
Mereka semua bersantap dengan santai tanpa rasa terburu-buru. Diselingi dengan canda tawa dan pembicaraan ringan selama makan.
Sisil merasa bahagia bisa berkumpul dengan teman-teman nya kembali. Rasanya tiga bulan itu kok lama banget.
Tapi saat berkumpul ini cukup mengobati rasa kangen nya pada semua teman-teman nya.
Makanan berat alias nasi sudah selesai. Sekarang mereka menyantap kelapa batok yang rasanya adem di perut. Bagus untuk panas dalam.
Setelah selesai acara kumpul-kumpul, mereka semua berpamitan. Tak lupa cipika-cipiki nya buat yang perempuan.
"Jangan lupa undangan nya ya, Sil! " teriak Mbak Yanti sambil melambaikan tangan nya. Sisil membalas lambaian tangan Yanti.
"Gua pamit ya dan terimakasih banyak! Jangan lupa juga undangannya ya, Sil! " pamit dan pesan Heru sebelum keluar dari resto itu.
"Iya! Udah sana! Kontak-kontak ya, Her! " pesan Sisil pada Heru.
Semua sudah pada pamit pulang, tinggal Pingkan dan Sisil saja di meja resto itu. Sisil membereskan pembayaran di kasir. Dan setelah selesai, mereka berdua berjalan keluar resto menuju mobil Pingkan yang diparkir di seberang resto.
Pingkan melajukan mobilnya kembali ke tempat kost Sisil. Pingkan tidak mampir ke tempat kost Sisil, dia langsung pulang setelah menurunkan Sisil di tempat kost nya.
Sisil yang sudah masuk ke dalam kamar nya duduk di atas ranjang nya. Dia langsung meraih ponsel nya dan mengetik message lewat WA kepada Johan. Dia mengabari Johan kalau dirinya sudah pulang ke kost nya.
Sisil mengganti baju nya dengan baju santai, lalu membaringkan tubuh nya di atas ranjang nya.
Sisil kembali teringat omongan teman nya, Heru.
"Mengapa Heru bisa ngomong seperti itu ya? Apakah benar kak Johan mau married dengan Sisil? Ini sebenarnya berita gosip atau memang benar adanya? "
Pertanyaan-pertanyaan itu langsung terlintas di dalam benak Sisil. Sisil tidak dapat membayangkan semua hal itu jika ternyata benar adanya. Benar jika kak Johan mau married dengan dirinya. Tapi Sisil berpikir itu mustahil karena dia baru menjalin hubungan dengan Johan hanya hitungan bulan.
Dan kalau ternyata apa yang dibilang Heru cuma gosip saja, maka malu lah Sisil. Mau taruh dimana muka Sisil.
Sisil tidak pernah membayangkan jika dia suatu saat akan cepat menikah. Buat Sisil, dia menjalin hubungan dengan Johan saja sudah anugerah yang luar biasa. Apalagi jika sampai benar-benar menikah.
__ADS_1
Untuk mengetahui kebenarannya, Sisil memutuskan akan bertanya langsung pada Johan nanti.
Ponsel Sisil berbunyi, ada telpon masuk dari Johan.
"Sore Kak Johan! " sapa Sisil begitu menjawab ponselnya yang berbunyi.
"Lagi apa kamu, sayang? " tanya Johan di seberang sana.
"Lagi rebahan plus terima telpon kamu, Kak! " jawab Sisil cepat. Terdengar suara tawa Johan di ponsel.
"Mau keluar sore ini, sayang? Kita makan diluar atau nonton? " tanya Johan kembali. Rasanya jika tidak bertemu Sisil membuat hati Johan tidak tenang.
"Boleh, kita makan diluar saja Kak Johan! Nonton nya gak usah, lagi males! " jawab Sisil cepat. Sisil gak begitu hobi nonton di bioskop, dia lebih senang nonton drama korea.
"Oke sayang, kita makan di luar saja ya! Nanti jam lima sore di jemput ya! " ujar Johan cepat memutuskan waktu kencan nya.
"Oiya, Sil, sekalian kamu bawa baju ganti untuk nginap malam ini di rumah ya! Mama pengen kamu nginap! " lanjut Johan lagi memberitahu Sisil keinginan Mama Wiwid.
"Ini kemauan Mama atau Kak Johan? " ledek Sisil diiringi tawa nya.
"Oke Kak, nanti malam Sisil nginap di rumah Mama Wiwid. Sisil beres-beres dulu ya! " ucap Sisil mengakhiri pembicaraan nya dengan Johan.
"Oke, sayang! Bye....! " pamit Johan dan langsung mematikan ponselnya.
Sisil meletakkan ponselnya di atas ranjang. Dia bangun dan mulai menyiapkan baju apa saja yang akan dibawa nya untuk menginap nanti. Dia memasukkan baju tidur, baju ganti, pakaian dalam serta kosmetiknya dalam satu tas kecil saja. Selesai beres-beres, Sisil mandi dan bersiap-siap.
Sisil mengenakan celana panjang jeans yang dipakainya siang tadi dan kaos krah warna kuning gading. Dia paling suka mengenakan busana casual, ringkas tidak ribet.
Tepat jam lima ponsel Sisil bergetar menandakan ada message masuk. Ternyata dari Johan yang memberitahu jika sudah ada di parkiran kost.
Sisil langsung menyambar tas tangan dan tas baju nya, lalu mengunci pintu kamarnya dan berjalan ke parkiran kost yang cukup luas.
Dilihatnya sedang biru sudah menunggu nya tepat dekat pintu keluar kost. Sisil buru-buru masuk ke dalam mobil. Dia menutup pintu, meletakkan tas baju nya di jok belakang dan langsung mencium pipi kiri Johan.
__ADS_1
Johan meraih wajah Sisil, diciumnya pipi kanan Sisil dan bibir Sisil yang merah ranum tanpa polesan lipstik. Memerah wajah Sisil menerima perlakuan Johan yang selalu mesra terhadap dirinya.
Johan sudah siap untuk melajukan mobilnya keluar pelataran parkiran kost menuju jalan raya. Dia berencana akan membawa Sisil pergi makan Sushi, makanan kesukaan Sisil.
Butuh waktu hampir satu jam untuk tiba di resto Jepang yang sudah di reservasi Johan. Beruntung jalanan masih belum terlalu malam jadi belum kena hambatan alias masih terbilang cukup lancar.
Johan membawa Sisil ke rumah makan Jepang favoritnya. Dia sudah sering makan di resto ini dan lumayan enak serta harga terjangkau. Tapi buat Johan bukan masalah harga, yang penting masakan nya enak dan cocok di lidahnya.
Sisil memesan sashimi dan ikan salmon, sedangkan Johan memesan ikan salmon juga dan satu set sushi campur. Tak lupa minum nya ocha hangat.
"Kak Johan, boleh Sisil bertanya yang sedikit pribadi? " tanya Sisil yang memecah kesunyian di antara mereka berdua.
"Boleh, tanya aja Sil! " jawab Johan sambil membuat kecap yang dicampur dengan wasabi, satu untuk dirinya dan satu lagi untuk Sisil.
"Apakah Kak Johan mau menikah sama Sisil? " tanya Sisil dengan pelan dan hati-hati. Dia takut Johan tersinggung dengan pertanyaan nya ini yang menurut Sisil gak pantas di tanyakan tapi harus ditanya sebab dia penasaran banget.
Johan yang mendengar pertanyaan Sisil tersenyum lebar.
"Kenapa, sayang? Kamu ingin kita cepat-cepat menikah ya? " tanya balik Johan yang meledek Sisil.
"Ih... bukan gitu juga kali, Kak! Jadi tadi tuh teman Sisil bilang denger-denger katanya Sisil mau married! Lha.... Sisil bingung, makanya Sisil nanya Kak Johan bener atau gak! " jelas Sisil dengan wajah yang memerah menahan malu. Johan tertawa, gemas dia melihat Sisil seperti ini.
"Mungkin teman kamu itu hanya tebak-tebak saja atau ngerjain kamu, sayang! Tapi memang benar sih, aku gak mau pacaran lama-lama, pengen cepat nikah! Kamu mau kan married sama aku? " terang Johan sekaligus menodong Sisil.
Sisil menatap Johan lalu menganggukkan kepala nya. Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. Malu. Tapi ini yang membuat Johan gemas terhadap Sisil.
Bahagia hati Sisil mendengar semua omongan yang langsung dari mulut Johan. Berarti desas-desus yang di dengar Heru benar adanya, bukan gosip semata.
*
*
*
__ADS_1
bersambung.....
_______________________________________