Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 84. POV Johan Pratama


__ADS_3

Namaku Johan Pratama. Anak kedua dari pasangan Herry Pratama dan Widiastuti (biasa dipanggil Wiwid). Aku dua bersaudara. Kakakku bernama Caitlyn Pratama.


Setelah aku menyelesaikan kuliahku di luar negri, aku langsung diberikan tanggungjawab untuk memimpin perusahaan Papa yang bergerak di bidang teknologi.


Sesuai dengan ilmu yang aku pelajari dan pengetahuan yang aku punya, aku menerima tanggungjawab yang diberikan pada ku untuk memimpin dan memajukan perusahaan teknologi yang Papa sudah dirikan dan memang untuk aku kelola jika aku sudah siap.


Segera aku memanggil dan menerima sahabatku, Danu Amarta untuk bekerja denganku. Bersyukur Danu mau menerima dan bekerja padaku.


Perusahaan yang ku pimpin berjalan lancar. Awalnya aku belajar secara otodidak, berusaha mengenal dan mempelajari setiap detailnya. Akhirnya aku bisa memimpin dengan baik, juga bisa mengembangkan perusahaan ini dengan cepat.


Semua ini juga tak luput dari peran sahabatku, Danu. Selama ini dia sudah bekerja keras mengimbangi ku dan membantu semua pekerjaan ku.


Dalam kurun waktu enam bulan aku sudah bisa mengembangkan sayap dengan membuka kantor cabang di kota S.


Selama aku memimpin perusahaan, aku jadi gila kerja. Tidak memikirkan diri sendiri karena banyak jiwa yang harus dipikirkan yaitu karyawan-karyawan ku yang sudah setia membantuku.


Mama ku mengingatkan diriku untuk mencari pacar, jangan sampai lupa karena sibuk bekerja.


Sedangkan aku yang pernah trauma dengan yang namanya perempuan, tak pernah terlintas dalam pikiranku untuk mencari pacar.


Aku berprinsip pacar bisa dicari belakangan, yang penting karier dulu dan mapan maka pacar akan datang dengan sendirinya. Tapi prinsip ku di patahkan Mama. Mama ku bilang bagaimana pacar mau datang jika kita tidak mencari dan membuka hati. Jadi kunci sebenarnya adalah berusaha dan membuka hati.


Aku sekarang tinggal di apartemen yang memang disediakan untuk ku oleh kedua orang tua ku. Ini pun setelah dapat ijin Mama, baru aku bisa mandiri tinggal di apartemen.


Aku mau membeli rumah di perumahan yang telah ku pilih. Dengan mengambil kredit dari bank yang sudah ditunjuk.


Tibalah pada hari dimana aku harus mengikat perjanjian kredit dengan pihak bank yang bersangkutan.


Disinilah aku pertama kali melihatnya. Gadis cantik, manis, berbadan tinggi dan berkulit putih. Dari pertama melihat nya, aku langsung menyukainya. Mungkin inilah yang orang bilang jatuh cinta pada pandangan pertama.

__ADS_1


Dia terlihat cuek dan rajin bekerja. Dan aku mengetahui namanya ketika Mbak Yani, marketing yang menghandle ku mengenalkannya. Sisilia, nama gadis itu. Nama yang indah, seindah wajahnya.


Aku menyuruh Danu untuk mencari informasi tentang Sisil secara detail. Aku juga berusaha untuk mencari tahu sendiri tentang Sisil ini dan suatu hari aku mengikutinya sehabis pulang bekerja.


Aku sempat dibuat syok dan terkejut. Pasalnya Sisil menemui seorang cowok, entah itu siapa tapi dari sikapnya yang begitu ketemu cipika-cipiki berarti dia cukup dekat dengan cowok itu. Siapakah cowok itu? Aku menyuruh Danu untuk menyelidikinya juga.


Aku ingin sebelum memutuskan sesuatu itu tahu dulu hal yang sebenarnya. Begitu juga dalam hal menyukai seseorang begini. Aku hanya ingin memastikan jika Sisil belum mempunyai cowok.


Akhirnya harapan ku terkabul, Sisil masih single. Justru dia baru berpisah dengan pacarnya yang sudah mempermainkan dirinya, juga sudah mengambil perawannya.


Buatku hal itu tidak masalah, sebab aku sendiri juga bukan seorang cowok yang suci. Aku juga pernah melakukan hal itu sewaktu di luar negri dan hal itu tidak mengikat.


Selain aku menyukai Sisil, mungkin juga takdir mempertemukan juga. Sewaktu makan siang dengan Danu, secara tak sengaja aku melihatnya juga makan bersama dengan Mbak Yani dan nasabahnya.


Terus pada waktu mabok di Sunday Club, kebetulan aku dan Danu juga lagi di sana. Ini kebetulan atau takdir aku juga gak ngerti. Aku mengantar Sisil pulang ke rumah Pingkan pada waktu mabok.


Sejak saat itu tanpa sepengetahuan Sisil, sahabat nya Pingkan melaporkan pada ku jika ada apa-apa yang terjadi pada Sisil.


Aku pernah menembak Sisil pada waktu makan bersama dengan Mbak Yani dan Sisil diajak ikut serta. Tapi dia hanya tersipu malu dan tidak menjawab permintaanku, padahal aku melakukannya serius walaupun terkesan becanda.


Sampai suatu saat Sisil diculik. Pingkan sebagai sahabat panik dan khawatir akan keselamatan Sisil dan meminta bantuan ku. Sebenarnya aku sudah tahu juga sebab aku ada menyuruh dua orang bodyguard untuk selalu mengikuti Sisil.


Aku berusaha untuk menyelamatkan Sisil. Segala upaya ku kerahkan. Dengan bantuan teman-teman ku, akhirnya aku bisa menemukannya Sisil dan menyelamatkan nya.


Aku membawa Sisil ke apartemen ku. Dari kejadian ini Sisil tampak sedikit trauma dan aku berusaha menenangkan nya.


Sisil sudah menduga dan tidak menyangka jika pelaku penculikan ini adalah mantan nya yang ternyata sakit hati akan ulah Sisil yang memergoki dan menampar dirinya saat itu.


Saat ini aku kembali menyatakan perasaan ku pada Sisil. Memang Sisil tidak menjawab tapi dia menyambut ciumanku. Itu sudah merupakan tanda bagiku jika dia sudah membuka hatinya untuk ku.

__ADS_1


Sayangnya beberapa hari ke depan aku harus berangkat ke Canada. Karena perusahaan cabang di sana yang di pegang kakakku ada sedikit masalah yang harus aku perbaiki.


Aku meminta Sisil untuk menungguku karena kemungkinan aku pergi agak lama yaitu sekitar enam bulan. Dan Sisil menyanggupinya.


Rasanya berat untuk meninggalkan Sisil. Tapi aku sudah mengurus semuanya dan mau tidak mau aku memang harus berangkat.


Papanya Sisil ada menikah lagi dan Sisil punya mama tiri. Rupanya mama tiri ini berniat mengusir Sisil dari rumahnya. Hingga akhirnya Sisil di usir, jadilah Sisil anak kost.


Aku juga menyuruh Danu untuk mentransfer uang setiap akhir bulan ke rekening pribadi Sisil. Aku tidak mau Sisil kekurangan.


Kejadian naas tidak hanya itu saja, kembali Sisil di pecat secara gak langsung di tempat kerja nya karena menolak bos nya yang ingin melecehkan nya.


Akhirnya kembali aku meminta Danu untuk membuka lowongan pekerjaan dan berusaha agar Sisil melamar ke kantor ku. Rencana ku berhasil. Dan sekarang Sisil sudah bekerja di kantor ku.


Sepertinya Sisil belum mengetahui jika tempatnya bekerja sekarang adalah kantor ku. Aku punya kejutan sendiri untuk dirinya nanti.


Tak terasa aku di Canada sudah empat bulan lebih. System yang sedang ku perbaiki juga sudah hampir selesai. Mungkin kepulanganku bisa dipercepat. Aku sangat kangen dengan gadis itu. Gadis yang telah mencuri hatiku dan telah mengisi hatiku.


Di sini aku juga khawatir dengan kakakku, Caitlyn. Dia menjalin hubungan dengan Scott, seorang lelaki asal Canada. Aku khawatir jika kakakku tersakiti hatinya, karena aku meragukan diri Scott. Aku ingin kakakku hidup bahagia dengan orang pilihan hatinya.


Aku berusaha menjodohkan kakakku dengan Prinanto. Rupanya satu fakta yang kudapat dari Prinanto jika kakakku adalah cinta pertama nya tapi tidak bersambut.


Tapi kenapa kakakku tidak mau berterus terang padaku? Aku tahu dalam hatinya sebenarnya dia menyukai Prinanto. Aku berdoa, semoga kakakku diberikan kebahagiaan dengan orang-orang yang mengasihi dan mencintainya.


*


*


bersambung.....

__ADS_1


_______________________________________


__ADS_2