agnia dan sultan tak habis pikir dengan tindakan yang Haikal lakukan saat ini dimana istrinya melahirkan tapi iya sibuk dengan apa yang sudah lepas dalam genggaman nya.


" maaf tapi Agnia tidak pernah berpikir akan kembali pada mas sekali pun Agnia tidak menikah dengan mas sultan " ucap Agnia membuat sultan menatap padanya bukan karena kecewa dengan apa yang Agnia ucapkan tapi sultan paham maksud ucapan Agnia.


" jadi kamu akan tetap menikah dengan dia ?' tanya Haikal masih penasaran dengan hubungan Agnia dan sultan.


" jangan memikirkan apa yang bukan hak dan kewenangan mas, karena Agnia bukan lagi siapa siapanya mas " ucap Agnia.


" Agnia rasa sudah cukup penjelasan yang Agnia berikan, dan Agnia harap mas bisa tetap bersama dengan savitri dan belajarlah menghargai dan menerima savitri karena anak kalian membutuhkan kalian berdua " ucap Agnia menutup pembicaraan nya dengan Haikal.


" anda sudah dengar apa yang Agnia putuskan " tanya sultan sedikit Menyadarkan Haikal yang masih terdiam sambil melihat ke arah Agnia.


" dan saya harap mulai saat ini hubungan anda dan Agnia hanya sebatas masalah yang berhubungan dengan Reina saja, karena saya akan menikahi Agnia " ucap sultan berharap setelah ini Haikal tidak kembali berharap dan berusaha mendapatkan Agnia.

__ADS_1


Reina yang dari tadi memilih untuk masuk ke dalam kamar, bukan tidak mendengar pembicaraan orang tuanya tapi memang benar jika menurutnya sang bunda lebih bahagia dan segar saat terlepas dari sang ayah.


" Reina harap ayah akan menjadi sosok ayah seperti yang Reina kenal dulu dan bisa membahagiakan adik bayi " ucap Reina yang masih di dalam kamarnya.


" baiklah jika seperti itu, berati mas sudah benar benar kehilangan kamu untuk selamanya, dan maaf atas semua sikap mas yang selalu menyakiti kamu selama pernikahan kita dan setelah kita berpisah " ucap Haikal.


" mas harap jika kelak kamu menikah beri tahu mas dn mas janji akan datang dan memberikan restu untuk kalian berdua " ucap Haikal dengan wajah yang terlihat sendu.


" mas pamit " ucap Haikal yang sudah berdiri dan bersiap untuk meninggalkan rumah Agnia.


" saya titip Agnia dan Reina, jaga dan bahagia kan mereka dan jangan buat mereka sedih seperti yang saya lakukan selama ini " ucap Haikal saat menjabat tangan sultan yang untuk kali ini tidak ada wajah dan aroma permusuhan di antara mereka.


" saya tidak bisa berjanji tapi saya akan berusaha semampu dan sebisa saya " ucap sultan membalas uluran tangan Haikal.


" belajarlah untuk menghargai apa yang menjadi milik kita dan belajar dari pengalaman agar tidak menyesal setelah dia terlepas dari tangan kita " ucap sultan mengingatkan Haikal sedangkan Haikal hanya mengangguk entah memang mengerti atau tidak.


" jadi kamu masukan nikah sama mas ?" tanya sultan hanya ingin mendapatkan kepastian dari hubungan yang selam ini iya jalani dengan Agnia.


" tapi Agnia ingin putra mas benar benar merestui pernikahan kita " ucap Agnia yang menjadi angin segar di telinga sultan meski iya harus bisa meyakinkan putranya untuk menerima Agnia menjadi ibu sambungnya dn Reina sebagai saudara iparnya.


" baik.. Mas akan atur pertemuan kita dengan putra mas agar kalian bisa saling kenal dn mas harap kamu juga bisa meyakinkan putra mas agar bisa menerima kamu sebagai ibu sambung untuk nya " Agnia hanya mengangguk sambil tersenyum tapi itu cukup membuat sultan lega.


" kalo gitu mas pulang, jangan tidur terlalu malam, dan jangan terlalu capek saat membuat kue untuk toko mu " ucap sultan mengingatkan Agnia yang akan selalu lupa waktu jika sudah membuat kue dan menulis cerita Novel nya.


" iya mas.. Mas juga jangan lupa makan malam dan jangan tidur terlalu larut " ucap Agnia mengingatkan meski sebenarnya Agnia tidak terlalu tau pekerjaan apa yang di lakukan Sultan dan Agnia memang tidak banyak bertanya tentang hal itu.


" iya sayang.. " ucap sultan lalu pergi dari rumah Agnia pulang ke rumah kakaknya meski sebenarnya sultan memiliki rumah nya sendiri tapi sudah sangat lama tak pernah iya tempati setelah perceraian nya dengan mantan istrinya.

__ADS_1


" tapi kenapa Agnia tidak pernah bertanya apa pekerjaanku ya ?" tanya sultan pada dirinya sendiri yang sedang mengemudikan mobilnya menuju rumah Bu cahaya.


" atau memang dia tidak perduli dengan pekerjaan apapun yang aku jalani karena yang iya pikirkan hanya kesetiaan ?" tanya sultan yang semakin penasaran kenapa Agnia tidak pernah bertanya tentang apapun padanya apalagi menyangkut kepribadian nya.


Sultan langsung turun dan mencari kakaknya yang saat ini sedang berada di kamarnya.


Tok tok tok


" Kak.. Kakak belum tidur kan ? Sultan ingin bicara " ucap sultan dari depan pintu kamar kakaknya yang tertutup.


" apa sih, kayak orang ngga punya waktu besok saja " ucap Bu cahaya yang baru saja keluar dari kamarnya.


" kak, Agnia sudah mau menikah dengan sultan " ucap sultan setelah mereka berdua duduk di ruang keluarga.


" bagus dong, lalu masalahnya dimana ? Tanya Bu cahaya yang melihat wajah pusing adiknya.


" tapi Agnia seperti tidak perduli dengan apapun yang berhubungan dengan sultan " ucap sultan dengan wajah cemberut nya, Bu cahaya yang melihat adik ya yang seperti seorang anak yang sedang merajuk hanya bisa tertawa melihat tingkah adik laki laki nya itu.


" apa mungkin Agnia tidak tertarik sama kamu ya..


✍️✍️✍️ nah loh . ... Kenapa ya Agnia seolah cuek dengan siapa dan bagaimana kehidupan sultan selama ini ? Atau memang Agnia benar benar tidak tertarik pada sultan ?🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2