
Canada.
Pagi-pagi Johan sudah ada di kantornya. Dia sudah berkutat dengan komputer.
Padahal hari ini hari libur. Tapi tidak ada hari libur untuk Johan. Dia ingin menyelesaikan pekerjaan nya secepat mungkin.
Johan tidak memungkiri jika dia kangen dengan pujaan hatinya. Tapi pekerjaan juga penting. Bagaimana bisa membahagiakan sang pujaan hati jika tidak punya pekerjaan.
Johan fokus dengan komputer nya.
Caitlyn sang kakak juga tidak mau kalah. Dia juga ikut ke kantor. Banyak berkas-berkas perusahaan yang belum sempat di periksa.
Waktu bergulir dengan cepat. Dikarenakan kesibukan di kantor, tak terasa hari sudah siang saja.
Perut Johan dan Caitlyn rupanya sudah minta diisi.
"Sudah mau makan, Kak? " tanya Johan menyenderkan badannya di bangku kebesaran nya.
"Yuk.....mau makan dimana? Atau pesan online saja? " Caitlyn balik bertanya.
"Pesan online saja, Kak! Malas juga mau keluar! " sahut Johan menatap kakaknya.
"Oke, online saja! Kamu mau makan apa? " tanya Caitlyn lagi.
"Fried Chicken boleh Kak! Kakak apa? " tanya balik Johan.
"Sama ajalah, biar gak repot! Minum apa? Coke mau? " tanya Caitlyn langsung dengan tangan memegang ponsel.
"Oke Kak, Coke! " sahut Johan menyetujui usul Kakak nya.
Caitlyn memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan adiknya. Tidak sampai setengah jam pesanan itu sudah tiba di kantor mereka.
Mereka berdua menikmati makanan tersebut.
"Jam berapa Prinanto sampai, Han? " tanya Caitlyn memecah keheningan.
"Mungkin sore, Kak! Kenapa? Kakak mau ketemu? " Johan balik bertanya. Dilihat Kakak nya sudah selesai makan dan lagi minum Coke.
"Gak. Kakak cuma nanya aja! " sahut Caitlyn sambil meresapi minuman nya.
"Kalau mau ikut, ayo Kak! Kan udah lama juga Kakak gak ketemu Prinanto! Tambah ganteng lho Kak! " Johan terkekeh sehabis mempromosikan Prinanto pada Kakak nya.
"Ah bisanya kamu aja itu mah! " Caitlyn ikut terkekeh-kekeh juga.
"Ehh beneran ini Kak! Sehabis cerai dari istrinya, sekarang dia tambah matang dan tambah ganteng! " tutur Johan pada Caitlyn.
"Oh cerai toh? Bukan nya meninggal ya? " tanya Caitlyn mempertegas.
__ADS_1
"Iya cerai, istrinya ketahuan selingkuh Kak! " jelas Johan pada Kakak nya.
"Itulah manusia gak pernah puas! Kurang apa coba Prinanto itu? Usaha lancar dan mapan, wajah ganteng... " jelas Johan lagi yang langsung dipotong Caitlyn.
"Mungkin kurang perhatian, Han! Biasanya orang kalau usaha sukses dan mapan sama istri jadi kaga punya waktu saking sibuknya! " potong Caitlyn dengan memberikan penjelasan yang masuk akal.
Tampaknya Johan terdiam. Mungkin apa yang Kakaknya bilang itu benar. Itu yang Johan tidak tahu. Apa kekurangan dari kedua belah pihak sehingga salah satu bisa selingkuh.
"Nanti kamu kalau sudah menikah harus perhatian dan punya waktu untuk istrimu, Han! Sesibuk apapun, luangkan waktu bersama orang yang kita sayangi dan kita cintai! " ceramah Caitlyn untuk adik kesayangan nya.
"Iya, Kak! Pasti akan Johan luangkan waktu dan tetap perhatian! " sahut Johan menganggukkan kepala nya menyetujui omongan Kakaknya.
Johan sudah menyelesaikan makan nya. Sekarang juga sedang menikmati coke di tangan nya.
"Cari contoh gak usah jauh-jauh, Han! Contoh Papa kita! Papa kan orang sibuk, sesibuk apapun Papa pasti akan meluangkan waktu buat Mama! " tutur Caitlyn kembali dengan ceramah singkat nya yang memuji kedua orang tua mereka.
Johan membenarkan hal itu. Papa dan Mama nya tetap saling sayang dan mesra. Papa pasti akan meluangkan waktu untuk Mama. Dan untungnya Mama juga seorang wanita yang gak neko-neko. Mereka saling mengisi dan pengertian.
"Jadi gimana nih, Kakak mau ikut ketemu Prinanto? " tanya Johan mengalihkan pembicaraan. Maksud Johan baik, siapa tahu masih ada benih-benih cinta di antara mereka yang mereka tidak sadari.
"Coba lihat besok atau lusa, Han! Jangan sekarang! " ujar Caitlyn dengan tegas.
"Oke.... Oke... " sahut Johan tersenyum.
"Berapa lama dia disini, Han? " tanya Caitlyn lagi untuk memastikan jika Prinanto agak lama datang ke Canada.
"Itu yang Johan belum tau, Kak! Nanti Johan cari tahu ya! " sahut Johan berusaha untuk menyenangkan hati Kakaknya.
Caitlyn yang merasa diperhatikan melihat ke arah Johan yang sedang menatap nya. Caitlyn tersenyum pada adiknya.
"Aku ingin Kakak bahagia, punya suami yang menyayangi Kakak! " celetuk Johan tiba-tiba.
Caitlyn yang mendengar itu merasa terharu. Johan, adiknya ternyata sangat perhatian dan sayang terhadap dirinya. Caitlyn cuma bisa menganggukkan kepala dengan mata yang berkaca-kaca pada adik kesayangan nya itu.
Mereka berdua adalah kakak adik yang saling perhatian dan menyayangi. Meskipun terkadang banyak debat di antara mereka tapi rasa kasih sayang mereka tak pernah putus.
Caitlyn kembali mengerjakan pekerjaan nya yaitu memeriksa berkas-berkas kantor yang terbengkalai karena system kantor yang error.
Sedangkan Johan kembali berkutat dengan komputer-komputer yang ada di hadapan nya.
Waktu bergulir dengan cepat. Tak terasa hari sudah sore. Johan melihat jam tangan nya. Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Tapi belum ada kabar dari Prinanto.
Johan kembali menekuni komputer nya. Dua puluh menit kemudian ada message masuk di ponselnya.
"Drrttt....... Drrttt...... "
Johan membuka aplikasi Whatsapp nya dan membaca message yang diterima nya.
__ADS_1
Prinanto mengabari jika dirinya sudah tiba dan dalam perjalanan ke hotel.
Johan bergegas beres-beres. Caitlyn sudah pulang lebih dulu. Johan merapihkan file-file yang berserakan di meja kerja nya.
Setelah rapih, Johan berjalan menuju lift kantor menuju tempat parkir yang ada di lantai bawah.
Johan mengendarai mobilnya dengan santai menuju hotel tempat Prinanto menginap.
Perjalanan ditempuh dengan singkat, karena hotel tersebut tidak terlalu jauh letaknya dari kantor Johan.
Setelah memarkirkan mobilnya, Johan turun dan mengunci mobil nya. Dia berjalan untuk masuk ke dalam lobby.
Sesampainya di lobby Johan menghubungi Prinanto dan mengabarinya jika dirinya sudah berada di lobby hotel.
Prinanto pun turun menggunakan lift menuju lantai bawah, dimana lobby berada.
Prinanto melihat Johan yang duduk di sofa lobby. Johan melihat Prinanto yang berjalan ke arah nya dengan tersenyum lebar.
Mereka berdua berpelukan layaknya dua sahabat karib yang sudah lama tidak bertemu.
"Apa kabarnya, bro? " tanya Johan setelah melepas pelukan nya.
"Baik, bro! Lu sendiri gimana kabarnya? " ujar Prinanto menjawab sekaligus bertanya balik.
"Gua juga baik, bro! " sahut Johan dengan senyum lebarnya.
"Kita duduk di lounge aja ya, santai sambil denger lagu! " ajak Prinanto pada Johan.
"Oke......tempat yang nyaman saja, bro! " sahut Johan menepuk bahu Prinanto.
Mereka berdua berjalan menuju lounge hotel tersebut yang berada sama dengan lobby, tapi letaknya di samping.
*
*
bersambung....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa komentar membangunnya, like dan vote/hadiahnya ya bestie..🙏🏻
Jika bersedia tak lupa bintang lima nya ya 😊
Dukung terus karya mommy, biar tambah semangat 💪😊
Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung dan yang selalu mendukung karya mommy..... dukungan kalian sangat berarti buat mommy 🤗
__ADS_1
Lope.... lope..... sekebun mawar.. 🌹🌹
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=