Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 40. Acara syukuran (1)


__ADS_3

Tak terasa malam sudah berganti pagi lagi. Waktu ternyata cepat berlalu.


Sisil yang sudah terbangun dari subuh, sudah disibukkan kembali dengan kegiatan rutin dan persiapan acara syukuran sore nanti.


Rencana nya acara syukuran dimulai jam empat sore sampai selesai. Dan catering beserta kru nya diperkirakan akan datang sekitar jam dua siang.


Sisil menikmati sarapan paginya. Bubur ayam langganan nya tadi datang membawa dua bungkus, untuk dirinya dan Papa nya.


Karena semua urusan untuk syukuran sudah selesai, jadi Sisil bisa lebih nyantai.


Seperti saat sekarang ini Sisil menikmati sarapan buburnya dengan santai dan masih bisa membayangkan Johan.


Hati Sisil masih berbunga-bunga dengan kemesraan yang Johan berikan walau mereka berdua tidak bertemu. Dia membayangkan pembicaraan nya dengan Johan semalam.


*


#Flashback on #


Sekitar pukul tujuh malam, hape Sisil bergetar dan berbunyi. Sisil lagi merebahkan badannya di ranjang. Baru terasa capek dan pegal seluruh badan nya.


"Drrttt..... Drrttt...... Drrttt...... "


Sisil melihat nama yang tertera di hapenya, Johanku.


"Iya... hallo..... " Sisil langsung dengan cepat menjawab telponnya.


"Hallo sayang.....kamu lagi ngapain? Sudah makan belum? " suara Johan di telpon terdengar mesra.


"Sudah kak! Ini sekarang lagi di kamar, istirahat. " sahut Sisil.


"Kak Johan belum jalan? " lanjut Sisil bertanya.


"Wahh saya ganggu dong? Saya jalan sebentar lagi sekitar jam setengah sembilan dan sambil nunggu waktu saya sempetin dulu telpon kesayangan ku ini. " ucap Johan.


"Gak kok! Kak Johan gak ganggu! Justru Sisil senang kakak telpon! Nanti kan Sisil lama gak bisa ngobrol sama kakak! " ucap Sisil cepat-cepat takut Johan memutuskan sambungan telponnya.


"Hahaha.....iyaa sayang! Kakak belum pergi tapi kaya nya kamu udah kangen ya! " Johan terkekeh di telpon nya.


Sisil yang tidak berhadapan langsung pun wajahnya sudah memerah, malu.


"Sil, kamu benar ya mau menunggu saya balik? " Johan bertanya serius setelah selesai dengan kekehan nya.


"Iya kak! Asal kakak benar-benar balik ya! " sahut Sisil memastikan lagi.


"Iya baliklah! Kan sudah ada yang menunggu saya! " ucap Johan mesra.


"Cuma berapa lamanya saya gak bisa pastiin, tapi yang pasti gak sampai setahun kok! " jelas Johan.


Sisil sedih dalam hatinya, tapi dia tidak mau Johan tahu. Sisil ingin Johan pergi dengan tenang agar pekerjaan nya disana bisa cepat selesai.


"Kamu jaga diri dan jaga hati ya selama saya gak ada. Nanti begitu saya sudah balik, saya akan menebus waktu saya yang hilang bersama dengan kamu sayang. I love u so much, honey! " ucap Johan mesra seakan tahu suasana hati Sisil.


"Love u too, kakak! Kakak juga jaga diri dan jaga hati yaa! Jangan kecantol cewek bule yaa! " ucap Sisil dengan perasaan.

__ADS_1


Johan tertawa. Dia merasa lucu dengan perkataan Sisil. Rupanya Sisil belum mengenal Johan, karena mereka dekat baru beberapa hari saja.


"Iya, sayang! " Johan menenangkan Sisil dengan kata-kata mesranya.


"Kalau ada urgent kamu bisa WA ke nomor ini, sayang. Saya pasti baca tapi malam baru bisa bacanya! " Johan kembali mengulang perkataannya yang sore tadi. Dia takut Sisil lupa.


"Iya kak! " sahut Sisil.


"Oke.... kakak siap-siap dulu ya. Sebentar lagi mau berangkat. Love u honey! Take care! Muuaacchh... " cium Johan dari jauh.


"Love u kakak! Take care too! Muuaacchh....! " sahut Sisil gak kalah mesranya.


Johan memutuskan sambungan telpon nya. Sementara Sisil hatinya berbunga-bunga walaupun akan ditinggal dalam kurun waktu yang lama.


*


#Flashback off#


*


Sisil tersenyum sendiri kalau mengingat pembicaraan nya dengan Johan semalam.


Sisil menyudahi sarapannya dan mencuci piring-piring kotor yang masih ada di bak cuci piring.


Papanya sedang mengantar tante Caroline ke salon untuk di make-up. Papanya tidak menyewa jas tapi tetap memakai jas nya yang lama. Karena masih bagus dan masih muat.


Sisil bersiap-siap untuk pergi ke pasar. Dia ada memesan kue-kue untuk acara sore nanti.


Setelah selesai mengambil kue-kue di pasar, Sisil kembali ke rumah. Dia merapikan kue-kue tersebut di dalam piring-piring kecil.


"Hallo.... " Sisil mengangkat telpon dari Pingkan.


"Hallo Sil, lu mau makan apa siang ini? Gue bentar lagi mau ke rumah lu! " ucap Pingkan di telpon.


"Lu beli nasi rames aja Ping! " sahut Sisil cepat. Dia tidak mau merepotkan sahabat nya.


"Oke.... Oke....! Nanti gue langsung ke rumah lu ya! " ucap Pingkan lagi.


"Oke say! " sahut Sisil kembali sambil mematikan panggilan telpon Pingkan.


Sisil duduk di sofa melonjorkan kakinya yang terasa pegal. Dinyalakannya televisi yang ada di depannya.


Mata Sisil terpejam, rasa kantuk menyerangnya dikarenakan hembusan kipas angin sepoi-sepoi mengenai badannya.


Selang empat puluh menit berlalu. Sisil tampak tertidur di sofa.


Sementara itu Pingkan yang sudah sampai di depan rumah Sisil, memarkir mobilnya di sebrang rumah Sisil. Jadi tidak menghalangi keluar masuk tamu-tamu yang datang nantinya.


Pingkan mengetuk pagar rumah Sisil dengan kunci mobilnya, jadi terdengar suara nya nyaring.


Sisil yang tertidur pun terbangun mendengar pagar rumah ada yang mengetuk.


Sisil berjalan ke depan rumahnya. Dengan menguap lebar Sisil membuka gembok pagar rumahnya.

__ADS_1


Pingkan yang melihat Sisil masih menguap dan mengantuk, tersenyum lebar.


"Lu ketiduran ya? " tanya Pingkan sambil berjalan masuk ke dalam rumah. Diiringi Sisil di belakang nya.


"Iya. Padahal cuma mau selonjorin kaki ehh malah jadi ketiduran! " cerita Sisil sambil duduk di meja makan.


Diambilnya bungkusan nasi rames yang dibeli Pingkan. Kemudian dimakannya dengan lahap. Pingkan pun memakan dengan lahap karena tadi pagi tidak sempat sarapan.


Selesai makan, mereka berdua duduk-duduk santai di sofa sambil mengobrol.


"Kak Johan sudah pergi ya? " tanya Pingkan menatap Sisil.


"Iya, semalam! " sahut Sisil.


"Ciieee..... baru jadian udah ditinggal...! " ledek Pingkan diiringi ketawa nya.


"Arrgghhh.....gelo lu Ping! " kesal Sisil sambil memukul bahu Pingkan dengan bantal sofa.


Pingkan tertawa geli melihat Sisil yang sedikit kesal diledek nya.


"Ting...... Ting..... Ting..... "


Pintu pagar rumah Sisil kembali diketuk.


Sisil berjalan keluar rumah. Ternyata tukang catering beserta kru nya sudah datang.


Sisil membukakan pintu untuk mereka masuk dan bersiap-siap.


Jadi garasi digunakan untuk catering beserta kru nya memajang meja panjang dan perlengkapan nya. Garasi diubah menjadi ruang makan.


Tempat halaman yang sudah dipasang tenda itu nanti untuk tempat duduk tamu-tamu yang datang.


Sisil sibuk membantu team catering. Pingkan menghampiri Sisil di garasi.


"Sil, lebih baik lu mandi dan siap-siap sana! Biar ini gue gantiin posisi lu dulu! " Pingkan memberi masukan pada Sisil. Diambilnya bungkusan yang masih di pegang Sisil.


"Bener juga lu Ping! Oke gue tinggal dulu, lu gantiin disini dulu ya! " pinta Sisil.


"Siap say! " sahut Pingkan.


Sisil berjalan masuk ke dalam rumahnya. Diambilnya handuk dan langsung menuju kamar mandi.


Sisil mandi dengan cepat. Setelah selesai dia langsung masuk kamarnya. Bersiap-siap dan berdandan tipis.


*


*


bersambung.....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote nya yaa bestieπŸ™ dukung terus karya mommy yaa....

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya buat teman-teman semua πŸ€— dukungan kalian sangat berarti buat mommy πŸ€—


Luv u all πŸ€—πŸ˜˜β€πŸ’ž


__ADS_2