Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 47. Interview dan bertemu teman lama lagi


__ADS_3

Pagi menjelang. Suara burung ramai berkicau. Sisil sudah bangun pagi-pagi sekali.


Hari ini Sisil masih ijin tidak masuk kantor karena ada panggilan interview di kantor tempat pak Abdul kerja.


Jadi Sisil bangun pagi-pagi sekali agar tidak telat untuk ke kantor pak Abdul.


Sisil membuka pintu kamarnya dan berjalan keluar menuju kamar mandi.


Tampaknya si Tante belum ada keluar, sebab kamar mandi masih kering. Biasanya kalau Tante sudah bangun, kamar mandi pasti basah ubinnya.


Sisil masuk kamar mandi dan mandi dengan cepat. Udara sedikit agak dingin, maka air mandi pun juga dingin. Makanya Sisil mandi dengan cepat, takut masuk angin.


Setelah selesai mandi, Sisil keluar dari kamar mandi menuju kamarnya.


Sisil mencari setelan yang cocok untuk dipakai nya interview.


Akhirnya pilihan jatuh pada setelan coklat tua dengan dalaman warna pink, perpaduan yang kontras.


Sisil tampak anggun mengenakan pakaian itu sebab kulit Sisil putih jadi keliatan lebih menonjol.


Selesai berdandan tipis, Sisil keluar dari kamarnya. Tampak rumah masih sepi.


"Mungkin drama ngambek nya si Tante masih berlanjut. Hahaha..... " Sisil bergumam dan tertawa dalam hatinya.


Sisil memakan sarapan bubur ayam nya. Setelah selesai Sisil bersiap-siap untuk berangkat.


Sisil memesan taxi online dari hapenya. Dan menunggu sebentar sampai taxi online nya datang.


Setelah taxi online nya datang, Sisil langsung naik. Dia tidak bisa berpamitan sebab Papa dan Tante masih belum ada yang keluar dari kamarnya.


Taxi online itu melaju dengan kecepatan sedang menuju alamat yang tertera.


Sisil sampai di tempat tujuan. Dia memasuki gedung berlantai dua tersebut.


Rupanya ruang interview ada di lantai dua. Sisil menunggu diluar.


Tampak oleh Sisil karyawan-karyawan dalam kantor tersebut yang masing-masing sibuk dengan pekerjaan nya.


Ada tiga orang lainnya peserta interview, dengan Sisil jadi empat orang.


Tak lama berselang, Sisil mendengar namanya dipanggil. Sisil masuk ke dalam ruangan interview. Rupanya yang menginterview nya adalah pak Abdul sendiri.


Sisil memberi salam kepada pak Abdul. Setelah Sisil duduk, mulailah sesi wawancara.


Tampak pak Abdul mengajukan beberapa pertanyaan dan dijawab Sisil.


Setelah wawancara dengan pak Abdul selesai, Sisil harus melanjutkan wawancara kedua dengan kepala personalia kantor ini.


Sisil kembali menunggu di ruang tunggu. Ruangan personalia tak jauh dari ruang interview.


Setelah interview pertama selesai semua, tampak semua menunggu interview kedua.


Tak menunggu lama, terdengar nama Sisil dipanggil. Sisil pun masuk ke ruangan personalia untuk interview kedua.


Terlihat Sisil bersalaman dan berdiri dengan sedikit membungkukkan badannya. Kemudian Sisil berjalan keluar ruangan personalia.


Interview sudah selesai. Jika diterima Sisil akan diberikan kabar dalam jangka waktu seminggu terhitung dari interview.


Sisil berjalan keluar dari gedung kantor berlantai dua itu. Hari sudah siang, Sisil bingung mau kemana. Jika pulang ke rumah pasti Papa nya bingung. Dan lagipula males mesti ngeliat drama mama tirinya yang gede ambeknya itu. Pingkan sudah masuk kerja hari ini. Mau ke tempat Alvi, takut ganggu kerjaannya.


Akhirnya Sisil memutuskan untuk pergi ke mal XX saja. Sisil kembali memesan taxi online.


*

__ADS_1


Sisil sudah sampai di mal XX. Ternyata hari biasa mal ini ramai juga pengunjung nya. Sisil berjalan ke lantai ground, mencari tempat makan yang ingin dia makan siang ini.


Seseorang menepuk bahunya. Sisil tersentak kaget. Diputar badannya ke arah belakang, terlihat sosok tampan yang tersenyum padanya.


"Danny....! " pekik Sisil kaget dan senang.


Sebenarnya reflex nya Sisil ingin memeluk Danny tapi kembali ditahan nya karena kejadian kemarin membuat Sisil sadar jika diantara dia dan Danny sudah ada yang berubah.


"Sama siapa? " tanya Danny.


"Sendirian. Habis pulang interview. Kamu sama siapa? " tanya balik Sisil.


"Sama, sendirian juga. " sahut Danny terkekeh.


Sisil tersenyum memandang Danny.


"Kamu udah makan belum? Yuk makan bareng! " ajak Sisil pada Danny.


"Sepertinya gak bisa deh Sil. Gue udah ada janji! Next time ya kita makan bareng! " sahut Danny langsung berusaha menyenangkan hati Sisil.


"Ohh gapapa Dan, next time yaa! " ucap Sisil tersenyum.


Sisil memaklumi Danny, mungkin Danny ada janji dengan pacarnya atau siapa. Sisil dan Danny pun berpisah. Kembali Sisil mencari makanan yang mau disantapnya siang ini.


Akhirnya pilihan Sisil jatuh pada Hoka-Hoka bento. Dipesannya Bento special tiga plus Aqua.


Sisil mencari bangku yang agak mojok di belakang jadi dia bisa leluasa melihat ke depan.


Sambil menikmati makanan nya, mata Sisil sekali-sekali memandang ke depan.


Mata Sisil tidak berkedip memandang seorang cowok yang mencari duduk di depan nya.


Curi-cirinya tinggi, rambut sedikit berombak, penampilan cuek, kulit agak kecoklatan.


"Jefry.... " pekik Sisil tertahan.


Sisil melambaikan tangannya begitu melihat Jefry memandang ke arahnya.


Jefry pun tidak menyangka bisa ketemu Sisil. Buku-buku dia membawa makanannya ke meja Sisil.


"Gabung yaa... " ucap Jefry dengan gaya pedenya.


"Sini duduk sebelah gue, biar enak ngobrolnya! " Sisil beringsut ke pinggir biar Jefry bisa duduk di bangku yang kosong di sebelah nya.


"Aduuhh ne.....kemana aja sih lo! " ucap Jefry setelah bokongnya menyentuh bangku.


"Elu yang pada kemana aja! Semua tiba-tiba pada pergi, gue yang bingung! Gue sampe berpikiran apa gue punya salah... " Sisil langsung menembak Jefry.


Jefry ketawa mendengar uneg-uneg Sisil.


"Kok lu ketawa sih?! Beneran lagi... dulu Danny, elu tiba-tiba ngilang! Yang tetap masih suka kontek dan ketemu cuma si Daniel aja! Sampai bosen gue dengerin curhatan nya yang gak berbobot itu! " Sisil sambil ngomong memanyunkan bibirnya. Jefry terkekeh melihat bibir manyun Sisil yang menggemaskan.


"Elu sama Danny janjian ya buat ninggalin gua? " selidik Sisil yang mulai curiga.


"Eehh... gak kok Sil! Jangan asal nuduh ya! " ucap Jefry sedikit gugup tapi berusaha tidak gugup.


Sisil tidak melihat kegugupan Jefry yang sedikit terlihat dikarenakan lagi fokus makan.


Sementara Jefry merasa lega karena Sisil sudah tidak mempermasalahkan nya.


"Kemarin gua ketemu Danny di restoran seafood. " ujar Sisil sambil tetap mengunyah.


"Ohh... terus...? " tanya Jefry juga tetap sambil mengunyah.

__ADS_1


" Gua gak sengaja reflek meluk dia.... ehh ternyata dia kaget dan canggung! Padahal dulu sebelum ditinggal atau hilang, gak kenapa-kenapa tuh meluk dia! " cerita Sisil pada Jefry


Jefry menghela nafas pelan. Dia gak mungkin cerita apa yang menjadi rahasia sahabatnya itu.


"Danny yang gua kenal dulu dan sekarang sudah banyak berubah Jef! " celoteh Sisil.


"Mungkin dia udah punya pacar kali ya? " celoteh Sisil pun berlanjut.


"Gua gak tau juga Sil ! " sahut Jefry


"Gua juga belom ketemu Danny lagi, Sil! " lanjut Jefry kembali.


"Masa sih? " tanya Sisil heran.


"Jadi lu ngilang itu gak ketemu Danny juga? " tanya Sisil memastikan.


"Iya! " jawab Jefry sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Ohh...! " Sisil manggut-manggut.


"Jadi kalo boleh tau, lu ngilang kenapa? Kemana? " tanya Sisil lagi.


"Gua ke Jogja 3 tahun, nemenin bokap gua, Sil. Ini saja baru balik sebulan, Sil! " jawab Jefry.


"Ohh...! " Sisil manggut-manggut lagi.


"Lu tau gak kalo si Danny ngilang kemana atau kenapa? " tanya Sisi lagi tentang Danny. Dia sungguh penasaran, seperti ada yang ditutupi Danny.


"Gua gak tau, Sil! Kenapa gak lu tanya sama otangnya langsung?! " Jefry balik bertanya.


"Gua kemarin sebenarnya pengen nanya, Jef tapi gak enak hati. Masa baru ketemu udah langsung nanya-nanya! " jelas Sisil ke Jefry.


"Lho! Elu sama gua kok gak ada gak enak hatinya? Main langsung tanya aja!" ledek Jefry diikuti tawanya.


"Kalo elu kan cuek Jef! Jadi enak buat gue nanya. Sisil tertawa.


Sisil sudah selesai makannya, demikian juga Jefry.


" Sil, gua minta no hape lu dong! " ucap Jefry sambil menyodorkan handphonenya. Sisil langsung mengambil hape Jefry dan memasukkan nomor nya ke dalam phone . Kemudian menelpon ke nomornya supaya Sisil juga punya nomor hapenya Jefry.


" Oke, thanks " Jefry berterima kasih.


"Baiklah kalau begitu gua pamit dulu ya, Sil! " ucap Jefry pelan.


'Oke, Jef! Jangan ngilang lagi ya! " Sisil mengingat kan Jefry.


Jefry menganggukkan kepalanya.


Jefry pun segera meninggalkan restauran itu.


Sisil juga bersiap-siap pulang.


*


"


bersambung.....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote yaa bestie... 🙏🏻 dukung terus ya karya receh mommy... 🤗


Terimakasih buat yang sudah mendukung dan selalu mendukung mommy 🙏🏻 dukungan kalian sangat berarti buat mommy...

__ADS_1


Luv u all.. 😘🤗❤💞


_______________________________________


__ADS_2