
Sempat Savitri berpikir jika kebebasannya itu di dapat karena Haikal tapi semuanya berubah. Saat Haikal menjelaskan siapa yang sudah membebaskan Savitri dari dalam penjara.
" Agnia tidak pernah memberi syarat apapun saat membebaskan kamu dari segala tuduhan " ucap Haikal yang tak ingin Savitri menyimpan kebencian untuk Agnia lagi.
" lalu kenapa mas berkata seperti itu ?" tanya Savitri.
" apa mas takut jika Agnia terluka yang artinya mas masih mencintai Agnia ? Lalu kenapa mas menikahi Vi ?" tanya Savitri kecewa, Haikal langsung memeluk Savitri yang terlihat kecewa padanya atas apa yang iya ucapkan tadi.
" Bukan karena mas mencintai Agnia, tapi jika sampai kamu kembali melakukan hal buruk lagi kasihan adam dan mas belum tentu bisa meyakinkan Agnia lagi untuk kembali membebaskan kamu " ucap Haikal yang masih memeluk Savitri.
" mari kita memulai nya semua dari awal dan kita bisa menganggap Agnia bagian dari keluarga kita" ucap Haikal yang langsung di sambut anggukan dari Savitri.
" ayo kita pulang, Adam pasti sudah sangat merindukan ibunya " ucap Haikal.
Sedangkan di kamar sultan, meski Agnia baru saja sembuh dari sakit tak mengurangi semangat Agnia untuk membuat sultan puas dengan pelayanan yang iya berikan dan akhirnya keduanya pun bisa mencapai pelepasan secara bersamaan.
" mas tau, beberapa hari ini adalah masa subur Nia, dan Nia harap akan ada sultan junior di dalam sini " ucap Agnia sambil meletakan tangan sultan di atas perutnya yang tak tertutup sehelai kain pun.
" apa kamu akan kecewa jika dalam pernikahan kita, kita tidak akan memiliki anak " ucap sultan yang tak ingin membuat Agnia kecewa dengan harapan palsu.
" Agnia tidak akan kecewa yang ada kita harus lebih semangat untuk melakukannya agar kesempatan itu semakin banyak " ucap Agnia sambil membelai pipi sultan yang terlihat sangat khawatir.
" dan jika perlu kita akan pergi bulan madu " ucap Agnia yang malah kembali merangkak naik ke atas tu buh sultan yang tentu saja membuat sultan sedikit heran kenapa Agnia begitu semangat tapi tak lama sultan pun menyambut apa yang di mulai Agnia karena sultan pun menikmati apa yang Agnia lakukan.
' mas harap kamu benar benar tidak akan kecewa jika kita tidak akan memiliki anak karena mas sendiri tidak yakin apa mas bisa memberikan kamu seorang anak ' ucap sultan dalam hati tapi tetap melanjutkan aksinya untuk membuat Agnia kembali terkapar di bawah kung kungannya.
Reina memilih masuk ke dalam kamarnya, tapi ingatannya langsung tertuju pada Dava yang seperti menjauh darinya bahkan saat di tanya pun Dava tak ingin menatap padanya.
" kenapa Dava seperti sedang menyembunyikan sesuatu ? Atau ada yang salah dengan ku hingga Dava menjauh dariku " ucap Reina tapi tak lama dering handphone menyadarkannya dari lamunannya tentang Dava.
__ADS_1
" halo .. " ucap Reina saat mengangkat sambungan telepon.
" halo Reina sayang, apa Dava masih bersama sama kamu ?" Reina menjauhkan handphone nya untuk melihat siapa yang menghubunginya saat ini yang ternyata dari Bu cahaya.
" maaf bunda, Dava tadi sudah pulang dari rumah sakit bareng sama kak Alan " ucap Reina apa adanya.
" memang kenapa bunda ?" tanya Reina yang tidak biasanya Dava membuat Bu cahaya khawatir.
" entahlah sayang, akhir akhir ini Dava menjadi lebih diam " ucap Bu cahaya yang memang sedang mengkhawatirkan Dava.
' berarti bukan hanya Reina yang merasa seperti itu sama bunda pun Dava seperti itu, ada apa dengan mu Dava kenapa kamu bersikap seperti ini ' ucap Reina dalam hati yang malah melamun meski sambungannya masih terhubung pada Bu cahaya.
" sayang.. Kamu masih di situ kan ?" tanya Bu cahaya yang tidak mendengar suara Reina.
" ah iya bunda maaf, nanti Reina coba hubungi Dava " ucap Reina yang tak ingin Bu cahaya semakin khawatir pada Dava.
" ok sayang kabarin bunda kalo Dava menghubungi mu ya " ucap Bu cahaya dan tak lama sambungannya terputus.
Reina pun mencoba menghubungi Alan dan berharap Alan tau dimana Dava berada saat ini.
" halo kak " Reina langsung memanggil Alan saat sambungan telepon nya sudah di angkat oleh Alan.
" iya dek ada apa ?" tanya Alan yang heran karena baru tadi Reina dan dirinya bertemu di rumah sakit tapi kini Reina sudah menghubunginya lagi.
" kak, Dava ada sama kakak ngga ?" tanya Reina yang terdengar sangat khawatir pada Dava dan Alan bisa merasakan itu.
" Dava tadi pamit pulang saat sudah di depan lobi rumah sakit siang tadi " ucap Alan apa adanya.
" memang ada apa ?" tanya Alan yang tak ingin Reina semakin mengkhawatirkan Dava.
__ADS_1
" Dava ngga mau angkat telepon dari Reina dan juga Bu cahaya " ucap Reina apa adanya.
" ya sudah kak, Reina mohon kabarin Reina kalo Dava menghubungi kakak " ucap Reina yang tak lama sambungannya pun di putus oleh Reina setelah mendengar jawaban dari Alan.
Alan terdiam sambil melihat handphone yang baru saja di matikan sambungan telepon nya oleh Reina adik tiri atau lebih tepatnya adik angkatnya karena antara Alan dan Sultan tidak memiliki hubungan darah sama sekali.
" apa Alan begitu istimewa dimata kamu hingga kamu begitu mengkhawatirkan nya saat Dava tidak bisa di hubungi " ucap Alan yang tiba tiba saja merasa iri dengan Nasih Dava yang menurutnya sangat beruntung.
Sedangkan Dava orang yang sedang di khawatirkan oleh Reina dan juga Bu cahaya kini sedang duduk di sudut taman dengan seorang laki laki paruh baya yang sudah lama tak Dava temui.
" untuk apa lagi om menemui Dava ? Bukankah bunda sudah melarang om menemui Dava ?" tanya Dava.
" om ini ayah mu bukan om kamu " ucap orang tersebut masih berusaha meyakinkan Dava yang memang dikenalkan oleh Bu cahaya untuk memanggil laki laki itu dengan sebutan om.
" kenapa Dava harus percaya dengan apa yang om katakan ? karena ayah Dava sudah tiada " ucap Dava yang masih tetap pada pendiriannya.
Laki laki tersebut hanya bisa menghela nafas karena tak bisa menyalahkan Dava yang tidak mengetahui yang sebenarnya tentang dirinya.
" dan jika memang benar om adalah ayah kandung Dava kemana om selama ini ? Dan kenapa baru kali ini om datang mencari Dava ?" tanya Dava yang tak ingin mudah percaya dengan semua yang di ucapkan laki laki tersebut.
" ayah.. "
" JANGAN MENYEBUT DIRI ANDA AYAH " bentak Dava yang sudah mulai kesal dengan apa yang di ucapkan laki laki itu.
" baiklah jika kamu tidak percaya kita akan pulang agar bunda kamu bisa menjelaskan yang sebenarnya "
✍️✍️✍️ siapa sebenarnya laki laki yang menemui Dava ? dan apa benar Bu cahaya memiliki rahasia yang sengaja iya sembunyikan dari Dava ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘