
Belum selesai dengan berita yang di sampaikan pak sultan tentang putrinya, kini Savitri datang tanpa di undang seperti menyiram bensin di kobaran api.
" telpon saja mas Haikal " ucap agnia karena memang ada yang ingin iya tanyakan juga pada suaminya.
" Nia .. kamu harus tenang " ucap pak sultan yang melihat raut emosi di wajah agnia.
Savitri yang tak ingin kehilangan kesempatan untuk merusak citra agnia dimata Haikal pun langsung menghubungi Haikal yang berbarengan dengan jam pulang kantor.
" halo.. iya ada apa ?" tanya Haikal yang baru saja akan membuka pintu mobil nya.
" mas datang ke cafe cempaka, Vi punya sesuatu yang kan membuka mata mas "ucap Savitri sambil melihat ke arah agnia dan juga laki laki di samping Agnia.
" katakan saja kalau tidak kita video call saja " ucap Haikal enteng.
" ini tentang Agnia " ucap savitri agar Haikal mau menemui dirinya di cafe.
" baiklah " ucap Haikal saat mendengar nama agnia, Haikal pun menutup sambungan telepon nya dan mulai melajukan mobilnya menuju cafe seperti yang di sampaikan savitri padanya.
Sedangkan di cafe Agnia yang mencoba bersikap tenang meski pak sultan tau jika Agnia tidak baik baik saja terlebih dirinya yang bicara soal Reina tadi sebelum wanita itu datang dan merusak pembicaraan nya.
Agnia yang semakin tak tenang pun mencoba menghubungi Reina yang malah tidak bisa di hubungi membuat agnia semakin panik dan tak tenang.
" oh.. jadi kamu menghubungi mas karena melihat agnia dengan laki laki lain ?" tanya Haikal yang baru saja tiba di teras cafe Agnia.
" ya.. agar mas tau jika Agnia tidak sebaik dan selurus yang mas kira selama ini " ucap savitri semakin menyiram bensin di hati di
Haikal.
" pantas saja kamu begitu yakin untuk bisa lepas dari mas " ucap Haikal dengan pandangan yang merendahkan agnia dan pak sultan tentunya.
" Reina dimana mas ?" tanya agnia tanpa memperdulikan pandangan Haikal pada dirinya.
" ada dirumah " ucap Haikal berbohong
" yakin ada di rumah ? dan apa mas tau siapa yang sudah menampar Reina tadi ?" pertanyaan agnia sontak saja membuat Haikal diam seribu bahasa.
__ADS_1
" atau harus agnia hubungi agar mas tau dimana Reina berada " ucap agnia sambil kembali menghubungi Reina dan beruntung kali ini Reina mengangkat sambungan telepon nya.
" halo Bun.. " sapa Reina dari seberang sana
" halo sayang.. dimana ?" tanya Agnia yang sengaja me lostspeaker handphone nya agar Haikal dan savitri mendengar ucapan Reina.
" Reina ada di rumah Dava Bun, rein ngga mau tinggal sama ayah lagi " ucap Reina dengan suara terisak.
" iya sayang.. tunggu bunda ya.. "
Setelah mendengar jawaban Reina, agnia pun menutup sambungan telepon nya dan meletakan handphone nya kembali di dalam tas kecil nya.
" sebenarnya apa yang sudah mas lakukan pada Reina ?" tanya Agnia dengan suara yang di buat sepelan dan setenang mungkin karena Agnia masih ingat dimana dirinya berada saat ini.
Haikal yang di tanya seperti itu masih diam seribu bahasa meski kini dirinya dan savitri sudah duduk di hadapan agnia dan sultan.
" jika mas hanya menyakiti agnia, agnia masih bisa menerima " ucap Agnia.
" tapi jika sudah menyangkut masalah Reina, maaf agnia sudah tidak bisa memaafkan mas lagi " ucap agnia sedang suara dan tatapan yang sangat tajam dan menekan.
" Agnia akan mengambil hak asuh atas Reina bagaimana pun caranya " ucap agnia yang kini sudah bangkit dari duduknya.
" mas sadar dengan mas ucapkan ?" tanya Agnia dengan senyum mencebik ke arah Haikal.
" tidak akan kami meninggalkan mas jika kamu tidak kecewa sedalam dalamnya dengan semua yang mas lakukan pada kami " ucap Agnia.
" dan keputusan Agnia untuk berpisah dari mas sudah bulat " ucap Agnia.
" NGGA.. MAS TAK AKAN MEMBIARKAN KITA BERPISAH DAN JUGA MEMBIARKAN KAMU. MENGAMBIL HAK ASUH ATAS REINA " teriak Haikal yang tentu saja mengundang perhatian orang orang di sekitar mereka.
Lelah dengan keegoisan Haikal, Agnia memilih meninggalkan Haikal dan Savitri menuju rumah dava di ikuti sultan di belakangnya.
" naik lah, Reina pasti sudah menunggu mu saat ini " ucap sultan sambil membuka pintu mobil untuk Agnia, tanpa banyak bicara Agnia memilih mengikuti apa yang di katakan sultan karena lelah di hatinya.
" apa kamu sudah benar benar memikirkan semuanya " tanya pak sultan sambil mengemudi kan mobilnya menuju rumahnya.
__ADS_1
" maaf saya tidak ingin membahas masalah ini, terlebih dengan anda yang memang bukan siapa siapa saya dn Reina " ucap Agnia
Mendengar Agnia yang membatasi diri dari nya, pak sultan pun memilih untuk fokus mengemudi meski sesekali mencuri pandang ke arah Agnia yang seperti nya memiliki beban pikiran yang sangat berat.
Setelah kepergian Agnia dan laki laki itu, Haikal pun ikut pergi di ikuti savitri di belakangnya.
" mas jadi kan ke rumah Vi ?" tanya savitri ambil mengimbangi langkah Haikal yang sangat cepat, Haikal pun menghentikan langkahnya lalu melihat ke arah savitri yang tersenyum ke arahnya.
" apa lagi yang kamu inginkan ?" tanya Haikal.
" Vi ingin mas bertanggung jawab pada Vi dan anak yang sedang Vi kandung " ucap savitri dimana mereka berada tak jauh dari mobil Haikal.
" maksud kamu ? kita kembali bersama ? tanya Haikal sambil mendesak Savitri ke dekat body mobil miliknya.
" ya.. Vi ngga mau hamil tanpa di dampingi suami dan Vi ngga mau berpisah dari mas " ucap savitri penuh keberanian.
" dan Vi yakin jika agnia juga sudah tidak ingin kembali dengan mas lagi " ucap savitri, Haikal yang mendengar itu semua pun membenarkan jika mungkin Agnia dan Reina tidak ingin kembali padanya.
" baik lah " ucap Haikal sambil pergi meninggalkan savitri yang terdiam dengan jawaban Haikal yang terasa ambigu.
" maksud mas apa ?" tanya savitri sambil mencoba mengejar Haikal yang sudah memasuki mobilnya.
" mas akan bertanggung jawab atas anak yang kamu kandung dan kita akan bersama " ucapan Haikal sontak saja membuat savitri seolah mendapat apa yang iya inginkan.
" tapi setelah anak itu lahir dia akan ikut dengan mas dan kita akan berpisah " ucap Haikal karena bagaimana pun anak yang di kandung savitri adalah darah dagingnya sendiri yang tidak akan mungkin iya sia siakan.
Savitri menatap penuh kecewa dengan keputusan yang di ambil Haikal untuk nya dan anak yang ad dalam kandungan nya.
" kenapa seperti itu ? anak itu juga kan pasti butuh ibunya bukan hanya ayahnya saja " ucap savitri dengan linangan yang mengalir di pipinya.
" terserah... kamu pikirkan saja baik baik keputusan apa yang akan kamu ambil dan jika memang sudah ada keputusan hubungi mas nanti "
✍️✍️✍️😡😡😡 Emosi dengan kelakuan Haikal yang hanya memikirkan dirinya sendiri...
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹