Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 23. Tak disangka


__ADS_3

Apartemen Johan.


Johan bangun pagi-pagi sekali. Dia berolahraga di ruangan kecil yang dijadikan ruang olahraga.


Dia sudah resmi pindah dan tidur di apartemen. Semalam habis dari rumah orang tuanya dan makan malam bersama, kemudian pamit menuju apartemen.


Hari ini adalah waktunya beristirahat setelah lima hari kerja. Johan berencana untuk merapihkan apartemen nya.


Johan senang akhirnya dia bisa menempati apartemen nya. Dia sudah terbiasa di luar negeri hidup mandiri. Makanya setelah pulang sangat mengharapkan bisa mandiri juga.


Tapi Johan tetap menghargai pendapat dan keputusan orang tua nya. Setelah kedua orangtua nya memberi ijin, maka Johan baru bisa pindah ke apartemen.


Apartemen yang diambil Johan cukup lumayan besar dengan dua kamar. Dilengkapi dengan fasilitas dapur. Dan sedikit dirubah Johan untuk dijadikan ruang olahraga dan ruang kerja.


Ting-tong......


Bel apartemen Johan berbunyi.


"Siapa pagi-pagi gini udah bertamu? " Johan menaikkan alisnya. Kemudian dia keluar dari ruang olahraga menuju pintu depan.


Begitu pintu dibuka, tampak Danu dengan wajah penuh senyuman dan tangan yang terangkat menunjukkan bawaan nya.


"Gue kira siapa yang bertamu... " Johan bicara santai. Dia masih memakai celana pendek dan kaos singlet. Menampilkan badannya yang kekar. Peluh membasahi singlet nya.


Danu memasuki apartemen Johan dan meletakkan barang bawaannya di atas meja makan.


"Gue beli makanan dan minuman kaleng bro! Gue liat kemarin kulkas lu masih kosong. Mau gue isi! " ucap Danu sambil melap minuman kalengnya.


"Memang lu sohib gue yang paling baik bro!! " Johan menepuk pundak Danu seraya tertawa.


"Dari dulu gua juga baik kali....hahaha.... " tawa Danu juga pecah.


Begitulah Johan dan Danu jika sudah bertemu. Kalau di kantor, mereka boleh serius dalam urusan kantor. Tapi jika sudah diluar kantor, mereka berdua layaknya sahabat yang tau satu sama lain, saling perhatian dan peduli.


"Sebentar gue ke parkiran dulu. Ada berkas yang mau gue kasih ke lu bro....biasa dari anak buah kita! " Danu dengan sigap berjalan keluar pintu.


Danu berjalan menuju lift dan turun ke area parkiran. Dia mengambil amplop coklat yang ada di laci mobilnya. Lalu kembali mengunci mobilnya dan kembali ke atas tempat Johan.


Danu masuk ke dalam apartemen Johan yang sengaja tidak dikunci pintunya oleh Johan.


Dia meletakkan amplop coklat itu di meja ruang tamu Johan.


"Lu udah buka belom bro? " Johan bertanya ketika melihat amplop itu. Dia lagi minum air putih hangat untuk menghilangkan rasa lelahnya sehabis sedikit berolahraga.


"Yang ini kali gue belom sempet buka bro! " sahut Danu duduk di sofa sambil melonjorkan kakinya.


Sehabis minum Johan juga duduk di sofa. Diambilnya amplop coklat itu dan dibukanya.


Johan mengeluarkan berkas-berkas tulisan dan dua helai foto. Dibacanya apa yang tertera di kertas hasil penyelidikan anak buahnya. Dilihat juga foto yang dilampirkan. Dahinya tampak berkerut. Tapi itu cuma sebentar, Johan tertawa keras.


Danu heran dengan tingkah sahabat nya, diambilnya kertas yang masih dipegang Johan, kemudian dibacanya juga. Kemudian Danu mengambil foto dari tangan Johan. Tawa Danu pun meledak. Sama kerasnya dengan Johan.

__ADS_1


"Gila!.... Bener-bener gila!! " ucap Danu disela-sela tawanya.


"Gue udah curiga waktu lihat foto kemarin yang agak buram. Gak nyangka ya! " Johan melipat kertas laporan dan memasukkan kembali dalam amplop beserta fotonya


"Dasar cewek mesum! " Danu berkata masih tetap tertawa.


"Yang bego siapa, yang pinter siapa... hahaha.... " lanjut Danu lagi.


"Tentu aja yang pinter tuh cewek, bisa begoin dua cowok sekaligus! " Johan kembali tertawa.


Mereka berdua tertawa berbarengan.


"Lu mesti hati-hati bro!! Yang diincar lu bro, bukan gue!! " ucap Danu mengingatkan sobatnya Johan.


"Tenang bro!! " Johan tersenyum menanggapi ucapan Danu, sekaligus membenarkan juga dalam hatinya.


"Cewek type gini akan menghalalkan segala cara supaya tujuannya berhasil. Jadi lu mesti hati-hati banget deh bro!! Kalau perlu gak usah bertemu!! Biar gue jadi tameng bro!! " Danu menjelaskan panjang lebar.


Danu khawatir juga sahabat nya kenapa-kenapa. Dia akan meningkatkan pengawasan yang super ketat, terutama di kantor dan apartemen.


Juga dengan gadis yang disukai sahabat nya ini, Danu bertekad mau meningkatkan pengawasan nya juga.


Drrttt.... drrttt..... drrttt....


Sebuah message masuk dalam hape Johan.


Johan mengambil hapenya, dan membaca message yang baru diterimanya.


"Gue siap-siap dulu bro! Terus kita ke cafe M! " Johan meletakkan hapenya di meja. Kemudian langsung menuju kamar nya, mandi dan bersiap-siap.


Setelah selesai Johan keluar kamar, kemudian jalan menuju ruang tamu. Dilempar nya kunci mobilnya ke Danu yang masih ada di sofa.


"Yukk berangkat!! Sekalian kita makan siang disana! " ucap Johan sembari jalan keluar.


Danu mengambil kunci mobil Johan, lalu langsung menyusul sahabatnya.


Setelah mengunci pintu apartemen nya, mereka berdua menuju lift untuk ke tempat parkiran.


Danu membawa mobil Johan dengan kecepatan sedang. Sementara Johan yang duduk di sebelah nya mengirim pesan bahwa dia sedang menuju cafe M.


*


*


Di cafe M seorang gadis melenggang masuk dan mengambil duduk agak ke belakang sedikit, biar bisa melihat keadaan sekitar dengan lebih leluasa.


Gadis itu adalah Tamara. Dia yang sudah mengirim pesan kepada Johan dan mengajak untuk bertemu. Tamara sudah mengingat kejadian yang pernah dia lihat secara tidak sengaja di cafe M.


Dan dia memutuskan untuk memberitahukan pada Johan.


Tamara tampak menelpon seseorang.

__ADS_1


"Kak Jody dimana? Apakah sudah mau sampai? " tanya Tamara di hapenya.


"Sebentar lagi sayang..... aku kejebak macet! " ucap Jody dari hapenya.


"Oke kak.....hati-hati yaa.... " Tamara menyudahi telpon nya. Dia mengundang Jody juga untuk datang ke cafe M.


Seorang pelayan menghampiri Tamara dengan membawa menu makanan dan minuman.


"Saya pesan jus jeruk aja dulu. Nanti makanan tunggu yang lainnya datang ya mbak! " ujar Tamara kepada pelayan itu.


Tidak sampai sepuluh menit pelayan itu datang dengan membawa jus jeruk pesanan Tamara.


"Mungkin pada kejebak macet... " gumam Tamara dalam hati.


Tamara mengutak-atik hapenya. Rasanya dia menyimpan foto pada saat kejadian itu. Akhirnya dia menemukan nya, tapi fotonya kurang jelas. Wajah perempuan yang di foto tidak keliatan sebab diambil dari belakang perempuan itu. Sedangkan wajah laki-laki muda yang ditutup topi dan masker itu tampak jelas.


Pintu cafe terbuka, tampak Johan dan Danu masuk.


Tamara melambaikan tangan pada mereka berdua.


Johan melihat lambaian tangan Tamara dan menghampirinya. Danu berjalan di belakangnya.


"Siang kak Johan dan...... " Tamara berdiri nenyambut Johan dan Danu.


"Oiya....kenalin asistenku Danu! " potong Johan menjelaskan sebelum Tamara bertanya lagi.


"Silakan duduk kak! Mau pesan makanan apa? Ini menunya kak! " Tamara duduk kembali dan menyerahkan daftar menu kepada Johan.


Johan dan Danu duduk di hadapan Tamara.


"Kita sekalian makan siang aja ya... " Johan meminta persetujuan Tamara.


"Boleh kak. Plus satu orang lagi masih dalam perjalanan. " Tamara buru-buru bicara.


"Oke.... Oke.... " Johan mengangguk.


Johan meminta Danu untuk memesan makanan dan minuman.


*


*


bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa teman-teman... dukung selalu dengan memberikan komentar membangun, like dan vote πŸ™πŸ»


Terimakasih buat teman-teman semua yang sudah memberikan dukungannya baik berupa komentar, like atau vote. Dukungan kalian sangat berarti buatku.


Merry Christmas saya ucapkan buat teman-teman yang merayakan nya. Semoga damai Natal membawa sukacita dan Tuhan memberkati kita semua. AminπŸ™ πŸ˜˜πŸ€—

__ADS_1


Luv u all πŸ˜˜πŸ€—πŸ’žβ€


__ADS_2