
Savitri yang sudah sangat kecewa ditambah hatinya yang sudah sangat lelah mengejar Haikal yang memang terlihat tak mencintai dirinya pun memilih pergi meninggalkan rumah Haikal saat itu juga.
Meski sejujurnya rasa perih akibat operasi itu masih sangat terasa di perutnya apa lagi saat menggendong Adam putranya yang tak pernah merasakan tangan ayah kandung nya sendiri.
" sebenarnya apa yang terjadi padamu Haikal, kenapa kamu jadi setega ini pada savitri ?" tanya Bu Nina yang harus kembali melihat kehancuran rumah tangga putranya.
" bukankah kamu sendiri yang yang memilih savitri dari pada Agnia ? Tapi kenapa kamu malah membiarkan dia pergi bahkan di saat kondisinya masih belum stabil ?" ucap Bu Nina yang sangat kesal dengan apa yang di lakukan putranya.
" ini yang terbaik untuk kami Bu " ucap Haikal sambil melihat ke arah luar jendela dimana hari sudah mulai beranjak sore.
" Savitri bisa meraih kebahagiaan yang tak bisa Haikal berikan dengan tulus padanya, dan Adam akan mendapatkan ayah yang bisa membimbing dan menjaganya dengan baik " ucap Haikal yang masih enggan menatap ibunya.
" dari mana kamu yakin jika savitri bisa menemukan kebahagiaan selain bersama kamu dan juga Adam yang akan mendapat kan ayah sebaik ayah kandungnya sendiri " tanya Bu Nina yang masih belum paham arah tujuan ucapan Haikal.
" Haikal tidak bisa memaksakan hati Haikal bu, meski Haikal sadar Agnia tidak akan mungkin kembali tapi Haikal tidak ingin memberikan harapan palsu ataupun kebahagiaan semu pada savitri yang memang terlihat tulus mencintai dan menyayangi Haikal "
Bu Nina tak percaya jika mungkin ini adalah bentuk penyesalan yang sedang di rasakan Haikal karena telah menyia nyiakan Agnia dulu, dan kini iya tidak ingin membelenggu Savitri yang belum bisa iya cintai seperti iya mencintai Agnia.
" dan Haikal yakin, savitri hanya perlu waktu untuk menata hatinya dan membiasakan diri jauh dari Haikal, toh kita akan selalu ada jika Adam membutuhkan sesuatu " ucap Haikal dan tak lama Haikal benar benar memejamkan matanya membiarkan Bu Nina melihat kerapuhan yang kini sedang iya rasakan.
' maafkan Haikal Bu, Haikal hanya tidak ingin menjadi beban untuk savitri yang harus mengurus Adan dan juga Haikal yang juga membutuhkan dirinya di waktu yang bersamaan ' ucap Haikal dalam hati.
Seperti yang telah di janjikan Agnia pada Nabila mantan istri suaminya jika mereka akan bertemu di resto aries setengah jam lalu, kini agnia dan juga sultan baru saja tiba di parkiran resto aries yang bersamaan dengan datangnya Nabila dan juga Alan.
" kita bicara di ruangan private saja agar tidak di ganggu oleh orang lain " ucap sultan yang berpikir jika mungkin ini sangat lah penting.
Nabila hanya bisa mengikuti sultan yang menggandeng Agnia dengan sangat mesra bahkan ada rasa iri di hati Nabila karena harusnya itu masih posisinya andai iya tidak tergoda dengan bujuk rayu Arsy saat itu hingga membuatnya terjebak dalam penyesalan.
" mas harap ini sangat penting, dan jika ini menyangkut kamu yang ingin kita kembali " ucap Sultan yang sengaja menjeda ucapannya dan menggenggam tangan Agnia agar Nabila percaya jika tidak ada tempat lagi di hatinya untuk wanita lain.
__ADS_1
" maaf tapi mas sudah milih Agnia dan mas tidak membagi hati mas untuk wanita manapun kecuali Reina dan anak kami kelak " ucap sultan yang langsung mendirikan dinding pemisah untuk dirinya dan juga Nabila.
" Nabila tau dan Nabila sadar jika Nabila sudah kehilangan hak atas mas, dan mas tidak perlu khawatir karena ini hanya menyangkut mas dan juga Alan " ucap Nabila meski iya tidak bisa membohongi hatinya yang sakit saat mendengar penolakan yang sangat tegas dari Sultan mantan suaminya.
" pertama Nabila minta maaf jika apa yang akan Nabila ucapkan akan sangat menyakiti mas apa lagi Alan " ucap Nabila sambil menghirup udara agar hatinya bisa sedikit lebih tenang.
" tidak usah berbelit Belit katakan langsung sebelum kami kehilangan kesabaran " ucap sultan yang mulai kesal karena Nabila tak kunjung mengatakan apapun.
" biar aku yang jelaskan " ucap suara yang tak asing di telinga sultan dan Nabila siapa lagi jika bukan Arsy.
" Arsy.. Apa yang kamu lakukan ? Dan yang kamu ketahui tentang rahasia yang akan di sampai kan Nabila saat ini ? tanya sultan yang sebenarnya heran bagaimana bisa Arsy di izinkan masuk ke dalam ruangan yang sudah iya pesan.
" aku hanya ingin memberitahu jika "
" STOOP " teriak Nabila yang mulai takut jika Arsy memutar balikkan fakta tentang kebenaran yang harus ingin dirinya sampaikan.
" jika tidak ingin Arsy yang berbicara maka cepat jelaskan apa yang ingin kamu sampaikan pada kami " ucap sultan.
Deg
Bagai menerima pukulan menggunakan palu gada, sultan menatap tak percaya jika anak yang begitu iya sayang ternyata bukanlah darah dagingnya sendiri.
Sama halnya dengan Alan yang hanya mampu menitikkan air mata tak percaya dengan kenyataan yang baru saja iya ketahui.
Brakkk
Sultan yang sudah tidak bisa menahan emosi nya pun langsung menggebrak meja dengan sekuat tenaga tapi Arsy yang masih ada di sana hanya bisa tersenyum melihat bagaimana sultan yang begitu terluka di hadapan nya.
" kenapa kamu setega ini sama mas ? Apa salah mas sama kamu hingga kamu benar benar tega mengkhianati mas selama ini ?" tanya sultan yang masih dengan suara yang cukup menggelegar.
__ADS_1
" maaf " Nabila mencoba bersimpuh di hadapan sultan, sedangkan Alan yang masih belum percaya tetap diam tanpa reaksi apapun.
Sultan yang mendapat genggaman tangan dari Agnia pun langsung memeluk Agnia begitu erat menyalurkan rasa kecewanya melalui pelukan yang di berikan agnia pada nya.
" mas.. Kamu harus kuat karena saat ini Alan juga sama terlukanya dengan kamu atau mungkin bahkan Alan jauh lebih terluka dari pada kamu " bisik Agnia menyadarkan sultan jika harus ada hati yang di selamatkan dari semua yang terjadi saat Agnia yang melihat reaksi datar yang di berikan Alan saat ini.
Sultan pun benar benar tersadar bukan saatnya iya lemah tapi ini saatnya iya harus kuat agar bisa menopang Alan yang mungkin saja terpukul dengan kenyataan yang di berikan tuhan padanya.
" Alan " panggil Agnia agar Alan kembali tersadar pada kenyataan hidup, sultan yang tak melihat respon yang di berikan Alan langsung bangkit dan menghampiri Alan yang kini tatapannya sudah berubah kosong.
" Alan.. Ini ayah.. Alan... Sadar sayang.. Ini ayah " ucap sultan sambil menepuk nepuk pipi Alan.
" biar Agnia mencoba " ucap Agnia yang merasa Iba pada Alan yang terlihat terguncang.
" Alan kamu harus kuat dan kamu harus sadar, meski kamu bukan darah daging ayah sultan tapi bagi kami kamu tetaplah anak kami dan kamu adalah putra sulung kami " ucap Agnia yang langsung mendapat respon dari Alan dan tanpa di duga Alan memeluk Agnia dan menyembunyikan wajahnya di perut Agnia.
" jika Alan bukan anak ayah sultan lalu Alan anak siapa ?" tanya Alan dalam pelukan Agnia.
" kamu anak ayah sultan dan Bunda Agnia " tapi ucapan Agnia langsung mendapat protes keras dari Nabila.
" ngga .. Alan hanyalah putraku ???
" ALAN NGGA MAUUU
✍️✍️✍️ Menjaga harga diri dan kehormatan itu sangatlah penting karena kita akan bisa mengangkat wajah kita saat harga diri dan kehormatan itu masih bisa kita junjung dan pertahankan.
Apa yang akan Alan lakukan saat kebenaran tentang dirinya sudah terbongkar ? dan apakah arsy akan benar benar menjual Nabila setelah ini ?🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹