
Hari demi hari berlalu. Demikian juga Sisil melalui hari demi hari dalam hidupnya.
Suasana kelam dalam hidupnya seakan terkubur, tergantikan dengan suasana tenang, damai dan sekarang Sisil mulai merasakan kebahagiaan dalam hidupnya.
Sisil merasakan kehidupan nya yang sekarang lebih berwarna dan lebih bahagia. Terutama dengan hadirnya Johan dalam hidupnya.
Sisil mengucapkan syukur untuk semua yang terjadi dalam kehidupan nya. Baik masa kelamnya, maupun saat sekarang ini.
Bagaimana tidak bahagia, pagi ini Sisil sudah bersiap-siap di kamar kost nya karena sang pujaan hatinya akan menjemputnya.
Padahal Sisil sudah menolak nya tapi Johan bersikeras tetap ingin menjemput nya.
"Drrttt.... Drrttt.... " message di hape Sisil bergetar.
Sisil mengambil hapenya dan membaca message yang di terima nya. Ternyata Johan sudah berada di parkiran kost nya.
Sisil mengambil tas kerja nya, lalu mematikan lampu kamar dan menguncinya. Sisil berjalan menuju parkiran mobil di depan kost nya.
Sebuah sedan biru sudah menunggu nya. Sisil menghampiri dan membuka pintu mobil tersebut.
"Pagi, sayang! " ucap Johan begitu Sisil duduk di depan di samping kemudi.
"Pagi juga, Kak Johan! " jawab Sisil dengan senyuman.
Johan tersenyum lalu mulai melajukan mobilnya perlahan keluar dari area parkiran kost.
Sisil lebih banyak diam dan memandang ke arah jendela. Dia merasa sedikit canggung duduk berdua di dalam mobil dengan Johan.
Johan melirik Sisil dengan ekor mata nya. Dia tersenyum tipis melihat kecanggungan Sisil.
Diambilnya tangan kanan Sisil, digenggamnya dan dibawa dalam pangkuan nya.
Secara reflex Sisil menoleh ke arah Johan yang terlihat fokus membawa mobil.
"Kamu sudah sarapan, sayang? " tanya Johan memecah kesunyian.
"Sudah, Kak Johan! " jawab Sisil singkat.
"Mau sarapan lagi? " tanya Johan kembali. Sisil menoleh ke arah Johan.
__ADS_1
"Kakak belum sarapan ya? " Sisil balik bertanya.
"Semenjak tinggal sendiri di apartemen tiap pagi aku jarang sarapan. Tapi kalau masih tinggal sama ortu, tiap pagi pasti sarapan. " terang Johan dengan situasinya.
"Oh..... jadi ini sekarang Kakak mau sarapan dulu atau gimana? " tanya Sisil memperjelas.
"Kita langsung ke kantor saja ya! Nanti jangan lupa teh manis hangat saja! " ucap Johan tegas.
"Oke, Kak! " jawab Sisil cepat. Johan tersenyum tipis.
Johan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dikarenakan hari masih pagi dan jalanan belum terlalu macet, mobil yang dikemudikannya mulai memasuki daerah perkantoran nya.
"Berhenti disini, Kak! " teriak Sisil yang rada tertahan sehingga suara yang keluar tidak terlalu keras tapi cukup membuat kaget yang mendengar nya.
Johan yang kaget, mendadak langsung menginjak rem mobilnya. Untung di belakang mobilnya jalanan kosong.
"Ada apa, Sil? " tanya Johan setelah berhenti.
"Saya turun disini aja, Kak Johan! " jawab Sisil pelan.
"Kenapa? " tanya Johan kembali dengan raut wajah heran nya.
"Saya gak mau ada gosip di kantor, Kak! Lebih baik saya turun disini dan berjalan kaki sampai kantor! " jelas Sisil pada Johan.
"Ya ampun, Sisil! Kita bareng saja sampai kantor! Gak ada yang berani bikin gosip! Saya jamin kok! " ucap Johan setelah tawa nya reda.
"Gak, Kak! Biar aman lebih baik saya turun disini! Tolong buka pintu nya, Kak! " tegas Sisil pada Johan.
Johan akhirnya membuka kunci otomatis mobilnya dan membiarkan Sisil keluar dari mobilnya untuk berjalan kaki sampai ke kantor.
Johan melanjutkan perjalanan nya hingga sampai di kantor lebih dulu. Setelah mengunci pintu mobilnya, Johan langsung menuju lift yang menghubungkan dengan lantai paling atas.
Sisil yang berjalan kaki pun tidak lama sampai pula di kantor. Teman-teman yang lain belum banyak yang datang.
Sisil terlebih dahulu mampir ke receptionist untuk mengecek apakah ada surat atau paket untuk perusahaan atau bos nya itu.
"Pagi, Mbak Sisil! Cantik sekali hari ini! " salam dan puji Fitri, sang receptionist.
"Pagi juga, Mbak Fitri! Mbak juga cantik sekali hari ini dengan rok bunga-bunga nya! " balas Sisil gak mau kalah. Sisil melempar senyuman nya.
__ADS_1
Lalu setelah selesai Sisil langsung menuju lift yang menghubungkan dengan lantai paling atas.
Pintu lift terbuka di lantai paling atas, Sisil melangkahkan kakinya keluar dari lift menuju ruangan nya.
Sesampainya di ruangan nya, Sisil dikejutkan dengan sebuket mawar merah di atas meja nya.
Sisil menghampirinya dan mengagumi mawar merah tersebut yang harum.
"Cantik sekali! " puji Sisil dalam hatinya.
Sisil bingung siapa yang mengirim bunga untuk dirinya ataukah salah kirim hingga nyasar ke meja nya.
Sisil mencari secarik kertas atau kartu di sela-sela bunga tersebut. Akhirnya dia menemukannya.
Selamat bergabung di kantorku. Dan terimakasih sudah mau mengisi hatiku dan hidupku. Johan P.
Sisil tidak perlu bertanya lagi siapa pengirimnya karena sudah tertera namanya. Mata Sisil berkaca-kaca, dia terharu. Begitu besar perhatian dan kasih sayang Johan pada diri nya. Hati Sisil mendadak berbunga-bunga laksana mawar merah yang harum ini.
Sisil pergi ke pantry untuk membuat teh manis hangat untuk Johan, bos sekaligus kekasih hatinya.
Sisil mengetuk pintu ruangan bos nya. Lalu membukanya dan berjalan masuk ke dalam. Dia meletakkan gelas di atas meja Johan.
"Apakah kamu menyukainya, sayang? " kejut Johan dari belakang Sisil yang membuat Sisil cukup terkejut karena Johan tiba-tiba ada di belakang nya.
Sisil langsung berbalik menghadap Johan yang berdiri tidak jauh dari diri nya. Dia menatap mata Johan dengan penuh kasih sayang.
"Suka sekali, Kak! Makasih atas perhatian nya! " ucap Sisil dengan tersenyum manis. Lalu Sisil secara tiba-tiba mencium pipi kanan Johan. Johan yang mendapat perlakuan tiba-tiba itu hanya dapat terpaku di tempat nya.
"Kamu sudah mulai nakal ya! " ledek Johan yang sudah sadar dari terpaku nya. Dia pun menarik tangan Sisil hingga tubuh Sisil menghimpit tubuh Johan. Kesempatan ini tidak disia-siakan Johan. Dia langsung menyambar bibir merah Sisil yang masih sedikit ternganga karena sedikit kaget.
Johan mencium mesra bibir merah Sisil. Sisil yang tadinya diam akhirnya membalas ciuman itu. Terjadilah morning kisses yang mesra di antara mereka berdua. Hal ini menambah erat rasa sayang dan cinta di hati mereka berdua.
Johan melepaskan ciumannya setelah merasa Sisil agak sedikit ngos-ngosan. Dia membersihkan sisa air liur nya yang masih menempel di bibir Sisil. Sementara Sisil mengatur nafasnya agar normal kembali.
Tak lama Sisil pun pamit untuk kembali ke ruangan nya dan memulai bekerja. Johan pun sudah di sibukkan dengan pekerjaan nya. Hari ini dia mau mengecek keuangan kantor selama ditinggal hampir enam bulan, apakah ada kemajuan atau tidak. Sedangkan marketing, system dan yang lainnya sudah semua di cek. Hanya tertinggal keuangan saja. Laporan dari Sisil pun selama enam bulan belakangan sudah di terimanya.
*
*
__ADS_1
bersambung.....
_______________________________________