End Of Patience

End Of Patience
Tak ingin menutupi


__ADS_3

Agnia semakin gelisah karena hingga kedatangan Bu cahaya ke rumah sakit sultan masih saja belum kembali.


" kenapa kamu terlihat khawatir Nia ?" tanya Bu cahaya yang baru saja datang dan meletakkan bubur ayam buatannya.


" mas sultan masih belum kembali sejak dini hari" ucap Agnia yang kini sudah terlihat berkaca kaca.


" kenapa kamu jadi sedih seperti ini ?" tanya Bu cahaya yang melihat perubahan di wajah Agnia.


" Agnia hanya takut apa yang pernah Agnia alami dulu kembali terjadi " ucap Agnia yang memang merasa trauma dengan apa yang pernah iya alami, Bu cahaya mengerti jika Agnia merasa seperti itu karena rasa trauma itu wajar dirasakan Agnia apalagi pengkhianatan itu terjadi bertahun tahun.


" tapi suami mu saat ini adalah sultan, dan kakak tau jika sultan tidak pernah akan mengkhianati kamu karena dia juga tau bagaimana rasanya di khianati " ucap Bu cahaya mengingatkan Agnia.


" iya kak, tapi urusan apa yang begitu penting hingga membuat mas sultan tega meninggalkan Agnia seorang diri di sini " ucap Agnia yang masih belum bisa tenang sebelum melihat sultan ada di hadapannya.


" maaf "


Suara yang sangat di harapkan Agnia pun akhirnya terdengar dan tentu saja membuat Agnia merasa lega tapi matanya malah berkaca kaca karena kini laki laki yang iya khawatirkan sudah berdiri di hadapan nya.


" lihat, sultan sudah kembali dan dia kembali dalam keadaan baik baik saja jadi kamu harus percaya sama sultan " ucap Bu cahaya meski dirinya pun penasaran kemana sultan hingga tega meninggalkan Agnia seorang diri.


" mas dari mana saja " ucap Agnia yang terdengar sangat manja di telinga sultan.


" ada yang harus mas urus dan itu semua ada kaitannya dengan orang yang mencelakai mu " ucap sultan yang tak ingin menutupi apapun dari Agnia.


" jadi bagaimana ? Apa kamu sudah yakin jika dia yang telah melakukan itu pada Agnia ?" tanya Bu cahaya yang penasaran tapi pertanyaan itu malah membuat Agnia penasaran siapa yang di maksud kakak iparnya.


" memang siapa yang telah membuat Agnia seperti ini mas ?" tanya Agnia yang hanya ingin tenang.


Sultan melihat ke arah kakaknya Bu cahaya lalu tatapannya kembali pada Agnia yang masih menunggu jawaban dari sultan.


" apa ada yang mas tutupi dari Agnia ?" tanya Agnia yang semakin yakin jika sultan menutupi sesuatu dari nya.

__ADS_1


" lebih baik jelaskan agar Agnia tidak semakin salah paham apa lagi ini menyangkut dia " ucap Bu cahaya apa lagi Agnia tadi sempat berpikir macam macam tentang sultan.


" memang Agnia kenapa kak ?" tanya sultan.


" Agnia takut jika kamu meninggalkan nya " ucap Bu cahaya, sultan pun mendekat ke ranjang Agnia dan menggenggam tangan Agnia agar Agnia yakin jika dirinya tidak seperti yang di pikirkan Agnia.


" sayang.. Mas cinta sama kamu " ucap sultan yang sudah membelai pipi Agnia sedangkan Bu cahaya langsung keluar setelah melihat sultan mendekat ke arah Agnia dan memberikan mereka ruang untuk berdua.


" dan mas tau bagaimana rasanya di khianati, jadi mas tidak akan mungkin melakukan itu apalagi usaha mas untuk mendapatkan kamu juga tidak lah mudah " ucap sultan di akhiri dengan kecupan di kening Agnia.


" mas hanya ingin kamu percaya pada mas " ucap ucap sultan sambil melihat ke arah mata Agnia.


Jika di ruang rawat Agnia sultan sedang menjelaskan apa yang iya lakukan hingga harus meninggalkan Agnia bahkan tanpa ada yang iya tutupi agar tak terjadi kesalahpahaman dalam rumah tangganya dengan Agnia.


Lain halnya dengan apa yang terjadi pada Nabila dimana sultan benar benar memasukannya kedalam penjara setelah Aipda Hamka sampai di kantor polisi.


" kalian tidak bisa menghukum ku ?" teriak Nabila yang baru saja di masukan ke dalam jeruji besi.


" karena tidak ada bukti kongkrit yang memberatkan ku yang memerintah orang itu untuk mencelakai Agnia " ucap Nabila masih mencoba berkelit.


" benarkah ? Apa kamu yakin jika saya tidak memiliki bukti yang bisa memberatkan kamu ?" tanya Aipda Hamka sambil melihat ke arah Nabila yang masih percaya diri bisa lolos dari jerat hukuman yang sudah ada di depan matanya.


" bahkan keterangan Anton pun sudah jauh dari kata cukup untuk menyeret kamu kedalam penjara " ucap Aipda Hamka.


" tapi kamu tenang saja "


" saya memiliki cukup bukti yang akan bisa memberatkan kamu dan membuat kamu mendekam lama di dalam penjara " ucap Aipda Hamka yang mulai kesal dengan sikap Nabila yang masih saja sombong meski dalam keadaan terjepit.


" benarkah " ucap Nabila yang meski hatinya mulai tidak tenang tapi iya mencoba menutupi semuanya di hadapan Aipda Hamka.


" dan kamu lihat wanita itu ?" tanya Aipda Hamka sambil menunjuk ke arah Savitri sedangkan Nabila hanya menatap sekilas karena iya tidak mengenali Savitri.

__ADS_1


" dia mungkin tidak akan masuk penjara selama Agnia istri dari sultan tidak menuntutnya " ucap Aipda Hamka yang hanya ingin memberikan efek jera pada orang orang yang ingin merusak rumah tangga sahabatnya.


" jadi apa bedanya dengan ku jika dia hanya dengan minta maaf bisa keluar dari penjara, jadi aku juga hanya perlu minta maaf pada wanita itu agar bisa lolos dari penjara " ucap Nabila masih dengan nada sombongnya.


" kita lihat apa Agnia akan memaafkan mu atau tetap membiarkan mu mendekam dalam penjara" ucap Hamka yang sudah malas berurusan dengan Nabila.


" apa bapak yakin jika Agnia memaafkan ku maka aku bisa saja lolos dari penjara ?" tanya Savitri yang dari tadi mendengar perdebatan di antara polisi dihadapan nya dengan wanita yang iya yakini mantan istri dari suami Agnia saat ini.


" kita lihat saja nanti " ucap Hamka yang langsung membuat laporan untuk iya serahkan pada atasannya.


Alan yang sebenarnya sangat sedih melihat mamanya yang harus berakhir seperti ini, tapi mungkin ini yang terbaik setidaknya bisa membuat ibunya jera dengan perbuatannya yang merugikan orang lain.


Drttt drttt


Handphone Alan pun bergetar yang ternyata dari ayahnya yang saat ini sedang menghubunginya.


" halo yah, ada apa ?" tanya Alan mencoba bersikap bisa agar ayahnya tidak merasa bersalah sudah memasukan ibunya kedalam penjara.


" halo Alan.. Ini bunda Agnia " ucap Agnia yang sengaja meminta suaminya yang meminta menghubungi Alan setelah mendengar semua yang terjadi pada Alan dan Nabila.


" iya Bun.. Bagaimana kabar bunda ?" tanya Alan yang takut jika bundanya akan melarangnya bertemu dengan ayahnya lagi.


" kamu dimana sayang ?" jujur Alan bingung dengan sikap yang di berikan bunda sambungnya, bahkan dari nada suaranya Alan yakin jika Agnia masih menganggapnya seperti sebelumnya.


" apa Alan bisa datang ke rumah sakit sekarang ? Karena ada yang harus bunda sampaikan sama Alan dan ini juga menyangkut mama Nabila "


✍️✍️✍️ kira kira apa yang akan Agnia sampaikan pada Alan ?🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2