End Of Patience

End Of Patience
Niat Jahat Nabila..


__ADS_3

Seperti apa yang di ucapkan Reina tadi pagi sesaat sebelum pergi ke sekolah, disinilah Reina berada di rumah yang sudah sangat lama tidak iya datangi dimana lagi jika bukan di rumah Haikal.


" sayang .. nenek kangen " ucap Bu Nina yang sudah menunggu Reina setelah mendapat kabar dari Haikal yang menelpon Agnia dan ternya Reina akan datang ke rumahnya.


" kok nenek tau kalo Reina mau datang ? " saat merasa jika neneknya sudah menunggunya di depan teras rumah.


" bunda mu yang kasih tau kalo cucu nenek mau datang ke rumah ini " ucap Bu Nina sambil mengajak Reina untuk masih agar bisa bertemu dengan Haikal putranya.


" Haikal lihat siapa yang datang " ucap Bu Nina ya g tak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya begitu pun dengan Haikal yang merasa bahagia atas kedatangan Reina ke rumahnya.


" yah.." Reina hanya mencium tangan ayahnya yang begitu sangat iya rindukan tapi hanya bisa iya pendam dalam hati.


" hai sayang, bagaimana kabarmu selama ini ?" tanya Haikal yang merasa sangat bersalah karena telah menelantarkan Reina karena terlalu kesal pada Agnia yang tak ingin kembali padanya.


" Reina baik yah, ayah bisa lihat sendiri kan ?" tanya balik Reina.


" iya ayah bisa melihatnya apalagi sekarang kamu sudah memiliki ayah baru sehingga kamu sekarang sudah tidak memerlukan ayah lagi " ucap Haikal yang malah merasa tersisih karena adanya sultan diantara diri nya dan Agnia dan Reina.


" kenapa ayah berbicara seperti itu ? bukan kah ayah sendiri yang menjauh dari Reina ? jadi kenapa ayah malah menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang ayah perbuat " ucap Reina yang tak terima ayah sambungnya di salahkan atas apa yang memang bukan salahnya.


" apa dia ayah yang begitu istimewa sehingga kamu begitu membelanya " Haikal malah salah paham dengan apa yang di ucapkan Reina padanya.


" Haikal jangan berbicara seperti itu, bagaimana Reina bisa nyaman di rumah ini sedangkan kamu sendiri yang membuatnya tak nyaman ada di sini" ucap Bu Nina yang melihat perubahan di wajah Reina yang mulai tak nyaman berada di rumah ini.


Haikal pun tersadar bagaimana nanti jika setelah ini Reina jadi enggan datang ke rumahnya lagi karena hal ini.


" maafkan ayah " ucap Haikal, Reina hanya bisa mengangguk karena tak ingin niatnya datang untuk bersilaturahmi malah berakhir dengan kekecewaan karena sikap ayahnya.


" ayo kita makan siang, nenek sudah menyiapkan makan siang spesial untuk kamu " ucap Bu Nina sedangkan Haikal hanya bisa mengikuti Reina dengan kursi roda karena sampai saat ini Haikal masih belum bisa berjalan seperti dulu.


Sama halnya dengan Reina dimana Alan juga baru saja sampai di depan rumahnya tapi siapa sangka saat dia akan membuka pintu rumah Alan mendengar Nabila sedang berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.

__ADS_1


" pokoknya aku tidak mau tau, kamu harus bisa menjalankan semuanya dengan mulus dan jangan sampai gagal " ucap Nabila dengan nada bicara yang terdengar sangat marah.


Setelah mengatakan itu Nabila pun langsung menutup sambungan telepon nya dan dirinya pun masih belum menyadari kehadiran Alan di depan pintu rumahnya.


" aku akan mengabulkan apa yang kamu minta Agnia " ucap Nabila dengan senyum yang terkesan menyeramkan.


" mah.. " mendengar suara Alan tentu saja membuat Nabila pucat pasi, tapi demi menutupi kegugupannya Nabila langsung tersenyum lebar seolah tidak terjadi apapun tadi.


" Alan.. anak mama " ucap Nabila sambil memeluk Alan dan Alan pun membiarkan Nabila memeluk dirinya karena Alan pun sebenarnya sangat merindukan ibunya.


" kapan kamu datang ?" tanya Nabila yang hanya ingin memastikan sesuatu.


" baru saja " ucap Alan yang tak ingin membuat ibunya curiga jika sebenarnya Alan mendengar apa yang di bicarakan ibunya di telepon meski Alan tidak tau siapa yang tadi di hubungi ibunya tapi yang iya tau jika bunda Agnia saat ini sedang dalam bahaya.


" ayo masuk, mama akan siapkan makan siang buat kamu " ucap Nabila yang kini yakin jika Alan tidak mendengar apa yang di bicarakan nya di telepon.


Alan pun mengikuti ibunya tapi kini hatinya malah tidak tenang bagaimana jika orang yang di perintahkan ibunya langsung menjalankan tugasnya dan membuat Bunda Agnia dalam bahaya.


" apa mama masih berharap akan bisa kembali dengan ayah ?" tanya Alan penuh kehati hatian.


" tentu saja, bahkan tadi mama juga datang ke rumah ayahmu dan memintanya untuk menikahi mamah dan mama rela jadi yang ke dua " ucap Nabila tanpa rasa malu.


" boleh Alan bertanya ?" tanya Alan yang tak ingin ibunya semakin salah langkah dan akhirnya berakhir di dalam penjara.


" apa mama masih mencintainya ayah ? atau karena mamah merasa ego mamah yang di pertaruhkan di sini sehingga mamah terkesan egois dan hanya mementingkan kebahagiaan mamah sendiri " ucap Alan yang terkesan dewasa.


" jangan pernah mengajari mama apalagi jika menyangkut masalah ayah kamu " ucap nabila.


" termasuk ingin mencelakai bunda Agnia ?" tanya Alan.


Mendengar ucapan Alan membuat Nabila yakin jika Alan sudah mendengar kan semuanya.

__ADS_1


" apa yang kamu bicarakan " ucap Nabila pura pura tidak mengerti apa yang di bicarakan Alan.


" mama tidak mengerti apa yang kamu bicarakan " ucap Nabila masih berusaha bersikap tenang.


" baiklah, jika mamah tidak ingin mengakuinya, tapi jika sampai terjadi hal yang buruk pada Bunda, orang yang pertama kali Alan curigai adalah mama" ucap Alan.


Mencoba percaya pada ibunya, Alan pun mulai memakan masakan yang sudah di siapkan ibunya, setelah kepergian sultan, Agnia pun terduduk di kursi keluarga sambil memikirkan apa yang tejadi terjadi belakangan ini.


" ya Tuhan, kenapa perjalanan rumah tangga ku begitu berat, banyak sekali cobaan yang datang silih berganti " gumam Agnia sambil menghapus air mata yang tiba tiba saja mengalir di pipinya.


Tak ingin terlarut dalam kesedihan, Agnia pun bersiap untuk pergi ke toko kue miliknya yang kini sudah di pegang oleh orang kepercayaan Agnia.


" mas.. Agnia mau pergi ke toko kue ya " pesan Agnia yang baru saja iya kirim ke ponsel sultan.


" ya sudah nanti pulang kerja mas jemput ya " pesan balasan sultan pada Agnia.


Setelah mendapat izin balasan dari sultan, Agnia kini bersiap untuk pergi ke toko yang iya rintis dengan sultan suaminya kini, tapi entah kenapa mendadak perasaan Agnia malah menjadi tak tenang.


" ya Tuhan lindungilah anak dan suamiku dimanapun mereka berada " doa Agnia untuk orang orang tersayang nya.


Agnia pun langsung melajukan motornya menuju toko kue, meski sultan sudah menyiapkan mobil untuk Agnia tapi Agnia lebih nyaman menggunakan motor dari pada mobil.


" seperti yang kamu minta Nabila, aku akan menghilangkan batu yang menghalangi jalan mu untuk bisa memiliki sultan "


✍️✍️✍️ apa yang sebenarnya di rencanakan Nabila hanya demi bisa memiliki sultan kembali🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2