End Of Patience

End Of Patience
Menepati Ucapan


__ADS_3

Seperti hari hari biasanya, setiap pagi agnia sibuk mengantarkan Reina dilanjut mengantarkan setiap pesanan kue yang masuk, karena memang agnia sengaja tidak menggunakan jasa kurir agar tau bagaimana rasa kue buatannya.


" sayang maaf ya hari ini kamu pulang bareng Dava ya, bunda ada janji dengan om Sultan " ucap agnia saat Reina baru saja turun dari motor ayahnya.


" iya bunda, bunda tenang saja Reina nanti pulang bareng Dava tapi ke rumah Dava ya ! Biar bunda jemput nya di rumah Dava aja " ucap Reina sambil melihat ke arah Dava yang baru saja sampai di hadapannya.


" Bun.. " Dava mencium tangan Agnia yang baru saja akan bersiap pergi.


" dav.. Titip Reina ya, bunda ngga bisa jemput nanti siang " ucap agnia sebelum dirinya pergi mengantar pesanan kue pelanggannya.


" iya Bun tenang saja Reina pasti aman kalo sama Dava " ucap Dava sambil melihat ke arah Reina yang pagi ini terlihat cantik dan imut.


" ya sudah bunda berangkat dulu ya "


Agnia pun mulai melajukan motornya menuju alamat pelanggan nya hingga pukul sebelas siang Agnia baru saja sampai di rumahnya.


" ibu ?" panggil agnia pada wanita paruh baya yang ternyata ibu mertuanya.


" Nia " jawab Bu Nina yang merasa lega Agnia akhirnya pulang juga jadi iya bisa bertemu dengan Agnia.


" ayo Bu masuk " ucap Agnia yang merasa bersyukur Bu Nina masih menganggap diri nya bagian dari keluarga bukan malah membuangnya karena sudah berpisah dari Haikal.


Bu Nina pun mengikuti Agnia dari belakan dan melihat lihat sekeliling rumah yang Agnia tempati yang memang terlihat sangat nyaman meskipun kecil.


" apa kamu bahagia tinggal di sini ?" tanya Bu Nina yang sebenarnya sudah tau jawaban atas pertanyaan nya yang terlihat dari raut wajah tanpa beban Agnia.


" agnia dan Reina bahagia Bu, jadi ibu ngga usah khawatir, dan Agnia harap ibu juga selalu bahagia dimanapun ibu berada " ucap Agnia.


" huhh " Bu Nina menghela nafasnya begitu dalam seperti ada batu yang menghimpit dadanya.


" semenjak kamu dan Haikal berpisah,kini tidak ada lagi kedamaian di rumah ibu " ucap Bu Nina dengan wajah sedihnya.


" dan Haikal juga sepertinya sangat menyesal melepaskan kamu " ucap Bu Nina sedangkan agnia hanya diam tanpa tau harus memberi tanggapan seperti apa dan bagaimana terhadap ucapan Bu nina.


" semuanya sudah menjadi bubur dan tidak akan bisa diubah lagi " ucap Agnia yang memang tak pernah berpikir ingin kembali pada Haikal mantan suami ya.


" jadi Agnia harap ibu bisa memberi pengertian pada mas Haikal jika memang kami tidak mungkin bisa bersama lagi " ucap Agnia tegas.

__ADS_1


" ibu paham mungkin akan sulit buat kamu percaya lagi pada laki laki, tapi ibu harap kelak kamu bisa membuka hati untuk laki laki lain agar kamu dn Reina bisa berbahagia " ucap Bu Nina sambil menggenggam tangan Agnia


Sedangkan di sekolah saat jam istirahat, Reina hanya duduk seorang dir di kursinya.


" na kamu itu pacarnya Dava ?" tanya salah satu teman Reina yang bernama Adelia, Reina hanya menggeleng tanpa mengeluarkan suaranya.


" bagus lah karena aku menyukai Dava dan aku harap kamu tidak usah terlalu dekat dengan Dava " ucap Adel yaang terkesan sombong dan ingin menguasai Dava.


" memangnya Dava juga suka sama kamu ?" tanya Reina pada adel bukan karena cemburu tapi karena tak suka dengan sikap Adel yang melarang dirinya dekat dengan Dava.


" aku yakin Dava pasti suka sama aku kalo kamu ngga selalu nempel sama Dava " ucap Adel sekian berani.


Reina yang malas meladeni Adel pun memilih pergi meninggalkan Ade yang masih berdiri di hadapan nya hanya terhalang meja.


" Rein mau kemana ?" tanya Dava yang baru saja masuk ke kelas setelah dari kantin.


" mau keluar panas di sini " ucap Reina sambil melihat ke arah Adel yang masih menatap dirinya.


" ya udah yu gue temenin " ucap Dava yang memang tidak menyukai Adel.


Setelah kepergian Bu Nina, agnia pun bersiap untuk pergi menemui pak sultan seperti apa yang mereka janjikan semalam jika mereka akan bertemu di taman kota.


" apa pak sultan tau ya jika aku dan mas Haikal sudah berpisah ?" tanya Agnia pada dirinya sendiri sambil mengoles lipstik peach di bibirnya.


" ah biarkan saja, toh semuanya memang benar bahkan aku dn mas Haikal pun berpisah secara baik baik " ucap Agnia berpikir positif dengan pertemuan nya dengan pak sultan.


Agnia pun mulai melajukan motornya menuju taman kota dimana di sana ada warung kecil yang menyediakan kelapa muda dan makanan kecil lainnya.


" pak sultan " sapa Agnia saat sampai sana ternyata pak sultan sudah ada di sana.


" silahkan duduk " ucap pak sultan saat melihat Agnia hanya berdiri di hadapan nya saja.


" terima kasih " Agnia berusaha membuat dirinya nyaman berada di hadapan pak sultan meski ada rasa gugup di dadanya saat berhadapan dengan laki laki.


Pak sultan tau jika Agnia gugup berada di hadapan nya tapi untuk menuntaskan rasa penasarannya pak sultan mengesampingkan rasa tak nyaman Agnia untuk saat ini.


" sebenarnya apa yang membuat bapak ingin bertemu dengan saya " tanya Agnia pada pak sultan agar semuanya bisa cepat selesai.

__ADS_1


" kamu ingat kan dengan ucapan saya dulu, saat terakhir kita bertemu sebelumnya kamu kecelakaan ?" tanya sultan mengingatkan Agnia.


Deggg


Agnia tidak menyangka jika pak sultan akan menepati janjinya untuk kembali di saat status Agnia sudah berpisah dengan Haikal.


" mungkin bapak sudah mendengar apa yang saya dan Haikal putuskan "


" ya.. Saya dan mas Haikal sudah resmi berpisah " ucap Agnia bicara apa adanya.


" jadi apa boleh saya mendekati kamu mulai saat ini ?" tanya sultan yang tak ingin membuat waktu dan kesempatan sebelum ada laki laki lain yang berusaha mendekati Agnia.


" maaf, tapi Agnia masih belum memikirkan Tentang hal itu " ucap Agnia yang memang belum ingin membuka hati untuk laki laki manapun.


" jangan panggil saya bapak, panggil nama atau mas juga boleh, toh usia kita tidak berbeda jauh " ucap pak sultan hanya ingin lebih akrab dengan Agnia.


" maaf mas, agnia belum bisa membuka hati untuk laki laki manapun " ucap Agnia apa adanya.


" bukan karena Agnia masih mencintai mas Haikal, tapi entah agnia masih bis percaya atau tidak dengan suatu hubungan " ucap Agnia yang tak ingin pak sultan berharap banyak darinya.


" saya mengerti jika kamu perlu waktu, dan saya akan memberikan waktu itu untuk kamu " ucap pak sultan yang mengerti dengan apa yang di rasakan Agnia.


" tapi izinkan saya untuk bisa selalu ada untuk kamu dan Reina, dan juga agar kamu percaya jika tidak semua laki laki sama seperti mantan suami kamu "


" jadi boleh kan saya dekat dengan kamu ?


✍️✍️✍️ boleh ngga yah...🤔🤔


Thor kenapa sih di setiap cerita perpisahan kamu, selepas mas Iddah pasti sudah ada laki laki yang menunggu untuk menikahi nya ?? Karena obat dari sakit hati adalah hati sendiri dan obat gagalnya pernikahan yang nikah lagi tinggal kita belajar untuk memperbaiki kegagalan di hubungan sebelum nya.


Maaf telat up-nya.. Tadi sudah nulis panjang lebar malah terhapus sama si bungsu 🤦🤦


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP ya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2