Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 37. Kena batunya


__ADS_3

Pingkan memarkirkan mobilnya di depan rumahnya. Sisil dan Pingkan masuk ke dalam rumah Pingkan untuk mengambil barang belanjaan Sisil yang sudah ditebus Pingkan.


Kemudian mereka berdua membawa barang belanjaan Sisil ke mobil Pingkan dan menyusunnya dalam bagasi mobil Pingkan.


Setelah selesai mereka berdua beristirahat dulu. Pingkan mengambil botol Aqua di kulkas dan menyerahkan sebotol untuk Sisil.


"Papa gua pasti nanya gue darimana gak pulang... " ucap Sisil yang khawatir.


"Gak bakalan nanya! Gue udah bilang lu nginep di rumah gue say! " sahut Pingkan sambil menengguk sebotol aqua.


"Lu emang bener-bener sahabat gue, Ping! Makasih banyak yaa... " ujar Sisil sambil memeluk pinggang Pingkan.


"Cuma itu yang bisa gue lakukan buat lu, Sil! Biar Papa lu gak kalang kabut denger anaknya hilang! hahaha..... " Pingkan tertawa.


"Ini aja gue udah terimakasih banyak Ping! " lanjut Sisil tersenyum manis.


"Padahal gue sempet panik ne.....lu kan tau sendiri kalo udah panik otak gue blank langsung! hahahaha...... " cerita Pingkan diakhiri dengan tawanya.


Sisil jadi ikutan ketawa mendengar cerita Pingkan.


"Itu aja gue telpon Papa lu malem, baru keingetnya malem! " lanjut Pingkan dengan ceritanya.


"Bagusnya lu inget Ping! Coba kalau gak? Gua gak kebayang deh! " tawa Sisil dan Pingkan memenuhi ruangan tamu.


"Yuukk... gue anter lu pulang. Kan lu mesti beres-beres rumah, tinggal dua hari lagi! " ucap Pingkan sambil berdiri untuk bersiap-siap.


"Oke... " Sisil mengiyakan ucapan Sisil. Mereka berdua bersiap-siap.


*


*


*


Di rumah kontrakan Handoko masih sibuk menelpon Lila. Dari tadi telpon ke hapenya, nada masuk tapi gak diangkat.


Akhirnya Handoko sudah tidak sabar lagi. Dia menghubungi telpon kantornya Lila dan diangkat oleh receptionist.


"Hotel C.... selamat siang! " sapa receptionist.


"Siang.... bisa bicara dengan ibu Lila? " tanya Handoko.


"Maaf Pak, bu Lila cuti dua hari! " sahut receptionist.


"Ohh oke... makasih banyak mbak! " ucap Handoko yang kemudian langsung mematikan panggilan nya.


"Sial! Cuti gak bilang-bilang! " sungut Handoko dalam hatinya.


Handoko masuk ke kamarnya, dia menukar baju dan celana nya. Dia berencana untuk pergi ke rumah Lila. Dan berharap Lila ada di rumah.


Handoko ingin menceritakan semuanya ke Lila. Dia butuh teman curhat. Dan mau meminta Lila untuk menunggu dia, jika memang dia harus bertanggungjawab dan menyerahkan dirinya ke polisi.


Setelah selesai bersiap-siap, Handoko mengeluarkan mobilnya dari garasi. Dan mengunci rumah kontrakan nya.


Handoko melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Jarak dari rumah kontrakan Handoko ke rumah Lila cukup lumayan jauh.


*


*


*


Di rumah Lila, tampak dia gelisah. Sedikit-sedikit matanya melihat ke arah jam dinding.

__ADS_1


Lila mengambil cuti kantor selama dua hari, hari ini dan besok. Dia jenuh dengan pekerjaan nya.


Armand teman kantornya yang masih merupakan atasannya mengetahui kalau Lalita alias Lila mengambil hak cutinya.


Semenjak kejadian insiden yang salah sasaran waktu itu, membuat hubungan Armand dan Lalita menjadi semakin lengket.


Armand yang merupakan marketing manager hotel C sekaligus atasan Lalita mempunyai status sudah beristri dan mempunyai anak satu orang.


Hubungan nya dengan Lalita membuat Armand ketagihan dan tidak bisa mengontrol hasrat nya yang selalu menggebu-gebu jika berada di dekat Lila.


Begitu juga dengan Lalita, yang waktu itu sasaran nya adalah Johan tapi malah yang kena Armand.


Lalita tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dan sudah kepalang tanggung, akhirnya dia pun melayani hasrat Armand yang salah sasaran.


Lalita yang mempunyai hasrat besar, yang tidak pernah cukup dengan satu lali-laki, sedangkan Armand adalah seorang lelaki yang baru mengalami kesempatan berselingkuh.


Selama ini Armand hanya bisa menelan ludahnya saja jika memandang tubuh sexy Lalita.


Tapi sekarang Armand sudah bisa menikmati tubuh sexy itu.


Lalita menyambut keinginan dan hasrat Armand dengan senang hati. Karena dia menyukainya.


Dan saat sekarang ini Lalita sedang menunggu Armand di rumahnya, yang sudah menelponnya dan berjanji untuk datang.


Jadi Armand menggunakan jam kantornya untuk pergi keluar. Eehh....maksudnya pergi ke rumah Lila.


Dan yang ditunggu-tunggu akhirnya menampakkan dirinya. Lalita tersenyum manis menyambutnya.


*


*


Handoko masih tetap fokus menyetir mobilnya. Walau muka babak belur tapi semangat buat ketemu Lila nya sangat luar biasa.


Keadaan rumah Lila dari depan terlihat sepi.


Handoko dibuat heran dengan mobil yang terparkir di depan rumah Lila.


"Kalau ada tamu, kok sepi? " heran Handoko dalam hatinya.


Handoko membuka pintu pagar rumah Lila dan merapatkan kembali.


Kemudian dia berjalan masuk ke dalam rumah, ternyata pintu rumah tidak terkunci.


"Ceklek...."


Handoko masuk dalam rumah Lila yang terbilang cukup besar itu tanpa bersuara.


Dia menakai sepatu kets jadi tidak menimbulkan suara.


Samar-samar Handoko mendengar suara-suara yang sangat menggoda imannya.


******* dan lenguhan Lila terdengar semakin jelas.


Tak lama terdengar juga suara bariton lelaki yang mendesah dan meracau merasakan nikmat yang luar biasa.


Semakin mendekati kamar Lila, suara-suara laknat itu semakin jelas terdengar.


Geram hati Handoko mendengar semua ini.


Dibukanya pintu kamar Lila pelan-pelan.


"Ceklek.... "

__ADS_1


Didorongnya pintu kamar Lila pelan. Tampak sepasang insan sedang memadu kasih.


Handoko yang melihat ini semua emosinya langsung tersulut.


"Braakk... "


Handoko menghempaskan pintu kamar Lila dengan kasar.


Kedua orang yang sedang memadu kasih itu kaget, secara reflex mereka menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


"Handoko... " pekik Lila yang kaget dengan kemunculan Handoko.


Handoko dengan cepat menghampiri Armand.


"Buugghh....Buugghh.... "


Handoko melancarkan tinjunya ke muka Armand.


"Buugghh...... Buugghh...... "


Armand membalas, dia meninju wajah Handoko yang sudah babak belur itu.


"Arrgghhh.... "


Handoko meringis kesakitan. Kesempatan ini digunakan Armand untuk kembali memukul wajah Handoko.


Handoko kembali meringis kesakitan.


"Sudah.....sudah..... " teriak Lila yang sudah mengenakan pakaian nya.


Armand buru-buru memakai pakaian nya yang berada di lantai.


Handoko yang kesal dan marah langsung berjalan keluar kamar Lila. Lila menyusul Handoko dan memegang tangannya.


"Lepaskan! Diantara kita sudah tidak ada hubungan lagi! " teriak Handoko dengan penuh kemarahan.


Lila melepaskan pegangan tangannya. Dia terisak-isak sedih.


"Hiks..... hiks..... hiks.... "


Bagaimana pun juga Handoko telah banyak mengisi kehidupan nya.


Handoko berjalan menuju mobilnya dengan perasaan kesal, marah dan kecewa.


"Mungkin ini karma yang harus kuterima! " lirih Handoko dalam hatinya. Dia merasakan apa yang pernah Sisil rasakan. Sakitnya luar biasa.


Handoko menjalankan mobilnya kembali menuju rumah kontrakan nya.


*


*


*


bersambung......


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote nya yaa🙏 dukung terus karya recehan mommy....


Terimakasih buat teman-teman yang sudah dan selalu mendukung mommy.... dukungan teman-teman sangat berarti buat mommy 🤗


Luv u all... 🤗😘💞❤

__ADS_1


__ADS_2