
Hari ini aku mendengarkan musik ditemani dengan gitarku. Pertemuan ku dengan gadis Cantik itu adalah sebuah bagian dari kebahagiaan bagi ku, selama ini aku tak bisa berteman dengan cewek karna aku tipe cowok yang pendiam dan gak bacak bicara. Tapi kenapa saat dekat dengan Cantika dia sangat berbeda dia sangat cantik seperti namanya, entah kenapa pertemuan ku di taman waktu lalu membuat aku jatuh hati padanya. Kala itu aku tak sengaja menyerempet dia dan karna itu kakinya berdarah dan sempat aku ingin bawa ke rumah sakit tapi dia tak mau entah kenapa saat itu aku sangat merasa bersalah, oleh sebab itu sebagai rasa bersalah aku selalu menemani dia. Sampai semua ank sekolah bilang aku seperti bodyguardnya, akhirnya karna sering di ejek, Cantika pun kesal dan dia bilang tak usah terla6 perhatian padanya tapi ya mau bagaimana aku tak kuat jika hidup tanpa dia. Apa aku jatuh cinta? Entahlah padahal gak mungkin banget aku suka sama dia karna aku hanya menganggap dia seperti adikku sendiri.
Singkat cerita Arjuna sering memergoki aku hampir mencium Cantika aku gak sanggup jika kehilangan dia. Tapi Arjuna juga sering memberi perhatian pada Cantika, hubungan kami sempat berantakan karna kami semua saling berantem dan cemburuan satu sama lain.
Meski begitu aku tetap dekat dengan Cantika, yang awalnya Cantika mencoba mendekati aku untuk Jelita, tapi Jelita yang awalnya suka dengan aku kini dia seperti dekat dengan Arjuna entahlah hubungan apa ini?.
Malam ini kenapa gelap sekali, lampu di rumah tiba-tiba padam sepertinya listriknya turun karna tadi aku habis membetulkan komputer. Kayaknya ini malam Jum'at rasanya sepi sekali, tiba-tiba ada suara yang mengagetkan aku, sekelibat aku melihat ada yang bergerak di luar seperti bayangan, tiba-tiba ada suara petir malam itu sangat mencekam. Aku gemetar ketakutan saat mau melihat ke luar rumah, dan ada suara orang ketuk pintu, belum sempat ku buka ternyata itu adalah suara Arjuna. Aku sempat takut hampir saja jantu6 mau copot gara-gara dia, rasanya aku pengen kabur saja saat lihat dia pakai baju hitam-hitam, sudah gelap pakai baju hitam buat aku kaget saja.
__ADS_1
"Gue rasa rumah Lo angker dan Lo musti pindah dari sini" ungkap Arjuna
"Apaan sih Lo malam-malam begini ganggu orang aja tau" ucapku
Aku sangat kaget melihat kedatangan Arjuna yang saat itu mau numpang menginap, dia bilang dia terpaksa menginap di rumahku karna saat itu di rumah Arjuna sedang ada keramaian yaitu para ponakannya, sementara Arjuna tipe orang yang tidak suka berisik alhasil dia menginap di rumahku. Untung saja ayah ibuku sedang tak ada di rumah, tapi kenapa saat malam itu aku dan Arjuna jadi akrab gini.
Entah kenapa yang biasanya berantem jadi main bareng gini, awalnya aku menyuruh dia untuk pulang, aku males kalau ada dia. Tapi dia malah masuk saja memang dia anak yang tak sopan, sudah menginap dia juga minta makan, alhasil aku pun membuatkan mie instan untuk kami berdua.
"Dasar kau tempat yang tak ada akhlak" ujarku
__ADS_1
"Aku ini kan tamu jadi aku adalah raja di sini" ucapnya polos
Aku sebal kenapa rumahku jadi di kuasai Arjuna, baru menginap semalam tapi kenapa aku merasa dia seperti menginap setahun lebih. Malam itu, hujan turun sangat reda aku pun meminjamkan baju ku untuk Arjuna karna bajunya sudah basah terkena air hujan. Awalnya aku merasa kesepian tapi malam ini jadi ramai dengan kehadiran Arjuna, meski dia seperti tamu yang tak ku undang.
Suatu hari adalah sebuah masa di mana kita dapat berkumpul bersama bernostalgia dengan cerita dan bercurhat bersama, bercanda ria dengan tangis dan tawa. Ada rasa suka maupun duka, ada rasa bahagia dan ingin memberi serta diberi. Saat matahari dengan cerah menerpa di tengahnya sang fajar ingin aku bersemi di bawah rindangnya sang pagi. Sayup merdu sang burung beri kenangan pagi untuk menyapa, biarkan ombak pantai memberikan kehangatan di jiwa sembari memberikan perhatian terhadap sang hati. Di mana semua berasal ya mungkin memang Tuhan yang telah membuat skenarionya.
Entah kenapa pagi buta begini, aku langsung terbangun oleh sinar mentari yang ada di dekat jedela kamar cottage tempat kami menginap. Saat itu aku dan kawan-kawan sedang ada upacara perpisahan dan kami jalan-jalan di sebuah pantai tepatnya di Anyer. Entah kenapa saat itu baju yang aku gunakan sama seperti baju yang di gunakan Satria, aku jadi bahan ejekan kawan-kawan. Aku berniat ganti pakaian tapi kenapa tiba-tiba Satria malah menembak aku dihadapan teman-teman, aku jadi malu pipiku jadi merah merona.
"aku rasa kita lebih baik berteman saja" ucapku
__ADS_1
Aku tahu Arjuna, Satria, dan Jelita bukan karna rasa ingin memiliki mereka, tapi lebih ke rasa di mana aku ingin melihat mereka semua bahagia. Meski kita berbeda atau mungkin kita tak akan bertemu lagi.
Suatu ketika kami semua berpisah Jelita kini dikabarkan akan menikah dengan seorang pria pemilik perusahaan terkenal di Bandung. Sedangkan Arjuna dia sekarang menjadi seorang Atlet dan Satria dia sudah menikah dia seorang gadis pilihan mamanya, sedangkan aku awalnya aku dekat dengan Arjuna tapi ya hubungan kami seperti dulu hanya sebatas persahabatan tapi kenapa persahabatan kini membuat benih cinta yang dulu pernah pudar kini tumbuh kembali.