Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 38. Penangkapan Handoko


__ADS_3

"Saya sudah menemukan target, Pak! " ucap seseorang lelaki melaporkan pada atasan nya.


"Siap, Pak! Kami akan atur strategi untuk penangkapan nya! " sahut lelaki tegap dengan pakaian biasa. Dia mematikan panggilan hapenya.


Penyamaran nya ternyata membuahkan hasil dengan bantuan anak buah Danu.


Sekarang lelaki tersebut dengan beberapa anak buahnya sedang menunggu dekat kontrakan Handoko. Mereka mengatur strategi untuk menangkap Handoko.


*


*


*


Handoko melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hatinya benar-benar kecewa dan sakit. Orang yang selama ini bertengger di relung hatinya yang paling dalam telah menorehkan luka yang dalam pula.


"Ternyata selama ini aku tidak mengenali Lila! " gumam Handoko dalam hatinya.


Sekarang semua sudah jadi bubur. Handoko harus rela untuk melepaskan Lila dari dalam hatinya dan dari kehidupannya.


Untuk menghilangkan kegundahan hatinya, Handoko memutar tape di mobilnya dengan suara kecil.


Handoko teringat dengan Sisil. Gadis yang sudah dinodainya, gadis yang baik hatinya.


"Maafkan aku, Sisil! Aku laki-laki kurang ajar yang tidak menghargai cintamu!! " rutuk Handoko dalam hatinya. Dia menyesali semua perbuatan nya.


Handoko tetap fokus menyetir mobilnya. Perjalanan dari rumah Lila ke kontrakan nya terasa lama.


Tak berapa lama, Handoko memasuki daerah dekat rumah kontrakan nya. Dia mampir sebentar ke warung yang berada di ujung gang rumahnya untuk membeli rokok.


Handoko membuka pintu pagar dan memasukkan mobilnya ke garasi kontrakan nya.


Setelah mengunci pintu pagar, Handoko masuk ke dalam rumah kontrakan nya.


Dia menghempaskan bokongnya di sofa ruang tamu nya. Dinyalakan nya rokok yang tadi dibelinya dan dihisapnya.


Asap memenuhi ruangan itu. Handoko duduk melamun, merenungkan nasibnya.


*


Sementara diluar rumah kontrakan nya, terlihat beberapa orang menaiki pagar rumahnya tanpa bersuara.


Mereka adalah polisi-polisi yang menyamar untuk menangkap Handoko.


Mereka mengendap-endap memposisikan diri mereka masing-masing. Ada yang menjaga dekat pintu garasi yang tembus ke ruang tengah. Ada yang berjaga di dekat pintu belakang. Dan tiga orang berjaga di dekat pintu masuk rumah.


Kepala bagian penyergapan memberi kode kepada semua anak buahnya dan diangguki oleh semuanya.


Kemudian Kepala bagian penyergapan ini membuat ketukan di pintu masuk.


"Tok..... Tok..... Tok...! "

__ADS_1


Handoko yang terbawa dalam lamunannya tidak mendengar suara ketukan di pintu rumahnya.


Kembali terdengar suara ketukan pintu lebih keras dari yang pertama.


"Tok..... Tok..... Tok....! "


Handoko tersentak dari lamunannya. Dimatikan rokoknya di asbak mejanya. Dan dia langsung membuka pintu rumahnya.


"Ceklek..... "


Tampak tiga orang polisi mengacungkan pistol kearahnya. Kepala bagian penyergapan langsung mengeluarkan surat penangkapan.


"Kami dari kepolisian ditugaskan untuk menangkap Bapak Handoko Gunawan! Mohon kerjasama nya! " ucap Pak Kepala tegas sambil memperlihatkan surat penangkapan tersebut.


Handoko sama sekali tidak memberikan perlawanan. Dia memang berniat untuk menyerahkan dirinya untuk bertanggung jawab atas kesalahan nya.


"Silakan Pak! " jawab Handoko. Dia menjulurkan kedua tangan nya ke depan.


"Cepat borgol! " titah Pak Kepala kepada salah satu anak buahnya yang membawa borgol.


Handoko kemudian digiring berjalan ke mobil polisi yang sudah terparkir di depan rumahnya.


Tetangga-tetangga sebelah rumah sudah pada berdatangan. Bisik-bisik tidak mengenakkan mulai terdengar.


Handoko dimasukkan ke dalam mobil polisi yang posisinya ada di barisan kedua. Karena ada tiga mobil polisi yang berjejer baris ke belakang.


Setelah selesai mereka semua mulai berjalan beriringan. Sirene polisi pun mulai terdengar. Mereka membawa Handoko ke kantor polisi pusat.


*


*


"Yes.... bagus kerja kalian semua! " ucap Danu di hapenya terhadap seseorang.


Akhirnya biang rusuh bisa teratasi dan sudah ditangkap.


Danu mengabari Johan.


"Bro, biang rusuh sudah ditangkap! " ucap Danu mengabari Johan yang baru selesai mandi.


"Bagus Dan! Kasih anak buah kita bonus! " sahut Johan memuji Danu dan memberikan tugas untuk memberikan bonus pada anak buahnya yang sudah banyak membantu dan bekerja keras.


"Siap bro! " Danu mematikan panggilan telponnya.


Johan tersenyum lega. Masalah sudah teratasi.


*


*


Di rumah mess, Manto yang lagi makan menerima panggilan.

__ADS_1


"Drrttt..... Drrttt...... "


Suara dering hape Manto berbunyi. Manto mengernyitkan dahi melihat panggilan tidak dikenal.


"Hallo... " ucap Manto mengangkat hapenya.


"Kami dari kepolisian mengabari jika saudara Handoko Gunawan sudah kami tangkap.! " ucap seorang yang diduga polisi memberitahu Manto di kepolisian mana Handoko ditahan.


Jadi selama menunggu sidang, Handoko mendekam di penjara kepolisian. Bagi saudara atau teman yang ingin membesuk diperbolehkan dan ketentuan berlakunya jam besuk tetap berlaku.


Manto mengucapkan terima kasih kepada polisi yang sudah mengabarinya.


Manto sebagai anak buah sekaligus teman dekat Handoko hanya bisa menghela nafasnya kasar.


Manto berinisiatif untuk mengabari tante Meiske, mama Handoko selalu orang tua Handoko.


Manto memutar nomor telpon tante Meiske.


"Tut.... Tut..... Tut..... "


"Hallo.... " suara tante Meiske mengangkat telpon nya di sebrang sana.


"Hallo tante..... ini Manto! " ucap Manto.


"Iya Manto? Ada apa? " tante Meiske mengenali Manto asistennya Handoko.


"Handoko ditangkap polisi, Tan! " lanjut Manto yang mengejutkan Tante Meiske.


"Apa?! " teriak Tante Meiske di telpon dengan kagetnya.


"Iya, Tante..... ditangkap polisi! Sekarang masih ditahan di kepolisian pusat sampai persidangan nanti! " ucap Manto menjelaskan.


Sementara Tante Meiske sudah menangis tersedu-sedu sedih. Tante Meiske memutuskan sambungan telponnya.


"Handoko...... Handoko.... ! " gumam Manto pelan. Dia merutuki temannya itu. Tapi tetap seorang Handoko harus bertanggungjawab atas perbuatannya.


*


*


*


bersambung.....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote nya yaa bestieπŸ™


Terimakasih buat yang sudah dan tetap mendukung karya receh mommy ini.... dukungan kalian sangat berarti buat mommy πŸ€—


Luv... luv.... luv.... πŸ€—πŸ˜˜πŸ’žβ€

__ADS_1


__ADS_2