
Sisil mengenakan celana jeans panjang dan kaos ketat. Sehingga sedikit memamerkan bentuk badan nya walau kurus tapi berisi.
Sisil memulas wajahnya dengan bedak tipis-tipis saja dan berdandan sedikit agar wajahnya tidak pucat.
Setelah selesai, kembali Sisil menuju garasi. Sudah terpampang meja panjang yang penuh dengan makanan yang disusun sedemikian rupa sehingga tampak cantik dan enak dipandang mata.
Tampak Ridwan dan tante Caroline baru datang. Tante Caroline tampak cantik dengan dress biru tuanya. Wajahnya juga sudah dipulas menjadi cantik.
Ridwan mengajak Caroline unruk melihat susunan makanan di garasi yang sudah selesai disusun rapih.
"Kamu harus berterima kasih sama Sisil, sayang! Ini semua Sisil yang sudah mempersiapkan nya! " ucap Ridwan menjelaskan kepada Caroline.
Caroline menatap Sisil dengan senyuman menghias wajahnya.
"Terimakasih ya Sisil! " ujar Caroline tetap tersenyum di depan Ridwan dan Sisil.
"Baik juga anak sambung gua! " batin Caroline.
"Sama-sama Tante! " sahut Sisil tersenyum.
"Sana Papa mandi! Siap-siap dulu! " lanjut Sisil lagi mengingatkan Papa nya.
"Oke.... oke.... Papa mandi dulu ya! " ucap Ridwan sambil menggandeng bahu Caroline masuk dalam rumah.
"Papa lu masih keliatan ganteng nya! Gimana gak kepincut si Tante! " ucap Pingkan dengan tertawa.
"Papa gue emang ganteng lagi! Lu belom liat waktu mudanya! " sahut Sisil dengan tertawa juga.
"Iyalah....ini udah tua aja masih ganteng! " lanjut Pingkan masih tertawa.
Sisil tertawa melihat tingkah sahabat nya ini.
Mereka berdua duduk istirahat diruang tamu. Sambil menunggu waktu acara syukuran yang dimulai jam empat sore.
*
*
Jam sudah menunjukkan pukul setengah empat. Beberapa tamu sudah datang.
Sebuah mobil datang dan parkir di dekat lapangan depan. Ternyata Tante Leli, adik Mama Sisil yang datang bersama suami nya.
Tak lama berselang, sebuah mobil datang dan parkir di lapangan depan. Tante Yeni yang notabene adik Mama Sisil, datang bersama suami dan anak-anaknya yang merupakan adik sepupu Sisil.
__ADS_1
Teman-teman dari pihak Ridwan dan tante Caroline sudah pada datang.
Teman-teman Sisil selain Pingkan juga sudah pada datang. Pingkan, Heru, David dan Yanti duduk bergerombol.
Sisil menemani dulu saudara-saudara dari pihak Mama nya yang sudah jauh-jauh datang.
"Nemu dimana tuh Bapak lu, Sil? " tanya Tante Leli jutek. Memang sudah pembawaannya begitu.
"Sisil juga kurang gitu tahu, Tante. " jawab Sisil sopan.
Acara syukuran ini dimulai dengan ibadah pengucapan syukur. Setelah selesai acara makan-makan pun di mulai. Mereka berbaris rapih untuk mengambil makanan di meja panjang dengan jalan memutari meja.
Setelah itu mereka pada duduk di bangku-bangku yang sudah disediakan. Makan sambil ngobrol mungkin sudah ciri khas tamu-tamu yang datang. Karena di acara-acara begini mereka baru bisa bertemu satu dengan yang lainnya.
Setelah tamu-tamu selesai mengambil makanan, Sisil pun mengambil makanan juga. Kemudian dia duduk bergabung dengan teman-temannya.
Tampak Ridwan dan Caroline yang menjadi primadona malam ini begitu bahagia. Senyuman dan tawa tak pernah lepas dari bibir mereka berdua.
Sisil diam-diam memperhatikan Papa nya.
"Semoga Papa menemukan kebahagiaan nya. Amin! " doa Sisil dalam hatinya.
"Sil..... ntar malem Papa lu belah duren nih! " ucap David meledek Sisil dengan candaannya.
Teman-teman yang lain sudah pada ketawa.
"Lu sendiri pasti udah belah duren, Vid! " ledek Sisil ke David sambil melirik mbak Yanti yang pura-pura cuek.
Mereka pun tertawa berbarengan. Kami malah jadi pusat perhatian. Sisil memberi kode ke teman-teman nya agar jangan terlalu berisik suaranya.
Suasana acara syukuran ini penuh dengan suara orang-orang yang mengobrol, suara yang tertawa, penuh kehangatan dan sukacita.
Malam semakin larut, satu per satu tamu-tamu yang hadir berpamitan pulang.
Terakhir tinggallah Pingkan yang belum pulang. Dia sibuk membantu Sisil beres-beres merapikan piring-piring dan gelas-gelas yang berantakan.
Setelah selesai Pingkan berpamitan pulang juga.
"Makasih banyak ya Ping! Lu pasti capek seharian ini! " ucap Sisil berterima kasih atas bantuan sahabatnya itu.
"Sama-sama, Sil. Kan kita saling bantu! " jawab Pingkan dengan senyumannya.
Kemudian Pingkan pamit pada Ridwan dan Caroline di dalam.
__ADS_1
"Makasih banyak yaa Pingkan! Kamu udah bantuin Sisil, juga bantu-bantu disini! " ucap Ridwan yang berterima kasih atas bantuan Pingkan.
"Sama-sama, Om. Mari...... Om... Tante.... saya pamit pulang dulu! " lanjut Pingkan berpamitan.
Pingkan berjalan ke parkiran mobilnya, diikuti Sisil.
Sisil melambaikan tangannya sampai mobil Pingkan hilang di tikungan gang rumahnya.
Sisil kembali masuk ke dalam rumahnya. Nampak tukang catering beserta kru sedang memasukkan peralatan nya ke dalam mobil box nya. Setelah selesai, mereka langsung pamit dan melajukan mobilnya.
Sisil sibuk mencuci piring-piring dan gelas-gelas rumah yang kotor karena terpakai.
Tante Caroline hari ini baru membawa peralatan mandi plus make-up dan baju tidur. Rencana besok baru akan pindahin barang-barang lainnya.
Papa nya dan tante Caroline sudah masuk dalam kamar. Di dalam kamar Papa nya memang terdapat kamar mandi kecil yang jarang dipakai selama ini. Mungkin si Tante mandi disana.
Sisil setelah menyelesaikan tugasnya, akhirnya bisa merebahkan badannya di ranjang kecilnya. Rasanya nyaman sekali. Badan nya terasa capek, seakan-akan tulang pengen rontok semua. Pegel banget.
Sisil membolak-balikkan tubuhnya. Dia belum bisa tidur, padahal badannya sudah sangat capek sekali. Tenggorokan nya terasa haus.
Sisil membuka pintu kamarnya yang berada di depan dengan pelan tanpa suara.
Dia mengambil air minum yang posisinya gak jauh dari meja makan. Dan meja makan ini dekat dengan kamar Papa nya.
Terdengar sayup-sayup suara tawa Papa nya dan si Tante. Dan suara si Tante yang manja.
Sisil mengambil air panas dari thermos yang ada di meja makan. Dia memang terbiasa meminum air hangat sebelum tidur.
Sayup-sayup mulai terdengar lagi suara-suara. Tapi kali ini adalah suara ******* dan lenguhan si Tante dan Papa nya.
Sisil segera meminum air hangat nya. Buku-buku kembali masuk kamarnya. Pusing dia mendengar suara-suara yang membangkitkan hasrat itu.
Sisil membaringkan tubuhnya dan mencoba tidur. Dia memejamkan matanya. Tak lama terdengar dengkuran halus, petanda Sisil sudah pulas menuju alam mimpi.
*
*
bersambung.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa komentar, like dan vote nya yaa bestie... 🙏🏻 dukung terus yaa....
__ADS_1
Terimakasih buat yang sudah dan selalu mendukung mommy... dukungan kk alian sangat berarti buat mommy 🤗
Luv u all... 🤗😘❤💞