Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 42. Kabar baik


__ADS_3

Pagi menjelang. Sisil menggeliatkan badannya. Pegal di badannya masih terasa.


Sisil memaksakan badannya untuk bangun dan duduk di tepian ranjang nya.


Dia melakukan gerakan rutin, gerakan bangun tidur yaitu menggerakkan jari-jemarinya, tangan, kaki dan leher.


Sisil dengan mata masih mengantuk, dia membuka pintu kamarnya dengan pelan.


Sisil melihat Tante Caroline keluar dari kamar mandi dengan rambut yang dibungkus handuk menuju kamarnya.


"Ternyata si Tante gak mandi dalam kamar! Mana enak lah mandi di tempat sempit gitu! Cuma untuk pipis gapapa, masih oke! " batin Sisil dalam hatinya.


Sisil yang sudah membawa pakaian dalamnya dari kamar, mengambil handuknya di gantungan dekat kamar mandi dan masuk ke kamar mandi untuk mandi dan sikat gigi.


*


Sisil menyelesaikan sarapan nya dan sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


Ridwan baru saja keluar dari kamarnya


"Pa, Sisil berangkat dulu ya! " pamit Sisil begitu melihat Papa nya baru keluar kamar.


"Hati-hati ya! " sahut Ridwan perhatian.


"Ya, Pa! " Sisil mengambil tas nya dan berjalan keluar rumah.


Di depan rumahnya tampak taxi online yang dipesannya sudah menunggunya.


Sisil malas menggunakan mobil pemberian Johan. Dia masih belum mau memakai nya.


Sisil masuk ke taxi online nya yang sudah siap mengantar dirinya ke tujuan yaitu kantornya.


*


Sisil tiba di kantor. Dia berjalan untuk absen dan kemudian langsung menuju tempat nya bekerja.


Tampak mbak Yanti dan Nessa sudah datang juga.


"Sil, sorry kemarin gue gak bisa datang! " ucap Nessa meminta maaf.


"Oke, gapapa kok Nes! " sahut Sisil dengan tersenyum.


Tak lama tanda bel masuk kantor berbunyi. Semua pada sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.


"Ssttt..... Sil! Hari ini katanya pak Abdul mau datang. Semoga ada kabar baik ya! " bisik mbak Yanti pelan di dekat telinga Sisil.

__ADS_1


"Iya, semoga mbak! " sahut Sisil mengiyakan.


Waktu bergulir dengan cepat. Tak terasa hari sudah siang.


Sisil dan mbak Yanti pergi keluar buat makan siang. Sementara Nessa giliran jaga di tempat agar jika nasabah datang kantor tidak kosong.


Sisil dan mbak Yanti makan dengan cepat kali ini. Mereka berdua mau tukaran dengan Nessa, supaya Nessa bisa cepat makan siang juga.


*


*


Di kediaman Sisil.


Tampak kesibukan di kediaman Sisil. Ridwan, Papa nya Sisil sibuk membawa barang-barang Caroline dari rumah kontrakannya.


Ridwan sudah membayar upah kepada tiga orang untuk bantu gotong-gotong. Ada dua lemari yang harus dibawa masuk ke rumah.


Sedangkan baju-baju ataupun barang ringan lainnya sudah dimasukkan Ridwan ke dalam mobilnya.


Orang upahan Ridwan sekarang sedang menurunkan dua lemari yang dibawa dari rumah kontrakan dengan colt diesel.


Mereka menaruhnya di ruang tengah yang merupakan ruang keluarga.


Acara pindahan pun selesai cepat sebab barang-barang Caroline hanya sedikit.


Peralatan dapur, baju-baju dan barang-barang kecil lainnya diletakkan Ridwan dalam satu dus besar, biar memudahkan Caroline untuk menyusun nya nanti.


*


*


Kembali ke tempat kerja Sisil.


"Sil.....kamu bisa datang kesini? " tanya mbak Yani dalam telpon nya.


"Ohh bisa mbak.... bentar yaa! " sahut Sisil cepat. Dia meletakkan gagang telpon nya.


"Mbak Yanti, saya dipanggil mbak Yani ke tempatnya. Saya tinggal dulu ya! " pamit Sisil pada mbak Yanti.


Sisil berjalan menuju tempat mbak Yani yang berada di lantai dua.


Begitu mendekati ruangan mbak Yani, tampak seorang lelaki yang masih tergolong muda tapi cukup berwibawa.


"Nah.... ini yang namanya Sisil, pak Abdul. Cantik kan? " mbak Yani memperkenalkan Sisil kepada pak Abdul.

__ADS_1


"Kenapa mbak? " tanya Sisil.


"Ini lho pak Abdul mau tau kamu tuh yang mana? " jawab mbak Yani tersenyum.


"Ohh.... " Sisil tersenyum dan mengangguk pada pak Abdul.


"Lusa kamu bisa datang ke kantor saya buat interview? " tanya pak Abdul langsung tanpa basa-basi ke Sisil.


"Ohh bisa pak! Jam berapa ya? " tanya Sisil langsung.


"Pagi aja jam sembilan! " jawab pak Abdul.


"Baik Pak. Terimakasih banyak Pak! " Sisil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan pak Abdul. Dan disambut pak Abdul dengan menjabat tangan Sisil.


Sisil tersenyum pada mbak Yani dan menganggukkan kepalanya mohon pamit. Mbak Yani pun menganggukkan kepalanya.


Sisil berjalan balik turun ke tempatnya lagi. Hatinya senang. Satu langkah maju telah didapatnya.


Dengan senyum-senyum Sisil kembali ke tempat nya. Mbak Yanti yang melihatnya agak terheran.


"Kenapa Sil? Senang amat! " tanya mbak Yanti diliputi keheranan.


"Kabar baik mbak! Saya dipanggil interview lusa, tadi pak Abdul kasih tau!" ucap Sisil pelan agar tidak terdengar yang lainnya.


Yanti tersenyum senang.


"Semoga lancar dan bisa diterima ya, Sil! " bisik mbak Yanti.


"Amin! " Sisil mengamini ucapan mbak Yanti.


Kalau memang cocok dan diterima, Sisil dengan senang hati pindah kerja. Tapi kalau gak juga tak masalah, sebab Sisil sudah betah di tempat kerja sekarang.


*


*


bersambung....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote nya ya bestie๐Ÿ™ dukung terus yaa.....


Terimakasih buat yang sudah mendukung dan selalu mendukung mommy yaa๐Ÿค— dukungan teman-teman sangat berarti buat mommy...


Luv u all... ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜โค๐Ÿ’ž

__ADS_1


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_2