
Pagi-pagi Sisil sudah sampai ke kantor nya. Dari mulai masuk kantor, dia tidak membawa mobil ke kantor. Mobil di parkir di rumah Pingkan.
Tapi hari ini Sisil sengaja membawa mobil dengan pakaian-pakaian yang dibawa nya dari rumah.
Rencana nya setelah pulang kantor, Sisil mau mampir ke tempat kost yang sudah di telpon nya kemarin.
Sisil mau memastikan kamar kost nya dan kalau bisa langsung masuk maka dia akan langsung masuk hari ini juga.
Hari ini di kantor Sisil cukup terbilang sibuk. Dikarenakan dia masih baru, jadi dia masih harus banyak belajar.
Pagi ini Sisil belajar di bagian analisis kredit. Dia antusias sekali untuk belajar karena ini hal baru yang belum diketahui nya.
Teman-teman dalam team analisis kredit baik-baik semua. Mereka memberikan sebuah map tebal yang berisi panduan dan keterangan tentang analisis kredit.
Sisil belajar dengan tekun. Dia akan berada di bagian yang harus dipelajari setiap hari hanya sampai jam makan siang. Setelah itu Sisil akan balik ke bagian marketing kembali.
Sisil akan belajar di analisis kredit selama enam hari ini dari senin sampai jumat. Dia duduk di meja sebelah Jerry, karyawan baru juga yang masuk barengan bersama nya.
Sekali-sekali jika tidak terlalu repot, Junaedi sebagai kepala bidang analisis kredit turun tangan untuk memberikan penjelasan pada kedua orang baru itu, Jerry dan Sisil.
Terkadang nampak Junaedi memperhatikan Sisil dari mejanya yang berada di belakang. Jadi dikarenakan meja nya berada di belakang, maka aman buat Junaedi untuk memperhatikan anak buahnya yang duduk di depan nya semua.
Jam istirahat pun tiba. Sisil dan Jerry berjalan bersama untuk pergi makan. Sebelum nya Sisil ada mengirim message mengajak Maria makan bareng.
Mereka makan di tempat sebelah gedung kantor ada kantin kecil dan banyak gerobak-gerobak yang jual makanan pada mangkal.
Sisil, Jerry dan Maria duduk di dalam kantin kecil. Sebenarnya bisa berempat, tapi mereka bertiga. Jadi ada kursi kosong satu.
Ditengah-tengah mereka sedang asyik makan sambil mengobrol, datang lah Junaedi.
"Ini kosong ya? Boleh gabung gak? " tanya Junaedi dengan dagunya menunjuk ke arah kursi yang kosong.
"Eh Jun..... boleh! Duduk aja! " sahut Maria pada Junaedi.
Junaedi meletakkan makanan yang dibawanya di atas meja dan menduduki bokongnya pada kursi yang kosong.
"Gak ajak-ajak ya mau makan disini! " sindir Junaedi sambil matanya melirik ke arah Jerry dan Sisil.
Jerry dan Sisil tersenyum menanggapi sindiran Junaedi. Sedangkan Maria hanya cuek dan fokus terhadap makan nya saja.
"Tadi pak Jun masih sibuk saya lihat pas mau pergi makan! " ucap Jerry membela dirinya.
"Biasa juga kalau diajak gak pernah bisa! " celetuk Maria tiba-tiba.
"Jangan gitu dong, Mar! Buka kartu aja! " tukas Junaedi dengan jari telunjuk di bibirnya. Maria mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
Sisil tersenyum melihat kelakuan Maria.
"Oke....besok-besok kita ajakin harus bisa ya! " ucap Sisil dengan senyuman di bibir nya. Junaedi terkekeh geli.
"Gimana Sil, udah mulai ngerti belum belajar di analisis kredit?" tanya Maria sambil menyantap makanannya.
"Masih belum, Mar! Kan gua baru pertama hari ini belajar di bagian analisis kredit! " sahut Sisil.
"Ohh gitu! Nanti kalo udah selesai tapi belum ngerti juga, lu minta ajar private aja sama Jun! Pasti Jun mau! Ya kan, Jun?! " todong Maria tanpa basa-basi sambil menaik-turunkan alisnya dan mata yang melihat ke arah Junaedi.
Sedangkan Junaedi yang ditembak begitu sama Maria menjadi sedikit gugup dan salah tingkah.
"Heeh.... kalau ada waktu senggang pasti gua ajarin! " ujar Junaedi meluruskan pernyataan Maria. Dan Junaedi juga tidak dapat berjanji tentang hal yang dikatakan Maria. Sebab analisis kredit adalah bagian yang tersibuk, selain tentunya bagian operasional.
Selesai makan, Sisil dan Maria pamit pada Junaedi dan Jerry. Sisil dan Maria jalan beriringan menuju ruangan customer dan marketing.
Sore merambah begitu cepatnya. Sisil buru-buru berkemas. Dia bersiap untuk pergi ke tempat kost yang sudah dia telpon kemarin.
Sisil pergi ke tempat parkiran. Dia masuk ke dalam mobilnya dan duduk di belakang kemudi. Dinyalakan dan dipanasi nya mesin mobilnya terlebih dulu.
Setelah agak lama dan dirasa sudah panas, Sisil menjalankan mobilnya perlahan untuk keluar dari tempat parkir yang penuh itu.
Sisil melajukan mobilnya dengan kecepatan standar, tidak cepat dan tidak lambat.
Perjalanan dari kantor nya yang sekarang ke tempat kost yang dituju hanya di tempuh kurang lebih tiga puluh menit, dengan catatan tidak macet.
Sisil menemui Pak Yono sebagai penanggungjawab tempat kost itu. Dan Pak Yono bilang untuk saat ini hanya ada dua kamar yang kosong, yaitu satu yang pakai AC letaknya di lantai satu paling ujung pinggir, sedangkan yang satunya lagi ber AC juga tapi letaknya di lantai dua bagian tengah.
Sisil mengambil yang dilantai satu paling ujung pinggir. Karena tempat nya lebih strategis dan tidak sumpek, ada kaca besar yang dapat melihat ke parkiran mobil.
Sisil melunasi biaya kost nya. Pak Yono menyerah kan kunci kamarnya.
Sisil masuk ke dalam kamar kost nya. Hanya terdapat ranjang dan lemari baju saja.
Sisil kembali ke parkiran mobilnya untuk mengambil kain lap, ember kecil dan seprei. Dan balik lagi ke kamarnya untuk membersihkan lemari baju dan memasang seprei pada ranjang single nya.
Setelah selesai semua, Sisil kembali ke mobilnya untuk membawa baju-baju serta barang-barang lainnya ke dalam kamar kost nya.
Dengan bolak-balik beberapa kali, Sisil akhirnya menyelesaikan kerja memindahkan baju dan barang dari mobilnya ke kamar kost nya.
Sisil mengunci mobilnya dan kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia mulai sibuk merapikan baju-baju nya serta barang-barang lainnya di dalam kamar kost nya yang kecil itu.
Akhirnya Sisil bisa menyelesaikan semuanya, dan bisa duduk santai di atas ranjang nya. Dia membuka nasi bungkus yang dibelinya pas pulang dari kantor tadi.
"Drrttt....... Drrttt...... "
__ADS_1
Hape Sisil berbunyi dan Sisil langsung menekan kemudian menjawab nya.
"Iya, Ping! " sahut Sisil yang sudah tahu jika Pingkan yang menelpon.
"Gimana? Jadi pindah hari ini? Dapat kamarnya?" berondong Pingkan dengan pertanyaan-pertanyaan nya.
"Jadi, say. Dapat kamarnya! Ini gua udah dalam kamar! " jawab Sisil sambil tetap mengunyah makanan di mulutnya.
"Oh okay! Jangan lupa kunci pintu mobil dan kunci kamar kost lu kalau di dalam dan keluar! Ntar ada yang masuk, bahaya! " Pingkan mengingatkan Sisil dari rumahnya. Rupanya Pingkan sedikit khawatir dengan sahabat nya itu.
"Iya, Pingkan sayang! Siap laksanakan! " canda Sisil yang mendengar kekhawatiran Pingkan dalam nada suara nya.
"Udah makan belum, Sil? " tanya Pingkan lagi di hapenya.
"Lagi sambil makan ini, say! " jawab Sisil dengan tawa kecilnya.
"Oke deh, lanjutkan makan nya dan istirahat! Kalau ada apa-apa dan perlu apa-apa, jangan sungkan ngomong sama gua ya, Sil! " pesan Pingkan terhadap sahabat nya itu.
"Pasti, sayang! Makasih banyak ya, Ping! " jawab Sisil dengan bibir tersenyum.
Pingkan memang sahabat nya yang terbaik, yang dia punya.
"Oke deh. Hati-hati ya! Bye, Sil! " pamit Pingkan dari jauh.
"Iya..... bye, Sil! " jawab Sisil sambil kemudian menekan hapenya untuk mematikan panggilan tersebut.
Sisil kembali meneruskan makannya yang tertunda. Setelah selesai, dia mandi dan beristirahat.
*
*
bersambung.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa komentar membangunnya, like dan vote nya ya bestie.. 🙏🏻
Dukung terus karya mommy ya....
Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung dan selalu mendukung mommy.... membuat mommy tambah semangat 💪
Dukungan kalian sangat berarti buat mommy 🤗
Luv u all 😘🤗❤💞
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=