Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Episode 17


__ADS_3


Sore itu aku naik sepeda sendirian di dekat komplek rumahku, komplek yang masih sejuk dan terdapat taman di dekatnya juga ada danau kecil seperti tempat untuk bermain. Aku sangat suka bermain di dekat danau itu karna suasananya sangat sejuk banyak binatang seperti burung ikan dan sebagainya di tambah dengan sayup merdu pepohonan yang masih hijau, sebetulnya aku tak berniat untuk berhias kala itu tapi aku fikir aku harus berdandan maksimal agar Gilang suka melihatku. Saat itu aku kenakan dress pink kesukaanku ditambah dengan bando lucu. Aku gemetar dan gugup, saat itu di sekolah Gilang bilang dia ingin berjumpa denganku di dekat taman komplek karna rumah Gilang dan aku berada di komplek yang sama.


Aku menunggu dengan perasaan tegang, sebetulnya Gilang dan aku kami telah bersahabat sejak di SMP dan kini kami sekolah di SMK yang sama. Perasaan ku luluh lantah kala itu, aku kira Gilang aku berharap dia menyukai aku ternyata dia menyukai Dara aku merasa sedih, perasaan aku hancur dan aku kaget aku tidak kuat mendengar pernyataan Gilang. Selama ini aku hanya bersembunyi dengan status sebatas teman dan sahabat tidak lebih dari itu. Aku merasa terpuruk dan malu, serta kecewa aku merasa perasaan ku tidak terbalaskan oleh Gilang.

__ADS_1


Kabut senja menutup matahari tak terlihat apa yang bisa memberikan sinar dihati sayup gemuruh yang aku harapkan, namun tak jua memberiku bahagia. Entah mengapa sinar matahari tidak mberi cahaya terhadap embun di kelopak mata, hati ini berkecamuk penuh misteri tapi tak memberikan sedikit harapan untuk aku bahagia. Apa yang terjadi terhadap hati mengapa diam membisu, apa tak layak jua aku bahagia. Aku memang tak secantik dia tapi apa pantas kau bandingkan aku dengannya, riuh gemuruh tak kuat menanggung beban di hati yang karam.


Sulit tuk mengenal sang hati, sulit tuk memandang di sudut mata ini. Sedikit demi sedikit air mata menetes dengan kuat dan dengan penuh lirih terpendam di hati, aku merasa Dara tak mendengar jeritan hati ini. Aku juga tidak mau hubungan persahabatan ku dengan Dara menjadi renggang, tapi apa mau dikata perasaan ku merasa dicampakkan.


Biasanya aku selalu bermain basket bersama Gilang di dekat sekolah tapi kini Gilang jadi dekat dengan Dara dan dia selalu saja nempel seperti perangko. Awalnya aku yang menjodohkan mereka tapi kenapa sekarang aku yang jadi cemburu melihat mereka berdua.

__ADS_1


Jujur aku tak kuasa menahan beban di hati tapi ini curahan hati ku, aku tak kuasa kala itu. Aku yang awalnya merasa kesepian kini aku di temani Coky kucing manis yang imut dan lucu peliharaanku. Bersamanya aku keluarkan segala isi dihatiku, aku berharap Gilang dapat terhapus dalam ingatan ku.


Bersama itu, aku dan ayahku kini kami memutuskan tuk pindah dan jauh dari komplek serta sekolahku yang dulu. Aku sebenarnya merasa sangat terpuruk kala itu tapi aku tak bisa menceritakan pada Gilang ataupun Dara.


Disisi lain, Gilang dia selalu saja mencariku. Begitupun Dara yang aku kira sahabatku kenapa kini, biarlah mungkin ini hanya sebatas ceritaku. Setiap orang pasti punya kesalahan dan tidak setiap orang juga bisa memahami kesalahannya dan memahami arti persahabatan.

__ADS_1


__ADS_2