End Of Patience

End Of Patience
Meyakinkan Dava


__ADS_3

Bu cahaya tidak percaya anaknya bisa berbicara seberani itu di hadapan Sultan dan Agnia, apa lagi ini menyangkut Alan.


" sebenarnya kamu kenapa Dava ?" tanya sultan ada keponakan nya.


" maafkan Dava, Dava hanya terlalu khawatir pada Reina " ucap Bu cahaya sambil menarik Dava.


" tapi Bun.. Apa yang Dava ucapkan benar, bagaimana bisa Reina dan Alan tinggal satu rumah " ucap Dava masih pada pendirian nya.


" apa kamu cemburu pada Alan ?" tanya Agnia yang kini mulai mengerti dengan perubahan sikap Dava yang mulai protektif pada Reina.


Sultan kini paham jika Dava melakukan itu bukan karena membenci Alan tapi merasa jika mungkin posisi nya akan tergeser dengan kehadiran Alan di samping Reina.


" Dava.."


" Dengar kan om " ucap sultan yang langsung mendapat tatapan serius dari Dava dan semua yang ada di sana termasuk Alan dan juga Reina.


" jika memang kamu menyukai Reina itu sangat lah wajar tapi kamu juga tak bisa melarang orang lain untuk tidak suka juga pada Reina " ucap sultan sambil melihat ke arah Alan.


" tapi om percaya jika Alan akan menjaga Reina seperti seorang kakak kepada adiknya " ucap sultan yang sebenarnya tidak bisa memastikan kedepannya akan seperti apa.


" tapi om, bagaimana jika seiring berjalannya waktu alan menyukai Reina " ucap Dava yang masih belum tenang.


" kak, lihat lah Dava sekarang sudah sangat besar " ucap sultan yang merasa bangga karena melihat Dava yang seperti sedang mempertahankan apa yang menjadi miliknya.


" iya kakak tau, dan kakak sungguh malu di buatnya" ucap Bu cahaya sambil melihat ke arah Dava.


" Dava, lihat Reina " ucap Reina yang kini sudah ada di hadapan Dava teman sekaligus sahabat nya.

__ADS_1


" kamu akan tetap menjadi teman dan sahabat untuk Reina, sedangkan kak Alan akan menjadi kakak untuk Reina " ucap Reina dengan senyum yang benar benar membuat Dava merasa sangat tenang dan damai melihat nya.


" dan untuk ke depannya kita ikuti alur yang Tuhan gariskan untuk kita, karena kita hanya bisa berencana dan berusaha " ucap Reina yang langsung mendapat acungan jempol dari Agnia dan juga sultan.


" sayang.. Mas bahagia dan bangga melihat Reina yang sudah berpikir dewasa di usia yang masih sangat belia " ucap sultan yang kini sudah merangkul pinggang Agnia di hadapan semua nya.


Sudah lah sebaiknya kalian semua istirahat " ucap Bu cahaya yang merasa jika semuanya membutuhkan waktu untuk beristirahat.


" Dava kamu tidur dengan Alan, biar bunda tidur dengan Reina " ucap Bu cahaya agar Dava bisa lebih akrab dengan Alan dan bisa bicara dari hati ke hati karena sama sama laki laki yang dalam masa pubertas.


Seperti apa yang di sarankan Bu cahaya dimana Agnia dan sultan sudah lebih dulu memasuki kamar sultan, begitu pun Dava dan Alan yang tak ingin membantah ucapan Bu cahaya sedangkan Reina terus dengan senang hati bisa tidur dengan Bu cahaya yang sudah Reina anggap ibu kedua baginya.


" Dava " Alan yang saat di luar hanya menyimak apa yang di sampai kan Dava kini mencoba membuka suara dan berharap Dava bisa mengerti dirinya.


" kamu tau kenapa aku bisa ada di rumah ini ?" tanya Alan tapi Dava hanya menggeleng karena yang iya tau dirinya dan Reina di perintahkan untuk bisa menghibur Alan agar Alan nyaman ada di sini.


" kamu tau jika aku ternyata bukan lah anak kandung ayah Sultan? sontak saja Dava menganga tak percaya dengan apa yang diucapkan Alan padanya.


" panjang ceritanya " ucap Alan yang kini sudah terlihat kembali sedih dengan kenyataan hidupnya.


" jadi aku tidak akan mungkin merusak kepercayaan yang sudah ayah dan bunda Agnia berikan " Ucap Alan meyakinkan Dava.


" andai suatu saat nanti aku menyukai Reina aku pasti akan jujur padamu dan kita akan bersaing secara sehat dan terbuka untuk mendapatkan Reina " ucap Alan yang langsung mendapat anggukan dari Dava yang setuju dengan apa yang iya dengar.


kini Alan dan Dava bisa bernafas lega setelah Alan menjelaskan agar Dava tidak perlu khawatir untuk saat ini, lain halnya dengan Agnia yang merasa malu karena satu kamar dengan sultan untuk pertama kalinya.


" kenapa kamu terlihat tegang sayang " ucap sultan yang kini sudah memeluk Agnia dari belakang untuk pertama kali saat Agnia yang masih berdiri sambil menatap ke arah jendela, melihat malam yang hanya bertabur bintang kelap kelip di langit.

__ADS_1


" apa kamu merasa gugup ? " yang langsung mendapat anggukan dari Agnia dengan pipi yang mulai bersemu merah tapi sultan tidak melihat perubahan di wajah Agnia.


" terima kasih karena sudah mau menerima Alan yang kini kita semua tau jika Alan tidak memiliki ikatan apapun dengan mas " ucap Sultan sambil meletakkan dagunya di ceruk leher Agnia yang tentu jasa membuat Agnia meremang di buatnya.


" jujur mas kini takut jika mas tidak sehat dan tidak bisa memiliki anak kandung " ucap sultan yang masih dalam posisi yang sama.


Agnia tau jika saat ini sultan sedang rapuh apa lagi usia Alan saat ini memasuki lima belas tahun tapi tak sultan hanya memiliki Alan dalam pernikahan nya dengan Nabila.


" Agnia yakin jika mas sehat dan kelak mas akan memiliki anak kandung dari Agnia " ucap Agnia yang kini sudah berbalik menghadap sultan sambil membelai wajah sultan yang terlihat sedih.


" tapi andai pun nanti Agnia tidak kunjung hamil, mas sudah punya Alan dan Reina yang akan menjaga dan menyayangi kita saat kita tua nanti " ucap Agnia agar sultan tidak merasa rendah diri.


Sultan pun memeluk erat Agnia merasa bangga bisa menikahi wanita yang bisa berpikir jernih dan dewasa di setiap masalah yang sedang di hadapi nya.


" dan sebagai permulaan kita akan melakukan nya malam ini, apa kamu sudah siap ?" tanya sultan sambil membelai wajah agnia saat mendapatkan izin dari Agnia yang kini sudah mengangguk sambil memejamkan matanya.


Sultan mencium kening Agnia untuk pertama kali, lalu mulai menciumi setiap inci wajah Agnia dan bermuara di bi bir Agnia yang dulu pernah menari nari di wajah ya.


" nikmati lah sayang, jangan tahan suara mu karena kamar ini memang sengaja mas desain untuk malam panjang kita " bisik sultan.


" Agnia hanya merasa seperti baru pertama kali, karena memang sudah sangat lama Agnia tidak merasakan sentuhan lembut seperti ini " ucap Agnia sambil memejamkan matanya menikmati apa yang di lakukan suaminya.


" dan mas akan menghapus setiap ingatan kamu dengan dia, mas janji "


✍️✍️✍️ cieee.. Ada yang mau belah duren nih.. Pas lagi sama rasa cemburu yang tiba tiba muncul 🤭🤭 apa Agnia dan sultan akan benar benar berhasil melewati malam panjang mereka ? ataukan akan ada gangguan yang membatalkan semuanya...


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2