
Pagi hari.
Dari pagi bangun tidur, Sisil sudah disibukkan beres-beres rumah yang akan mengadakan syukuran besok sore.
Sisil mengepel lantai rumahnya. Membersihkan perabot-perabot yang ada.
Sebentar lagi tukang tenda akan datang untuk memasang tenda di halaman rumahnya.
Sisil memang sengaja menyewa jasa tenda, sebab dia takut hujan. Makanya sedia payung sebelum hujan, pasang tenda biar kalau hujan tidak masalah.
"Drrttt..... Drrttt...... "
Sisil mengangkat telpon nya yang berbunyi.
"Hallo... " ucap Sisil mengangkat telponnya.
"Sil, lu butuh bantuan gak? Gua kesana ya? " terdengar suara Pingkan di dalam telponnya.
"Oke Ping, datang aja yaa.. " sahut Sisil cepat.
"Siplah. Gua langsung meluncur ya... " ucap Pingkan kemudian langsung mematikan panggilan telponnya.
Sisil kembali melanjutkan beres-beres rumahnya. Sementara Papa nya tadi terdengar menelpon saudara-saudara untuk mengingatkan acara besok.
Terdengar pintu pagar ada yang mengetuk. Ternyata tukang tenda yang datang. Sisil mempersilahkan mereka masuk dan memasang tenda di halaman rumahnya.
Tak lama berselang, terlihat mobil Pingkan berhenti di depan rumah Sisil. Pingkan keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumah Sisil.
Pingkan menghampiri Sisil yang lagi membereskan meja kecil untuk meletakkan dessert.
Sisil tidak mau pusing dengan urusan makanan, dia sudah memesan catering untuk acara syukuran besok.
Catering yang dipesan Sisil sudah paket komplit dari makanan, minuman, dessert sampai ke mejanya, piring, gelas dan sendoknya. Pokoknya paket komplit semua.
Tak terasa siang semakin terik. Ridwan menenteng kantong assoy memasuki rumahnya dan meletakkannya di meja makan.
"Ayo... Sisil dan Pingkan makan dulu! Ini Papa ada beli nasi Padang, Sil! " ucap Ridwan nenyuruh Sisil dan Pingkan makan siang.
"Ya Pa... "
"Ya Om.... "
Mereka berdua menjawab serempak. Sisil dan Pingkan pun tertawa. Mereka berdua ditambah dengan Ridwan duduk di depan meja makan.
Sisil dan Pingkan melahap nasi Padang nya dengan lahap, demikian juga Ridwan.
"Nasi Padangnya enak Om. Makasih yaa..! " ucap Pingkan seraya membersihkan bibirnya yang berminyak.
"Sama-sama. Om juga makasih banyak udah dibantu beres-beres! " sahut Ridwan dengan tersenyum.
Sisil dan Pingkan melanjutkan lagi tugas mereka yang tertunda. Sisil mengawasi pemasangan tenda. Sedangkan Pingkan sibuk merangkai bunga plastik yang kemarin dibelinya di supermarket.
"Drrttt...... Drrttt........ "
Hape Sisil kembali berbunyi lagi. Kali ini nomor tak dikenal.
"Hallo.... " ucap Sisil mengangkat telpon nya.
"Dengan Ibu Sisil? " tanya seseorang ditelpon.
"Ya betul Pak! Ini dengan siapa ya? " Sisil balik bertanya.
"Saya Jarot, Bu. Apakah benar ini alamat Ibu? " tanya Pak Jarot sambil menyebutkan suatu alamat.
"Betul Pak, itu benar alamat saya! " sahut Sisil cepat.
"Oke Ibu, kita meluncur kesana..ketempat Ibu! " ucap Pak Jarot dengan cepat. Panggilan telpon pun terputus.
__ADS_1
*Siapa Sil? " tanya Pingkan yang mendengar pembicaraan Sisil.
"Pak Jarot, gak tau siapa! " sahut Sisil cuek.
"Apa itu orangnya kak Johan ya? " tanya Pingkan dalam hatinya. Tadi pagi Johan sempat bertanya pada Pingkan mengenai alamatnya Sisil.
Mereka berdua melanjutkan pekerjaan masing-masing. Pingkan masih sibuk merangkai bunga plastik ke dalam wadah pot. Sisil masih sibuk ngawasin pemasangan tenda.
Akhirnya tenda pun siap. Dan mereka membereskan perkakas dan pamit pulang.
Sisil cukup puas dengan pemasangan tenda ini, terbilang rapih.
Sisil kemudian membantu Pingkan, merangkai bunga plastik.
Tiga puluh menit telah berlalu. Terdengar pintu pagar Sisil ada yang ketuk
"Ting...... Ting...... Ting...... "
Bunyi pintu pagar diketuk dengan koin atau benda yang sejenisnya.
Sisil berjalan ke depan pagar. Tampak seorang lelaki setengah baya berpakaian sopan.
"Cari siapa, Pak? " tanya Sisil.
"Benar ini rumah Ibu Sisil? " tanya lelaki itu balik bertanya.
"Iya betul, Pak! Saya Sisil. Bapak siapa? " tanya Sisil kembali.
"Ohh Bu Sisil, saya Jarot, Bu! " sahut Jarot dengan senyum sumringah.
"Mari masuk, Pak! " ajak Sisil mempersilahkan Pak Jarot masuk.
"Ohh tidak usah Bu. Saya cuma ditugaskan untuk nengantar mobil itu ke rumah Bu Sisil. " ucap Jarot sambil menunjuk sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya.
"Mobil? Buat saya? Saya gak pesan mobil lho Pak! " seloroh Sisil yang keheranan.
Mendengar perbincangan antara Sisil dan Jarot, membuat Pingkan melangkah mendekati Sisil.
"Ntar dulu, Pak! Boleh tau yang suruh antar ini mobil tuh siapa, Pak? " tanya Sisil yang penasaran.
"Saya disuruh Pak Johan Pratama, bos saya Bu! " sahut Pak Jarot kembali.
"Ohhh..... " pekik Sisil pelan. Sementara Pingkan juga ikut terbengong-bengong.
"Bawa balik aja Pak, mobilnya! " suruh Sisil pada Pak Jarot.
"Gak bisa, Bu. Kalau Ibu gak nerima, nanti saya yang dimarahin Bapak! " sahut Jarot dengan muka memelasnya.
Sisil menarik nafas kasar. Dia merasa kasihan pada Pak Jarot, dia cuma disuruh antar saja tanpa tahu apa-apa.
"Baiklah, Pak! Mana kuncinya? " tanya Sisil ke Pak Jarot.
"Ini Bu! Surat-surat ada di laci mobil ya Bu! " terang Pak Jarot menjelaskan.
"Iya, Pak! Makasih banyak ya Pak! " Sisil berterimakasih kepada Pak Jarot.
"Sama-sama, Bu! Saya pamit dulu ya! " jawab Jarot.
Pak Jarot berpamitan pada Sisil dan Pingkan.
"Ciieee...... yang dikirimin mobil! So sweet sekali!" ledek Pingkan dengan tertawa.
"Apaan lu! Gak lucu deh! " teriak Pingkan yang kesal pada sahabat nya itu.
Ridwan datang tergesa-gesa. Dilihatnya sebuah mobil baru ada di depan rumahnya.
" Mobil siapa itu Sil? " tanya Ridwan heran.
__ADS_1
"Mobil teman, Pa. Mau numpang nitip disini! " lanjut Sisil lagi. Dia terpaksa berbohong, daripada bilang yang sebenarnya nanti takut Papa nya marah.
"Ohh.... kalau gitu nanti taro dalam garasi aja, biar mobil Papa yang di depan. " suruh Ridwan pada Sisil.
"Iya, Pa! " Sisil menjawab singkat.
Ridwan masuk ke dalam rumah. Sementara Sisil dan Pingkan masih ada di depan.
Sisil menelpon Johan.
"Tuttt...... Tuttt....... Tuttt...... "
"Hallo.... " suara Johan terdengar mengangkat telponnya.
"Hallo kak Johan.... " sahut Sisil cepat.
"Iya Sisil. Sudah sampai mobilnya? " tanya Johan.
"Sudah kak. Tapi buat apa ini mobil? Sisil gak perlu kok! " gerutu Sisil ke Johan. Itulah Sisil yang merasa tidak enak hati dengan kebaikan Johan.
"Buat kamu pakailah, Sil! Mungkin sekarang kamu belum perlu, siapa tau nanti kamu memerlukan nya. Oke, sayang? " jelas Johan.
"Ya.... sudahlah! Terimakasih banyak atas kebaikan kak Johan. " ucap Sisil formal.
Johan disana tertawa. Dia membayangkan Sisil yang sedikit cembetut.
"Jangan formal gitu dong, sayang! " ucap Johan di sela-sela tawanya.
"Oiya, nanti malam saya berangkat yaa. Kamu baik-baik ya selama saya pergi! Kalau urgent banget kamu bisa wa ke nomor ini. Oke sayang?! " Johan berpamitan pada Sisil.
"Iyaa kak Johan. Kakak juga baik-baik disana ya! Sisil gak bisa antar ke bandara kak! " ucap Sisil sedikit sedih karena gak bisa mengantar kepergian kekasih hatinya yang baru terjalin.
"Gapapa, Sil. Saya juga minta maaf gak bisa hadir besok! " ucap Johan lagi.
"Iya gapapa, kak. " sahut Sisil.
"Byee...... muuaacchhh...! " Johan mengakhiri obrolan nya dengan kecupan panjang di telpon,
Sisil tersenyum bahagia dengan kemesraan yang Johan berikan. Tapi hatinya bersedih juga, baru saja menjalin menjadi kekasih tapi sudah langsung ditinggal. Entah berapa lama Johan pergi.
"Ciiieeee... so sweet! Gue dicuekin deh! " ledek Pingkan dengan tertawa.
"Ahh elu!! Yokk lanjut.....udah mau selesai habis ini nih! " ucap Sisil sambil menarik tangan Pingkan untuk menyelesaikan rangjai bunga.
Setelah selesai dirangkai, pot bunga tersebut disusun di meja tamu dan yang tiga lagi untuk digunakan besok.
Pingkan pun pamit pulang pada Sisil dan Ridwan.
"Thanks ya sob! " ucap Sisil memeluk Pingkan.
"Sama-sama, say! Bye....! " Pingkan berjalan masuk ke mobilnya.
Setelah Pingkan berlalu, Sisil juga memasuki mobil pemberian Johan itu ke garasi. Sementara mobil Papanya sudah dikeluarkan lebih dahulu dan diparkir di depan rumah.
*
*
bersambung......
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa komentar, like dan vote nya yaa bestie 🙏🏻 dukung terus karya mommy yaa....
Terimakasih buat teman-teman yang sudah dan selalu memberikan dukungan.... Dukungan kalian sangat berarti buat mommy 🤗
Luv u all 🤗😘❤❤💞💞
__ADS_1