
Bu cahaya hanya bisa tersenyum melihat sultan yang penasaran dengan sikap cuek Agnia pada dirinya dan juga masa lalunya, bahkan saking cueknya Agnia sama sekali tidak pernah bertanya dimana dirinya bekerja selama ini.
" kamu tau, meski ini pernikahan kamu yang kedua tapi tidak ada jaminan jika semuanya akan berjalan mulus tanpa ada hambatan " ucap Bu cahaya mengingat sultan.
" kakak benar, mungkin sultan yang terlalu tegang bercampur bahagia karena Agnia sudah memberi lampu hijau untuk menikahi nya " ucap sultan dan tak lama dirinya pun pergi meninggalkan kakaknya menuju rumahnya.
Bu cahaya hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat tingkah sultan yang seperti baru pertama kali akan menikah.
" maaf ya.. sebenarnya kakak yang sudah menceritakan semua tentang kamu pada Agnia agar Agnia bisa semakin yakin sama kamu " terang Bu cahaya sebelum Sultan memasuki kamarnya.
" kakak hanya ingin Agnia yakin jika kamu tidak akan mungkin menyakiti bahkan mengkhianati nya karena kamu tau bagaimana rasanya di khianati " ucap Bu cahaya sedangkan sultan hanya melihatnya dari depan pintu kamarnya saja tapi tak lama sultan tersenyum simpul sambil mengacungkan jempolnya.
Setelah kepergian Sultan, Reina pun keluar dari kamarnya untuk berbicara dengan bundanya yang masih melihat ke arah tempat duduk dimana tadi Sultan duduk di sana.
" Bun.. Apa bunda sudah yakin akan menikah dengan om sultan ?" tanya Reina yang memang mendengar semua yang di bicarakan Agnia Sultan dan Haikal tadi.
" apa kamu ngga keberatan jika bunda menikah lagi ?" tanya Agnia yang hanya akan melakukan itu jika memang Reina menyetujui nya.
" Reina tidak ada masalah jika memang bunda mau menikah dengan om sultan asalkan bunda bahagia, itu cukup membuat Reina bahagia " Agnia tidak pernah menyangka jika Reina akan bersikap sangat dewasa bahkan di saat usianya baru saja enam belas tahun.
" kita lihat apa anak dari om sultan keberatan atau tidak dengan pernikahan ini "
Agnia pun bangkit sambil menarik Reina menuju kamarnya karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
" lebih baik kita tidur saja, karena besok siang kita akan datang ke rumah ayah kamu untuk melihat adik bayi yang baru saja di lahirkan oleh Tante savitri " ucap Agnia yang mengajarkan pada Reina untuk tidak membenci savitri karena bagaimana pun savitri adalah istri dari Haikal ayahnya.
Drrrtt drrrtt
Handphone Agnia bergetar tanda ada pesan masuk yang ternyata dari orang yang baru saja di bicarakan oleh nya bersama Reina.
" halo.. " sapa Agnia sambil mendudukkan diri di atas tempat tidur nya sedangkan Reina sudah merebahkan tui di samping Agnia.
" halo Nia.. " ucap savitri yang terdengar seperti orang yang menangis.
__ADS_1
" iya, ada apa ?" tanya Agnia yang mulai curiga saat mendengar suara isakan dari sebrang telpon sana.
" mas Haikal " hanya itu yang terdengar dari mulut savitri tanpa tau apa maksud ucapan savitri itu.
" iya kenapa mas Haikal ?" tanya Agnia sambil melihat ke arah Reina yang mulai memejamkan matanya.
" mas Haikal kecelakaan dan saat ini mas Haikal ada di rumah sakit Bakti "
Deg
Jantung Agnia berdetak kencang bukan karena masih mencintainya Haikal, tapi Agnia tak ingin Reina kehilangan ayahnya sama seperti yang iya alami dulu.
" ibu sudah menuju ke sana, tapi Vi khawatir dengan ibu " ucap savitri yang sudah mulai bisa di pahami oleh Agnia.
" baiklah, kamu tidak usah mengkhawatirkan Bu Nina, saya akan kesana dan menjaga Bu Nina dan memberitahu kan kondisi mas Haikal sama kamu " ucap Agnia yang memang tidak merasa harus memusuhi Savitri.
" terima kasih, andai saya tidak dalam kondisi seperti ini pasti saya sendiri yang akan menjaga ibu dan juga mas Haikal " ucap savitri yang meras malu dengan sikap agnia yang begitu tulus ingin membantu dirinya.
" jangan terlalu di pikirkan, anggap aja saya melakukan itu untuk Bu Nina tapi tidak untuk mas Haikal " ucap Agnia agar tidak salah paham padanya.
" sayang " Agnia mengusap lembut tangan reina yang baru saja terlelap dalam tidurnya,
" Reina .. Rein.. " Agnia mencoba membangunkan dan tak lama Reina pun terbangun meski dengan mata yang sudah memerah menahan kantuk.
" iya Bun.. Ada apa !" tanya Reina sambil duduk di samping ibundanya yang terlihat sangat kurus.
" sayang ibu mau ke rumah sakit dulu, kamu ngga masalah kan kalo di rumah sendiri ? Atau kamu ingin ikut ke rumah sakit ?" tanya Agnia yang sebenarnya tak tega meninggalkan Reina meski usianya sudah besar.
" memang ada apa Bun, dan kenapa ke rumah sakit malam malam ?" tanya Reina sambil melihat bundanya yang sedang menggunakan jaket sambil menghubungi seseorang.
" ayah kamu masuk rumah sakit dan Bunda kesana untuk menemani nenek yang pasti sedang sangat sedih saat ini " jelas Agnia agar Reina bisa mengerti.
" Reina ikut " ucap rein yang langsung turun dan langsung menggunakan jaket seperti Agnia.
__ADS_1
" Bunda mau telepon mas sultan dulu ya " ucap Agnia, dan hanya butuh dua kali berdering sambungan telepon nya sudah di angkat oleh sultan.
" halo mas, Agnia harus pergi ke rumah sakit " mendengar ucapan Agnia sontak membuat sultan terduduk di ranjang tidur nya karena penasaran untuk apa Agnia ke rumah sakit malam malam.
" apa kamu sakit ?atau Reina ?" Tanya sultan yang hendak mengambil jaketnya.
" mah Haikal " sultan yang mendengar nama itu membuat sultan menghentikan aktivitas nya dan mulai berpikir untuk apa Agnia masih perduli pada mantan suaminya.
" agnia hanya mengkhawatirkan Bu Nina, kan mas tau sendiri, savitri baru saja melahirkan secara Caesar " terang Agnia agar tak ingin Sultan salah paham padanya.
" mas temani " ucap sultan tanpa pikir panjang sambil mengambil jaket dan kini sudah keluar dari kamarnya.
Dan tak lama terdengar jika sambungan telepon nya terputus dari pihak Agnia.
Drrrtt drrrtt
Handphone sultan kembali berdering tapi yang menghubunginya adalah anak laki lakinya yang memang tinggal dengan mantan istrinya, sultan yang penasaran langsung mengangguk sambungan telepon nya sambil memasuki mobilnya.
" halo yah.. Ayah dimana ?" tanya anak laki laki sultan yang bernama Alan.
" ayah mau ke rumah sakit, ada temen ayah yang masuk rumah sakit " ucap sultan sambil menyalakan mobilnya.
" ayah ke rumah sekarang " Ucap Alan dengan suara yang terdengar memerintah pada sultan.
" ada apa nak , cerita sama ayah " ucap sultan kembali mematikan mesin mobil nya.
" ibu juga sakit dan harus di bawa ke rumah sakit " ucap Alan yang memang terdengar kekhawatiran dari nada suara nya.
" dan ibu memanggil manggil nama ayah..
✍️✍️✍️ baru keluar nih, anak dan mantan istri sultan🤭🤭 kemana sultan akan pergi ? Ke Agnia tau ke anaknya yang juga sedang memerlukannya..🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹