Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 85. Kepulangan Johan


__ADS_3

Waktu bergulir hari demi hari demikian cepatnya. Tak terasa sudah lima bulan lebih Johan di Canada.


Pekerjaan nya hampir selesai. Rasanya Johan bisa pulang ke Indonesia lebih cepat dari waktunya. Hal ini membuat hati Johan bahagia.


Pagi-pagi sekali Johan sudah berada di kantor kakaknya. Dia sibuk membereskan pekerjaan nya yang hanya tinggal finishing saja.


Tidak dipungkiri dirinya jadi bersemangat karena pekerjaan sudah mau selesai dan kepulangannya sudah diambang mata.


Kakak nya, Caitlyn baru datang dan masuk ke ruangan system dimana Johan berada.


"Cieeee...... yang udah pengen pulang! Hahaha....... " goda Caitlyn pada adiknya, Johan.


Johan cuma mesem-mesem aja menanggapi godaan kakaknya.


Caitlyn memang mengetahui jika adiknya sangat berusaha memperbaiki kerusakan sistem dengan secepatnya. Akhirnya kerusakan itu bisa diatasi berkat keuletan dan kepintaran Johan, adiknya.


Hari ini Johan hanya tinggal mengetes semua sistem yang sudah diperbaiki dan diperbaharui olehnya, apakah berfungsi dengan baik dan maksimal kerja nya.


Setelah semua selesai dan rapih, Johan agak sedikit santai.


Dia menghubungi travel yang berada di dekat kantor dan mengecek harga tiket untuk keberangkatan besok atau lusa ke Jakarta.


Johan mengambil tiket untuk besok pagi ke Jakarta. Setelah Johan selesai mentransfer uang tiket, dia menghubungi kakaknya, Caitlyn untuk memberitahu kepulangan nya besok pagi.


"Langsung pulang, Han? Gak nyantai dulu sehari dua hari? " tanya Caitlyn dengan sedikit meledek adiknya.


"Langsung pulang, Kak! Udah bosan di sini! " jawab Johan diiringi tawa nya.


"Bilang aja udah kangen! " ledek Caitlyn lagi. Dia pun tertawa mendengar Johan menggerutu gak jelas.


Hari ini terasa sangat cepat. Tak terasa sudah sore lagi. Johan dan Caitlyn sudah balik ke rumah kakaknya.


Johan membereskan baju-baju yang akan dibawa pulang. Dan tak lupa dia membeli oleh-oleh coklat untuk gadis yang mengisi hatinya.


"Kakak ada mau nitip apa untuk Papa or Mama? " tanya Johan sambil mendudukkan bokongnya di sofa ruang keluarga.


"Gak ada, Han! Tuh titip koyo aja buat Papa! Kemarin ini Papa bilang cocok sama koyo yang kakak bawa dulu, Han! " jawab Caitlyn sambil memberikan tiga bungkus koyo yang masih baru.


"Oke, Kak! " Johan mengambil koyo yang diberikan Caitlyn dan memasukkannya ke dalam koper nya.


Johan telah selesai beres-beres. Dia merebahkan diri nya di atas ranjang. Dia senyum-senyum sendiri membayangkan kepulangan nya besok.


Terlalu banyak membayangkan, akhirnya membuat Johan terlelap. Dengkuran halus terdengar berirama.


**


Subuh-subuh Johan sudah bangun. Dia langsung mandi dan bersiap-siap.

__ADS_1


Caitlyn, kakak nya juga sudah mandi dan bersiap-siap. Dia mau mengantar sang adik ke bandara.


Johan telah selesai bersiap-siap dan beres-beres nya.Dia membawa koper nya ke teras depan, menunggu kakak nya mengeluarkan mobil.


Setelah mobil keluar dan di parkir, Caitlyn membuka bagasi belakang lalu Johan menaruh koper besarnya di bagasi belakang dan kembali menutupnya.


Caitlyn melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dan sesampainya di bandara, Caitlyn memarkirkan mobilnya.


Caitlyn mengantar Johan sampai ke pintu masuk.


Sebelum masuk ke dalam Johan mencium pipi Caitlyn kiri dan kanan, lalu memeluk nya.


"Kak, tolong pikirkan kembali untuk menerima Prinanto! Buka hati kakak untuk dia! " ucap Johan setelah melepas pelukan nya.


Caitlyn menganggukkan kepala dan tersenyum.


"Udah sana, masuk! Salam kakak buat Sisil ya! " Caitlyn berkata sambil mendorong badan Johan.


"Aku masuk dulu, Kak! Sampai ketemu lagi ya.... jaga dirimu, Kak! " pamit Johan pada Caitlyn, sang kakak.


Johan setelah melewati pintu masuk dan scan, dia melambaikan tangan nya pada sang kakak yang masih menunggunya.


Caitlyn setelah selesai melambaikan tangan, dia langsung berjalan ke parkiran dan bersiap-siap pulang ke rumah.


Sedangkan Johan duduk dengan tenang di ruang tunggu. Dia menghubungi Danu, sahabat dan asistennya untuk menjemputnya malam nanti di bandara. Dan Johan ada meminta Danu untuk tidak memberitahukan kepulangan nya ke Jakarta. Terutama pada Sisil, karena dia ingin memberi kejutan untuk sang pujaan hatinya.


Johan berjalan memasuki pesawat dan duduk di tempat yang sudah ditentukan. Dia memasang sabuk pengaman dan duduk dengan tenang menunggu pesawat nya terbang ke tempat tujuan.


**


**


Johan mempercepat jadwal kepulangan nya, yang mesti nya masih dua puluh hari lagi.


Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Danu membereskan mejanya Johan dan merapihkan semuanya.


Setelah selesai Danu berniat pulang dulu ke rumah untuk mandi. Lalu setelah mandi, Danu berangkat ke bandara untuk menjemput sahabat sekaligus bos nya.


Di bandara, Danu sudah berdiri menunggu pesawat Johan yang belum ada kabarnya.


Tiga puluh menit kemudian baru terdengar pemberitahuan pesawat dari Canada segera akan mendarat.


Tiga puluh menit kemudian Danu baru melihat Johan berjalan keluar. Lelaki tinggi, tampan dan putih dengan memakai kacamata hitam. Dia melambaikan tangan supaya Johan melihat nya. Johan yang sudah melihat Danu membalas lambaian tangan nya.


Johan berjalan tegap dengan mendorong koper besarnya. Dia menghampiri Danu yang sudah menunggu nya dengan sabar.


"Hai bro! Apa kabar? " Johan menyapa sahabat nya itu.

__ADS_1


"Hai juga bro! Kabarnya baik! " sahut Danu.


Mereka berdua berpelukan. Setelah melepas pelukan, Danu mendorong koper Johan menuju parkiran mobil dan Johan mengikutinya.


Danu memasukkan koper Johan ke bagasi belakang. Lalu Danu duduk di belakang kemudi, sedangkan Johan sudah duduk di sebelah nya. Danu menjalankan mobilnya perlahan keluar dari area parkir.


"Bro, kita mau ke rumah orang tua dulu atau langsung ke apartemen? " tanya Danu begitu keluar dari area parkir.


"Langsung apartemen aja, bro! " jawab Johan tegas.


"Siap, bro! " ucap Danu yang mulai memasuki jalan tol bandara.


Johan menatap jalanan yang dilewati. Hampir enam bulan dia meninggalkan Jakarta dan orang-orang yang dikasihi nya.


"Bagaimana keadaan kantor, Danu? " tanya Johan dengan mata terpejam. Dia merasa capek dan ngantuk.


"Semua berjalan baik dan lancar, bro! "' jawab Danu yang tetap konsentrasi menyetir.


" Winda masih cuti? Sisil gimana? Apakah dia sudah bisa menghandle tugas-tugas Winda? " tanya Johan kembali tetap dengan mata terpejam.


"Winda masih cuti. Dia dikasih cuti dua bulan sama bos besar. Sisil sudah oke! Dia ternyata smart, cepat mengerti, begitu Winda bilang. Dan tugas-tugas Winda sudah di handle Sisil semua, bro!" jawab Danu dengan panjang lebar.


Johan tidak menanggapi ucapan Danu. Tampaknya Johan tertidur. Mungkin perjalanan panjang membuat nya capek dan kurang tidur.


Danu tetap berkonsentrasi membawa mobilnya. Empat puluh menit kemudian, mobil yang dibawa Danu memasuki parkiran apartemen.


Danu mencari tempat parkir. Pada saat mobil dimatikan, Johan terbangun. Johan mengambil nafas panjang, lalu dia turun dari mobil berjalan ke belakang mobil. Danu sedang membuka bagasi dan mengeluarkan koper besarnya Johan.


Setelah mengunci mobil, mereka berdua berjalan masuk ke dalam apartemen. Danu mendorong koper Johan.


Begitu pintu apartemen dibuka, mereka berdua masuk ke dalam. Danu langsung meletakkan koper besar itu di kamar Johan.


"Lu mau nginap, silakan bro! " ucap Johan pada Danu.


"Gua langsung balik aja, bro! " sahut Danu buru-buru pamit pulang.


"Oke, bro! " sahut Johan santai.


"Tolong sekalian tutup pintu ya, bro! Gua mau langsung tidur, ngantuk banget! " pinta Johan.


"Oke.... sampai bertemu besok! " jawab Danu.


Danu menutup pintu apartemen dengan pelan. Sedangkan Johan mandi dan bersiap-siap menyambung tidurnya.


*


*

__ADS_1


bersambung.....


_______________________________________


__ADS_2