
Sisil masuk ke dalam rumah nya. Didapatinya tante Caroline sedang asyik telepon. Entah menerima telpon atau si Tante yang nelpon.
Papa Sisil tidak terlihat, mungkin sedang dikamar istirahat.
Sisil masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah. Kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang.
Tubuhnya terasa capek. Tapi hatinya senang. Senang karena masalah Handoko sudah selesai. Senang karena secara tak terduga bisa bertemu Danny, teman lamanya.
Sisil merebahkan tubuhnya ke ranjang. Enak rasanya, nyaman.
Sisil memejamkan matanya. Kembali kepalanya mengingat kenangan-kenangan indah kebersamaan nya dengan teman-teman masa kecil dan remajanya.
Dulu sewaktu masih SMA, Sisil adalah seorang gadis yang ramah dan supel. Dia mempunyai teman-teman yang baik dan menyayanginya. Teman-teman nya ini kebanyakan laki-laki. Sisil lebih senang bergaul dengan laki-laki. Menurut Sisil, kalau perempuan itu ribet, suka cemburu dan iri hati. Kalau teman laki-laki itu lebih enak, lebih perhatian dan cuek. Makanya Sisil lebih senang bergaul dengan lelaki.
Dulu mereka adalah empat sekawan yang cukup dekat dan kompak. Sisil, Danny, Daniel dan Jefry. Kadang di antara ketiga cowok itu ada yang suka mengajak teman-teman mereka lagi jika sedang berkumpul.
Diantara ketiga lelaki yang menjadi teman itu, Sisil paling dekat dengan Danny.
Bukan karena Danny anak seorang pengusaha. Bukan karena Sisil matre atau pilih-pilih teman. Tapi karena memang diantara ketiga cowok itu Danny lah yang paling perhatian ke Sisil.
Kalau Daniel memang dekat dengan Sisil. Tapi cenderung lebih mementingkan dirinya sendiri. Rada egoislah.
Sedangkan Jefry adalah seorang cowok yang cuek banget. Tidak peka dengan perempuan. Tapi rasa setia kawan nya tinggi.
Ketiga cowok ini walau punya kelebihan dan kekurangan, pada dasarnya mereka bertiga sayang dan perhatian terhadap Sisil.
Demikian juga Sisil, walau dia cewek sendiri jika sedang berkumpul, tidak membuat Sisil besar kepala dan manja. Sisil type cewek yang cuek dan adil terhadap teman-teman nya. Tidak suka banyak mulut dan tidak suka mencampuri urusan jika itu hal yang pribadi.
Itulah yang disukai oleh ketiga lelaki itu dalam diri Sisil.
Persahabatan mereka terjalin erat dan lama. Hingga mereka lulus kuliah pun mereka masih suka berkumpul, cuma frekuensi nya saja yang berkurang, tidak sesering waktu jaman sekolah.
Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam persahabatan mereka. Apalagi jika menyangkut urusan cewek atau cowok, urusan naksir dan ditaksir, hal ini bisa jadi bahasan waktu berkumpul.
Daniel yang paling sering naksir-naksir cewek. Mata nya suka jelalatan. Gak bisa lihat yang bening-bening versinya sendiri. Kadang-kadang kita bertiga bosan dengar curhatan Daniel.
__ADS_1
Sisil, Danny dan Jefry, mereka bertiga ini yang paling jarang curhat tentang cewek yang ditaksir. Karena memang bener gak ada yang ditaksir.
Kalau ditaksir cowok, lumayan banyak jugalah bagi Sisil. Tapi gak pernah dianggap sama Sisil, karena dia belum mau pacaran.
Kalau Danny, gak usah ditanya. Tidak bisa dipungkiri, banyak cewek yang naksir terhadap dirinya. Siapa yang tidak tertarik dengan cowok ganteng, anak orang kaya, tinggi, badan bagus, pokoknya cowok idaman cewek-cewek semasa dulu. Mungkin sekarang juga sama, karena Danny yang baru bertemu tadi nampak dewasa.
Sedangkan Jefry, ini sih gak usah ditanya deh. Manusia super cuek. Jarang banget naksir cewek dan jarang pula ditaksir cewek.
Sisil nampak tersenyum sendiri diatas ranjangnya
"Drrttt....... Drrttt..... " Sisil menerima message di hapenya.
"Siapa ya? " tanya Sisil dalam hati.
Sisil membuka hapenya dengan kode nya pribadi. Kemudian Sisil membaca wa yang dikirim adik sepupunya, Dian.
"Mbak Sisil, telpon rumah lagi mati ya? Beberapa hari lalu dan hari ini juga mati
mbak! " message Dian di WA telpon nya.
Sisil bangkit dan duduk di tepi ranjangnya. Dia heran telpon dibilang mati. Padahal tadi waktu pulang dia melihat si Tante masih asyik nelpon.
Sisil membuka pintu kamarnya dan berjalan keluar kamar. Dia masih melihat si Tante masih asyik ngobrol di telpon.
"Ohh rupanya si Tante yang pake telpon lama banget! " gumam Sisil dalam hatinya.
Sebelum sepupunya ini yang kasih tahu, Sisil sudah mendengar dari dua orang temannya yang mau telpon tapi gak diangkat.
Dilihatnya Tante Caroline baru meletakkan gagang telpon.
"Tante, kalau waktu nelpon ada nada sela, tolong diangkat dulu. Itu telpon masuk Tan! ":ucap Sisil dengan nada biasa.
Si Tante gak menjawab sama sekali. Dia diam seribu bahasa. Kemudian si Tante berjalan menuju kamarnya.
" Blaamm...! " terdengar suara pintu dibanting kencang.
__ADS_1
Tante Caroline yang tidak terima dengan pemberitahuan Sisil masuk ke kamarnya dengan membanting pintu.
Sisil menggeleng-gelengkan kepala nya melihat kelakuan si Tante yang seperti anak kecil. Gede ambek.
Padahal cara penyampaian Sisil dengan nada biasa. Bukan dengan nada tinggi.
Ridwan keluar dari kamarnya. Dia menghampiri Sisil yang sibuk melipat baju yang sudah kering dari jemuran.
"Kamu apain si Caroline, Sisil? " tanya Ridwan pada Sisil.
"Gak diapa-apain, Pa. Cuma kasih tau kalo telpon ada nada sela waktu nelpon itu diangkat dulu. Siapa tahu penting! " sahut Sisil bercerita.
"Kok itu sampai banting pintu segala dan manyun gitu? " tanya Ridwan lagi.
"Gak tahu, Pa! Mungkin gak bisa terima omongan Sisil kali! " sahut Sisil pelan.
"Padahal Sisil bicara nadanya pelan, bukan nada tinggi. " lanjut Sisil kembali menjelaskan pada Papa nya.
Ridwan setelah mendengarkan penjelasan Sisil, kembali jalan masuk ke kamarnya.
"Dasar gede ambek! Baru dikasih tahu gitu aja ngambek! Mestinya si Tante itu bisa nyesuaikan diri, kan dia yang masuk dalam rumah ini. " gerutu Sisil dalam hatinya yang sebal dengan tingkah laku Tante Caroline.
Sisil kembali berjalan ke kamarnya. Rasanya dia pengen cepat-cepat memejamkan matanya.
"
*
bersambung...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa komentar, like dan votenya yaa bestie 🙏🏻 dukung terus karya mommy yaa....
Terimakasih buat teman-teman yang sudah memberikan dukungan dan selalu memberikan dukungan.
__ADS_1
luv u all 😘🤗❤💞