
Mereka berdua berjalan menuju lounge hotel tersebut yang berada sama dengan lobby tapi letaknya di samping.
Mereka berdua memasuki lounge tersebut dan disambut dengan pelayan yang mempersilahkan mereka duduk.
Suara musik mengalun pelan. Mereka berdua menyukai suara musik yang tidak terlalu keras jadi suasana cocok untuk bincang-bincang.
"Mau pesan minum apa, bro? " tanya Prinanto seraya tangannya melambai memanggil pelayan.
"Chocolate Latte saja, bro! " sahut Johan setelah melihat daftar menu yang sudah ada di atas meja.
"Chocolate Latte satu dan Cappucino Coffee satu. " ujar Prinanto pada pelayan yang sedang mencatat pesanan. Setelah selesai, pelayan itu pun masuk ke dalam.
"Gimana perjalanan tadi, aman-aman saja? " tanya Johan menyenderkan bahunya.
"Aman terkendali! " kekeh Prinanto.
"Lama disini, bro? Ini kerjaan atau holiday, bro? " tanya Johan lagi.
"Sebenarnya sih kerjaan, Han. Kalau kerjaan cuma dua atau tiga hari doang disini. Nanggung kan?! Jadilah gua tambah sendiri. Jadi semingguan lah gua disini. " jelas Prinanto.
"Jiaahh....seminggu juga kurang, bro! Mestinya sebulan lu disini! Hahaha..... " tawa Johan pecah disusul dengan tawa Prinanto.
"Sebulan bisa bosan gua, bro! Ini seminggu aja udah berasa lama! " ucap Prinanto di sela-sela tawanya.
"Main-mainlah ke rumah atau kantor gua, bro! Jangan di hotel terus! Udah kerjaan di hotel, masa gak kemana-kemana! Ya bosen lah lama-lama! " ujar Johan menatap Prinanto.
Pembicaraan mereka terpotong sebentar karena seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka dan meletakkan nya di atas meja. Setelah pelayan pergi, mereka melanjutkan pembicaraan yang tertunda.
"Oke... Oke.... Oiya... gimana kabarnya Caitlyn, Han? Sudah married belum ya? " Prinanto mengiyakan omongan Johan dan kemudian teringat dengan Kakak nya Johan yang dulu teman sekelasnya dan pernah jatuh cinta.
"Caitlyn kabarnya baik dan masih belum menikah, bro! Nunggu di lamar elu, bro! " canda Johan pada Prinanto yang langsung diikuti dengan tawa nya.
"Hahaha......bisa aja lu, bro! Ehh.... tapi serius nih, mau gak ya dia kalau gua lamar?! " tawa Prinanto berubah jadi mimik serius.
"Hahaha...... " Johan jadi tertawa geli melihat nya. Padahal Johan cuma bermaksud iseng saja.
"Eh gua serius, bro! Mau gak ya Caitlyn gua lamar?! Secara dia kan cinta pertama gua, bro! " kesal Prinanto yang dikira Johan hanya bercanda saja.
"Hah?! Kakak gua cinta pertama lu, bro?? " kaget Johan dengan pengakuan Prinanto.
"Iya! " jawab Prinanto singkat.
"Bagaimana bisa, bro? " tanya Johan yang jadi penasaran.
"Ya bisalah, bro! Namanya juga teman satu kuliah, sekelas lagi. Hampir tiap tahun gua sekelas terus sama Caitlyn. Kakak lu cantik tapi cuek, dingin dan pendiam, bro! Tapi gua suka lihatnya! " tutur Prinanto panjang lebar. Dia jadi teringat masa-masa kuliah dulu.
"Terus gimana malah bisa married sama Melisa, bro? " tanya Johan kembali.
"Gua ngejar-ngejar Caitlyn tapi gayung gak bersambut, bro! Sebenarnya kalau Caitlyn waktu itu bilang suruh tunggu, mau gua tunggu, tapi ini sama sekali gak ada jawaban dari Caitlyn nya. Sedangkan orang tua gua pengen cepat-cepat gua married untuk nerusin usaha bokap ini. Nah, si Melisa itu gencar banget ngejar gua terus, dari masih kuliah sampai gua balik ke Malang, bro! Akhirnya gua terima lah si Melisa itu! " cerita Prinanto panjang lebar pada Johan.
__ADS_1
"Ohh.... terus kenapa lu pisah? Melisa selingkuh? " tanya Johan yang penasaran kenapa Prinanto pisah dengan istrinya.
"Gua pacaran sama Melisa cuma enam bulan, terus kita langsung nikah, bro! Rumah tangga gua cuma bertahan dua tahun, bro! Gua berusaha jadi suami yang baik, meskipun gua sibuk selalu gua luangkan waktu buat dia, tapi yah.....mau gimana lagi?! Dia kepincut dengan lain hati yang bisa memuaskan dia, bro! " cerita Prinanto kembali dengan mimik yang tadinya bisa saja berubah jadi suram.
"Lu mergoki langsung, bro? " tanya Johan ingin tahu.
"Sebelum nya gua sering denger selentingan kalau dia ada hubungan dengan si anu, terus si anu lagi. Kok banyak ya? Satu hari gua bilang kerja tapi sebenarnya gua ngikutin dia kemana dia pergi dan lakukan apa. Disitulah gua tahu, bro! Dia gak puas dengan gua, bro! " tutur Prinanto dengan mimik suram nya.
"Maaf, bro! Jadi bikin lu ingat dan sedih lagi! " sesal Johan.
"Gak, bro! Gua bersyukur banget bisa tahu cepat dan pisah dari dia! Bagusnya lagi, kita belum sampai punya anak! " ucap Prinanto cepat agar Johan tidak menyalahi diri sendiri.
"Syukurlah, bro! Makanya kita laki mesti cari istri yang baik, bro! " sahut Johan dengan tersenyum.
"Betul tuh, setuju gua! Sejak pisah gua hati-hati banget sama yang namanya perempuan, bro! Takut kena tipu lagi! Hahaha...... " tawa Prinanto pecah.
"Lha....bukan nya kemarin ini pas ke Jakarta lu bilang lagi dekat sama cewek? Siapa itu, bro? " tanya Johan lagi pas teringat kunjungan Prinanto.
"Oh itu..... sudah gak jalan lagi! Sudah gua putusin beberapa hari lalu sebelum gua berangkat kesini, bro! " sahut Prinanto tersenyum pada Johan.
"Oh lu bilang mau selesaikan urusan tuh maksudnya urusan ini? " ledek Johan dengan alis yang diangkat.
Prinanto pun tertawa lepas sejadi-jadinya. Johan punya daya ingat kuat sekali. Johan geleng-geleng kepala dengan senyum terukir.
"Untung ini ketahuan, bro! Kalau kecolongan lagi bisa gaswat gua! Masa bobrok yang sama harus terulang lagi?! " tutur Prinanto.
"Bobrok yang sama? Maksudnya gimana, bro? " Johan minta penjelasan dengan perkataan Prinanto.
"Ohh.... " Johan menganggukkan kepala mengerti. Johan jadi kepikiran dengan cewek yang mau menjebak dirinya.
"Apakah orang yang sama ya? " curiga Johan dalam hati nya. Johan menyesap minuman coklat nya. Tampak Prinanto juga sedang menyesap minuman nya.
"Bro, boleh tau nama cewek yang baru lu putusin itu? " tanya Johan pada Prinanto. Dia penasaran dan ingin memberitahu Prinanto jika itu orang yang sama.
"Kenapa, Han? Something wrong? " heran Prinanto menatap Johan.
"Ya! Gua pengen tahu, apakah itu orang yang sama atau bukan? " jawab Johan yang membuat Prinanto heran jadi penasaran juga.
"Namanya dipanggil Lila. Lengkap nya Lalita, bro! Kerja di perhotelan! " ucap Prinanto memberitahu data-data Lila. Johan pun tersentak kaget begitu Prinanto menyebutkan nama tersebut.
Hal itu tak luput dari pengamatan Prinanto yang sedang menatap Johan.
"Bagaimana? Orang yang sama kah? " tanya Prinanto ingin minta kepastian walaupun sudah jelas dari ekspresi Johan tadi.
"Ya, bro! Orang yang sama yang pengen menjebak gua dengan cara kotor, pakai perangsang! " tutur Johan dengan helaan nafas nya.
"Untung lu bisa tahu sekarang, bro! Gak kebayang gua kalau lu harus masuk ke lobang yang sama lagi! " ucap Johan dengan kelegaan dalam hatinya.
"Nih... gua ada video nya! " Prinanto menyodorkan ponselnya yang sudah terbuka itu. Johan mengambil dan melihat nya.
__ADS_1
"Gila! Itu kan atasannya si Armand! Masih berlanjut rupanya! " rutuk Johan ketika melihat video yang berdurasi lima belas menit itu. Prinanto sengaja tidak memasukkan full ke dalam ponselnya.
"Kamu kenal dengan itu laki-laki yang ada di video itu, bro? " tanya Prinanto.
"Kenal lah, bro! Itu atasan dia, bro! Orang yang kena sasaran perangsang yang ditukar sama anak buah gua, bro! " jelas Johan menatap video tersebut.
Prinanto manggut-manggut mengerti.
"Lu dapat video ini darimana bro? " tanya balik Johan.
"Gua pasang camera di kamar rumahnya itu pas gua nginap disana, bro! " jawab Prinanto sambil tersenyum.
"Hebat, bro! " Johan juga tersenyum.
Dia membalikkan ponsel tersebut pada Prinanto.
"Untung semua bisa diatasi ya, bro! " ucap Johan menatap Prinanto. Laki-laki hebat, masih muda dan tampan.
Prinanto tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
"Seperti nya sudah malam, bro! Gua pamit pulang dulu! " ucap Johan sambil menghabiskan minuman nya.
"Oke. Yuk... gua temani sampai lobby! " sahut Prinanto seraya berdiri. Diikuti Johan yang berdiri dan berjalan bersebelahan dengan Prinanto. Mereka menuju lobby.
"Jangan lupa mampir ke rumah atau ke kantor ya! " ucap Johan sebelum dia meninggalkan lobby.
"Salam buat Caitlyn ya! " Prinanto menganggukkan kepala nya.
Johan melangkah kan kakinya keluar hotel dan menuju parkiran mobilnya yang diparkir di depan hotel.
Prinanto melepas kepergian Johan sampai batas yang terlihat olehnya. Setelah Johan tak nampak, Prinanto kembali ke lounge untuk memberitahu agar semua biaya dimasukkan dalam tagihan nya saja.
Walaupun Prinanto mempunyai saham dalam hotel tersebut tapi peraturan tetap harus dipatuhi agar pembukuan tidak kacau.
*
*
bersambung.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa komentar membangun nya, like dan vote/hadiah ya bestie 🙏🏻
Dukung terus karya mommy ya...
Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung dan yang selalu mendukung.... dukungan kalian sangat berarti buat mommy 🤗
Luv u all 😘🤗❤💞
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=