
Malam ini sultan berada dalam dilema, di sisi lain dirinya tak tega melihat Agnia pergi seorang diri malam malam di sisi lain mantan istrinya yang saat ini sedang membutuhkan dirinya.
Tapi demi kemanusiaan sultan pun mencoba menghubungi Agnia karena iya yakin agnia pasti memahami apa yang saat ini iya rasakan, sultan pun mencoba menghubungi Agnia dan tak lama Agnia pun mengangkat sambungan telepon darinya.
" halo mas, kamu udah berangkat ?" tanya Agnia yang berpikir sultan berniat mengabarinya.
" Nia Maaf... mas harap kamu mengerti dengan posisi mas saat ini " ucap sultan saat sudah mendengar suara Agnia dari sebrang telepon sana.
" kenapa mas "
" tadi Alan menelpon mas kalo mantan istri mas saat ini sakit dan harus di bawa ke rumah sakit " ucap sultan setenang mungkin agar Agnia tidak salah paham.
" dan mas akan mengantar mantan istri mas ke rumah sakit ?" tanya Agnia mewakili ucapan sultan.
" iya.. Mas harap kamu ngerti dan ngga marah karena mas ngga bisa antar kamu ke rumah sakit " ucap sultan berharap Agnia tidak salah paham dengan posisinya saat ini.
" ya sudah mas cepetan berangkat dan Agnia doakan semuanya baik baik saja " ucap Agnia yang tak ingin mengekang sultan yang masih belum sah menjadi suami nya.
" makasih sayang, maaf mas tutup dulu telepon nya " ucap sultan yang langsung menutup sambungan telepon nya dan mulai mengemudikan mobilnya menuju rumah Billa mantan istrinya.
" ada apa Bun ?" tanya Reina yang melihat Agnia kembali terduduk di ruang depan rumahnya.
" om sultan tidak jadi jemput, jadi kita pke motor aja ya, kan belum terlalu malam juga " ucap Agnia yang memilih menggunakan motor nya ke rumah sakit Bakti.
" ya sudah Bun ngga papa, sekalian Reina ingin menikmati naik motor malam malam " ucap Reina mencoba menghibur bundanya yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
" Reina yang bawa saja ya motor nya " ucap Reina karena melihat sang bunda yang dri tadi terdiam, kini kedua wanita beda usia pun pergi meninggalkan rumahnya menuju rumah sakit dimana Haikal sedang mendapatkan penanganan.
" Bu.. " panggil Agnia pada Bu Nina mantan ibu mertuanya yang masih terduduk di rumah sakit menunggu Haikal yang masih berada di dalam.
" sayang.. " Bu Nina yang dari tadi berusaha menguatkan diri kini sudah tak bisa menahan laju air mata nya yang sudah tumpah ruah di hadapan Agnia.
__ADS_1
" memang mas Haikal kenapa Bu ?" tanya Agnia yang sudah duduk di samping Bu Nina sedangkan Reina di sudut lainnya.
" mobil yang di kemudikan Haikal menabrak pembatas jalan di pertigaan jalan x " jelas Bu Nina seperti yang di sampaikan orang yang membawa Haikal ke rumah sakit.
" terus bagaimana kondisi ayah nek ?" tanya rein yang tak bisa membayangkan kondisi ayahnya saat itu.
" nenek ngga tau sayang " ucap Bu Nina sambil menggenggam tangan Reina di atas pangkuan nya.
" berdoa rein " ucap Agnia tapi tanpa di sengaja sudut matanya menangkap sosok yang sangat iya kenal yang akhir akhir ini menguasai hati nya meski belum begitu dalam.
" Bun.. bukan kah itu om sultan ?" tanya Reina yang juga melihat sultan di rumah sakit yang sama tapi dengan posisi dimana sultan sedang menggendong seorang wanita dengan kedua tangannya.
" iya.. Om sedang mengantar mantan istrinya ke rumah sakit " terang Agnia agar Reina tidak berpikir buruk tentang sultan mantan suaminya.
" tapi kenapa harus seperti itu ?" tanya rein yang tak suka dengan apa yang di lakukan Sultan saat ini.
" sayang.. Jangan berpikir buruk dulu sebelum kita tau kebenaran nya seperti apa " ucap Agnia menasehati Reina yang masih harus banyak pengalaman agar tidak mudah di bohongi oleh orang lain.
Reina memilih fokus pada pintu dimana ayahnya masih bertarung nyawa, sedangkan Agnia hanya terdiam dan berharap jika apa yang di takut kan putrinya tidak akan pernah terjadi.
" yah.. " alan memegang tangan ayahnya agar ayah ya kembali tersadar dimana dirinya saat ini.
" ah iya maaf ayah hanya sedang memikirkan sesuatu " ucap sultan sambil membalas genggaman tangan sultan saat ini.
" mamah sakit apa ?" tanya sultan pada Alan.
" ayah ingat terakhir kita bertemu?" tanya Alan mencoba mengingat kan sultan dengan pertemuan nya belum lama ini, sedangkan Sultan hanya mengangguk karena masih jelas dalam ingatan nya dimana Alan kembali meminta dirinya untuk memaafkan ibunya dan mau kembali pada sang ibu.
" mamah hanya ingin ayah mau memaafkan nya meski mamah yakin jika ayah tidak akan mudah memaafkan dirinya yang sudah mengkhianati nya dulu " ucap Alan berharap ayahnya berubah pikiran setelah dua hari sejak siang itu.
" ayah tau, mamah sampai tidak mau makan dan berharap ayah untuk bisa kembali "
__ADS_1
" Alan sudah mencoba membujuk mamah agar mau makan tapi mamah hanya mau makan jika ayah mau memaafkan mamah dan mau kembali sama mamah " ucap Alan.
" mamah sudah menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi " ucap Alan yang tak tega melihat ibunya yang memilih menyiksa dirinya jika sultan tidak kembali padanya.
" Alan mohon yah.. " ucap Alan sampai duduk di hadapan sultan agar ayahnya mau mengabulkan keinginan ibunya.
" tapi ayah sudah punya calon sendiri, dan ayah sudah meminang nya dan dia pun menerima pinangan ayah " ucap sultan yang teringat dengan Agnia saat ini.
" yah .. Alan mohon... Setidaknya lakukan ini demi Alan " ucap alan, tanpa sultan dan Alan Sadari tak sengaja semuanya terdengar jelas oleh Agnia sedangkan Agnia hanya bisa menunduk dan berharap jika sultan bisa memilih yang terbaik untuk semuanya.
" mas.. " Agnia akhirnya keluar dari tempatnya dan memberanikan diri berdiri di hadapan sultan dan juga putra nya alan.
" Nia.. Kamu di sini " ucap sultan yang langsung berubah Pias dan berharap agnia tidak mendengar kan apapun yang di katakan Alan tadi.
" Alan, kenal kan ini Tante Agnia, wanita yang kan ayah nikahi " ucap sultan tapi ternyata iya salah mengenal kan Agnia di waktu yang tidak tepat.
" Tante.. " Alan berjalan menghampiri agnia dan langsung berlutut di hadapan Agnia dan berharap agnia iba padanya.
" sayang.. Bangun jangan seperti ini " ucap agnia yang mencoba membangunkan Alan yang masih berlutut di hadapan nya.
" Alan ngga mau kehilangan mamah " ucap Alan.
" Tante kan sudah di buatkan toko sama ayah setidaknya untuk membalas kebaikan ayah, izinkan ayah kembali menikah dengan mama"
Mendengar ucapan Alan membuat Agnia berpikir jika sultan keberatan kembali pada istrinya karena berat dengan semua uang yang pernah iya berikan pada Agnia sebagai modal usaha.
" apa mas mau kembali pada mantan istri mas ? tapi mas berat karena memikirkan modal usaha yang sudah Agnia pakai ?atau mas benar benar tak ingin kembali Menikahi mantan istri mas karena mas cinta sama agnia ?
✍️✍️✍️ keputusan apa yang akan di ambil oleh sultan ? Dan apakan semua yang Alan ucapkan itu benar benar terjadi atau semuanya hanya bagian dari rencana Alan dan Bu Billa mantan istri Sukma 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹