Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Episode 3


__ADS_3


Seorang backpacker adalah hobi dan kebiasaan yang terbilang menantang bagiku, jurang dan beragam cobaan sering aku dapati di setiap lika-liku hidupku.


Hari itu adalah pencarian terhadap sang matahari entahlah dimana sang Surya berasal apakah ada sebuah Negeri yang terdapat Seribu Cahaya?.

__ADS_1


Setiap dalam kehidupan seseorang pastinya adalah sebuah pilihan saat kamu memilih kamu harus siap dengan setiap keadaan yang ada, baik suka maupun duka.


Jangan cerita lagi tentang ke galauan sang fajar di ufuk timur, ketika matahari terbenam dan beri secerca cahaya demi sang hari. Pagi itu kala itu ketika matahari terbit dan sang ayam berkokok berikan semangat baru meski terasa haru biru dengan kejadian yang baru dialami, pernahku bermimpi kala aku memuja dan menatap sang matahari saat itu tak ku temui merpati putih, sementara ada sebuah bekas sayap yang indah. Aku bertanya pada sang waktu kala itu, masih menanti sang fajar di ufuk timur kala tak ada yang tahu bagaimana bisa drama itu terjadi dalam hati, meski hanya sedikit tapi apa bisa sang bintang tetap besinar, mereka kecil tapi banyak, mereka merekah layaknya sang bunga mawar merah. Oh bintang bagaimana dengan keadaan sang rembulan apa kau masih bisa berteman dengannya, dan bagaimana keadaan sang bidadari malam ketika wajahnya sangat cantik dan indah kala aku memandang. Binar alam saat itu sungguh memberi aku tempat untuk mencintai di hati ini kala rindu menyapaku saat dedaunan berguguran dan kala pepohonan rindang disana tempat aku duduk untuk berteduh dari teriknya matahari. Wahai jiwa yang tenang di manakah sang bidadari berada? Saat ini kala ini aku kehilangan cahaya dan bisikan sang burung camar yang menanyakan tentang misteri sang merpati putih yang mengepakkan sayapnya. Tak satupun kulihat di mana timbanya sang bidadari tak jua ku lihat dimana dapat ku nanti. Kala ini serpihan hatiku seperti menunjukkan jiwanya, tapi tak pula aku temui dimanakah rimbanya.


Sunyi sepi kala malam menyapa memberi aku dahaga, kala itu hujan gemercik turun. Aku tak sengaja berhenti di dekat rumah yang terdapat dekorasi khas rumah gadang.

__ADS_1


Burung berkicau di pagi hari sayup suara merdu ayam jago berkokok tak terasa hirup pikuk perkotaan dengan suara mobil motor dan suara pabrik pertokoan mulai ramai. Mentari pagi bersinar dengan semiring alam, aku tinggal di bibir kota tepatnya diantar gang-gang sempit dekat pertokoan, meski terbatas tapi disini sangat ramai dan banyak anak kecil bermain serta suara pengembala domba di dekat kebun serta ada suara sungai air Ciliwung yang sangat deras, aku tinggal dekat komplek perumahan disini rumahnya besar-besaran dan banyak gedung bertingkat, aku suka dengan gaya interior rumah yang aku huni awalnya aku tinggal di Surabaya karna aku harus bekerja di Jakarta akhirnya aku di pindahkan oleh Bos ku untuk bekerja di Jakarta.


Hari ini hari Sabtu, kantor libur. Aku berniat joging di dekat sekitaran komplek perumahan, ditemani dengan anjing peliharaanku. Sebelum berangkat aku mandi dulu, di rumah ini aku hanya tinggal sendiri aku belum berkeluarga padahal usiaku sudah menginjak 31 tahun. Di Surabaya adalah tempat aku dilahirkan namaku Brandon, aku sebenarnya sudah hampir menikah dengan pacarku Aqila tapi karna hubungan kami tak direstui aku memutuskan untuk berjuang sendiri dan kini aku memilih hidup sendiri dan hanya di temani Choky anjing peliharaanku, anjing ini awalnya aku temukan di dekat gang kakinya berdarah sepertinya bekas gigitan anjing besar, anjing ini sangat lucu dan manis dia selalu menghiburku kala aku stres saat menghadapi pekerjaanku di kantor. Aku setiap bulan sekali sering jalan-jalan berkeliling kota, aku sangat suka jalan-jalan. Resiko jika masih bujangan adalah menyiapkan segala sesuatunya sendiri. 


Sudah kurang lebih 5 tahun aku tinggal di kota Jakarta, kota yang sangat besar hirup pikuk dengan jangtung perkotaan dan juga taman yang indah, meski memang terkenal sebagai kota metropolitan. Tapi tetap saja kerinduanku terhadap kota halaman terkadang suka terbesit dalam hatiku. Ya kota Surabaya, aku sangat cinta padanya meski disana banyak kenangan yang sedih maupun kisah bahagia. Dahulu zaman masih sekolah menengah atas aku pernah jatuh hati pada seorang gadis cantik parasnya sangat imut dan manis namanya Aqila, gadis itu terlihat baik dan ayu. Dia adalah anak pemilik perusahaan kebun teh tempat ayahku bekerja, singkat cerita aku jatuh hati padanya, di sekolah aku selalu menemuinya awalnya hanya sekedar iseng saja tapi lama-lama aku jatuh hati padanya tetapi hubungan kami tak bertahan lama. Awalnya kami hanya berpacaran secara diam-diam, tapi akhirnya ketahuan oleh ayah Aqila oleh sebab itu ayahku di berhentikan dari perusahaan tempatnya bekerja, aku sadari semua karna salahku. Dan untuk menebus kesalahanku aku berusaha untuk menjauhi Aqila, awalnya Aqila selalu mencari aku tapi kami waktu itu hanya bisa bertemu waktu aku ingin pindah ke Jakarta. Aqila menangis karna dia tak ingin kami berpisah tapi ayah Aqila yang sangat jahat itu memisahkan kami. Begitupula dengan Ayah dan Ibuku. Ibuku melihat hal tersebut dia meninggal karna sakit jantung, akibat kematian Ibuku Ayahku memarahi aku dan mengusir aku dari rumah. Begitupula dengan perasaan aku yang carut marut saat itu ingin rasanya aku bunuh diri tapi aku berjanji untuk tidak menginjakkan kakiku ke Surabaya lagi.

__ADS_1


__ADS_2