
__ADS_1
Aku baru sadar wanita itu adalah Masha dia sangat populer di universitas kami dia sangat cantik dan sholehah dia juga seperti bukan berasal dari Malaysia karna wajahnya sangat ayu, dia seperti tipe aku. Aku tak sabar ingin lebih dekat dengannya, tapi kenapa aku seperti mengenalnya. Sesungguhnya jodoh, rezeki dan maut sudah diatur oleh sang maha kuasa entah kenapa aku jadi sering ikut acara pengajian tapi ya memang aku sering ikut acara pengajian di kampus. Tapi hari ini jadi aneh kenapa gadis -gadis cantik itu mengenalku? Aku memang terkenal di kampus sebagai cowok alim, ya bisa dibilang seperti ustadz tapi aku tak mau di panggil seperti itu karna ilmuku masih sedikit, tapi banyak teman dan sahabat-sahabatku yang meminta saran dan pendapat bahkan meminta jodoh padaku, padahal aku sendiri sibuk dan bingung tentang jodoh, bagaimana aku bisa menolong orang lain, alhasil aku hanya bisa membantu mereka sedikit ya semuanya juga tergantung tuhan yang maha kuasa. Aku sebenarnya sudah beberapa kali sering di jodohkan oleh para sahabatku karna hanya aku yang belum menikah. Alhasil aku jadi sendirian yang belum menikah, terkadang aku jadi malu jika ingin ke acara pesta pernikahan karna tak ada yang bisa aku ajak. Entah kenapa ikhtiar ku akankah berhasil atau tidak aku hanya bisa berdoa dan bersabar serta mengikhlaskan segalanya, karna pada awalnya aku bersih keras untuk tidak berpacaran. Aku bingung dengan gadis manis yang cantik itu kenapa dia selalu melihat ke arahku? Apa ada yang aneh denganku? Apa penampilan ku aneh? Aku bingung tapi kenapa gelagatnya sangat aneh.
__ADS_1
Entah kenapa aku harus kembali ke Jakarta tempat aku di lahirkan, suatu hari ayahku menelpon dia bilang ingin menyuruhku pulang karna ayah hendak menjodohkan aku dengan anak teman kerja ayahku dahulu di kantornya, entah kenapa aku didandani dengan sangat rapi dengan menggunakan kebaya syar'i lengakap dengan hijab di kepalaku. Aku sangat gugup, kenapa ayahku seperti orang yang sangat killer kala itu, karna aku dijemput langsung dari Malaysia ke Indonesia aku jadi sangat khawatir padahal aku belum sempat selesai berkenalan dengan Hendra malah disuruh pulang oleh ayahku. Aku pun terpaksa menuruti perkataan ayahku. Di rumah aku di panggil diri ayu oleh asisten rumah tangga di rumah kami maklum aku anak perempuan satu-satunya. Saat itu hal yang paling mendebarkan adalah di mana saat aku akan bertemu sosok pendamping hidupku, kenapa malam ini sangat membuatku gugup aku tak tahan dengan kondisi seperti ini. Tapi aku juga merasa konyol jika harus memilih untuk kabur dari rumah, biarlah ku turuti permintaan ayahku. Malam itu hampir jam setengah sembilan malam tamu juga belum hadir dan ternyata yang membuat aku kaget adalah cowok yang akan di jodohkan denganku dia adalah Hendra, aku kaget padahal. Aku tak sanggup berbicara, aku bingung. Apa ini adalah surprise dari ayahku atau Hendra, dia datang membawa seikat bunga mawar merah dan juga cincin yang sangat cantik dan indah kemudian dia memasang dan mengikatnya di jari manisku aku tak menduga ini dapat terjadi karna aku tak tahu kenapa Hendra bisa langsung melamarku. Hendra bercerita padaku bahwa ikatan pernikahan adalah hal yang sangat sakral untuk itu dia merahasiakan ini dariku dia malah langsung melamarku di Indonesia karna dia ingin disaksikan oleh ke dua orang tuaku. Akupun sangat bahagia, ini seperti penantian awalnya aku hanya mencari sosok lelaki yang dapat menjadi imamku dan kini Hendra adalah sosok suamiku.
__ADS_1