
Namaku Prinanto Atmaja. Aku terlahir dari keluarga berada yang bergerak dalam bidang perhotelan. Dan aku adalah anak tunggal.
Orang tuaku dan aku tinggal di Malang. Mereka mendidikku menjadi seorang lelaki yang pintar, bertanggungjawab dan mandiri, tidak manja.
Aku dari kecil bersekolah di Malang. Tetapi begitu mau masuk kuliah, aku dikirim ke Canada oleh kedua orang tua ku.
Di Canada aku tinggal di apartemen yang dibeli oleh kedua orang tuaku.
Aku mulai masuk kuliah. Senang rasanya kuliah dengan mempunyai teman dari berbagai negara. Banyak juga orang Indonesia yang kuliah disini.
Disinilah aku bertemu dengan Caitlyn. Kita satu kampus dan juga satu kelas dengan jurusan yang sama.
Dari awal melihat nya aku sudah tertarik dan menyukai nya. Caitlyn adalah seorang gadis cantik, pintar dan pendiam.
Aku berusaha untuk bisa mendekatinya. Langkah awal tentu saja harus bisa berkenalan dengan dirinya.
Dengan berusaha keras akhirnya datang kesempatan aku bisa berkenalan dengan Caitlyn.
Secara tidak sengaja Caitlyn yang waktu itu tergesa-gesa menabrak tubuhku sehingga buku-buku yang dibawanya terjatuh.
Aku membantu memunguti buku-buku nya yang jatuh. Hal ini aku manfaatkan untuk berkenalan dengan dirinya. Dan Caitlyn menyambutnya.
Setelah perkenalan, aku selalu berusaha untuk dekat dengan Caitlyn. Entah itu mengajaknya ngobrol, mengajak makan bareng ataupun belajar bareng, ke perpustakaan bareng, apapun kulakukan untuk mendekati dan mencari perhatian nya.
Caitlyn mulai membuka dirinya padaku. Dia lambat laun sudah mau tertawa dan becanda. Senang rasanya melihat dia tertawa.
Kami selalu pergi ke perpustakaan untuk belajar dan membaca bersama setelah perkuliahan selesai.
Ternyata setelah mengenal dekat Caitlyn, dia adalah sosok yang perhatian dan hangat, selain berwajah cantik dan pintar. Membuat diriku semakin kagum dan semakin menyukai nya.
Setelah memasuki tahun ketiga, aku baru mengenal Johan, adiknya Caitlyn yang kuliah di tempat yang sama dan jurusan yang sama pula.
Cukup banyak kaum lelaki yang menyukai Caitlyn dan berlomba-lomba mencari perhatian nya, tapi tidak pernah sekalipun di gubris Caitlyn. Semua dianggap angin lalu dan murni pertemanan saja.
Demikian juga dengan diriku, bukannya menyombongkan diri karena wajahku yang tampan dan aku juga masuk kategori pintar maka banyak teman-teman kaum hawa yang cantik-cantik mengejar diriku.
Salah satu perempuan yang mengejar aku adalah Melisa. Melisa juga seorang gadis yang cantik tapi kepintaran nya hanya standart saja.
Tak ada seorang gadis pun yang menarik perhatian ku selain hanya Caitlyn seorang.
Aku juga tidak pernah menggubris mereka, semua adalah teman bagiku.
__ADS_1
Setahun sebelum kuliah selesai, aku memberanikan diri menyatakan cintaku pada Caitlyn. Tapi Caitlyn belum menjawab nya.
Hubungan kami tetap seperti biasa dan Caitlyn tidak pernah menyinggung ataupun menjawab perasaan ku. Hingga akhir kuliah, tidak ada jawaban sama sekali.
Aku yang diharuskan balik ke Malang secepatnya, jadi tidak punya banyak kesempatan untuk bertanya lagi pada Caitlyn.
Akupun balik ke Malang tanpa pamit pada Caitlyn. Sesampainya di Malang, aku disibukkan dengan pekerjaan.
Papa ku melimpah kan semua tanggung jawab perusahaan padaku. Jadilah aku lelaki yang sibuk sehingga aku bisa melupakan Caitlyn.
Di tengah-tengah kesibukan ku, aku bertemu kembali dengan Melisa, teman kuliahku yang dulu sangat mengejar diriku. Rupanya dia berasal dari Malang juga.
Singkat cerita, Melisa kembali mengadakan pendekatan padaku. Karena desakan orang tuaku dan kesibukan ku jadi tidak ada waktu untuk diriku bergaul bebas dengan teman-teman ku, akhir nya aku menerima cinta Melisa.
Kita berpacaran hanya enam bulan dan atas desakan orang tua pula kami melangsungkan pernikahan secepatnya.
Padahal aku belum begitu mengenal bagaimana diri Melisa. Buat orang sesibuk aku untuk mengenal orang secara dekat tidak akan cukup dengan waktu hanya enam bulan.
Dalam menjalin hubungan enam bulan saja, kita bertemu saja kehitung pakai jari tangan.
Begitulah kehidupan baruku dimulai. Dan satu hal yang membuat diriku sangat kecewa adalah mengetahui Melisa sudah tidak perawan.
Aku mengetahui nya ketika kita melakukan hubungan suami-istri. Melisa sendiri pun tidak mengatakan hal itu, tapi aku yang penasaran akhirnya bertanya dan hal itu dibenarkan Melisa.
Tapi nasi sudah jadi bubur, aku berusaha menerima Melisa apa adanya karena dia sudah menjadi istriku.
Yang aku heran, istriku setiap hari meminta jatahnya. Dan aku sebagai suami, meskipun capek pasti berusaha memberikan yang terbaik.
Dan memang service yang diberikan Melisa sungguh luar biasa. Boleh dikatakan aku sebagai suami benar-benar di service all-in. Tentu saja aku sebagai laki-laki senang akan perlakuan Melisa pada diriku dan tidak pernah sekalipun aku mencurigai istriku.
Hingga suatu saat, aku mendengar sendiri selentingan-selentingan yang beredar tentang istriku.
Dan juga ada beberapa kolega dekatku memberitahu tentang tingkah istriku di luaran.
Aku yang tadinya menganggap hanya hembusan angin, akhirnya mulai terpengaruh juga.
Pelan-pelan mulai ku selidiki kelakuan Melisa jika tidak bersamaku. Kadang aku suka pura-pura berangkat kerja, padahal aku mengintai dia. Seharian ku ikuti kemana dia pergi. Sungguh diluar dugaan ku. Aku benar-benar tidak menyangka sama sekali.
Ternyata Melisa punya pacar banyak tapi hanya untuk menyalurkan kebutuhan biologis saja dan tidak ada keterikatan apapun.
Aku benar-benar shock dengan kenyataan yang terjadi di depan mataku sendiri. Aku tidak menyangka sama sekali.
__ADS_1
Akhirnya aku mengambil sikap dan aku menceraikan Melisa. Walaupun awalnya Melisa menolak tapi akhirnya dia menyetujui dengan syarat biaya bulanan tetap harus ku tanggung. Aku menyanggupinya daripada hidup bersama nya. Untung aku tidak sampai terkena penyakit kelamin.
Setelah dua tahun memimpin perusahaan, aku berkesempatan pergi ke Canada lagi untuk mengurus hotel disana yang baru bekerjasama.
Disinilah aku mulai dekat dengan Johan, adik Caitlyn. Johan selain tampan dan bertubuh tegap, juga pintar nya boleh diacungi jempol.
System hotel yang mau bekerjasama ini semua di handle Johan. Walau sikap Johan pendiam tapi jika sudah kenal baik dia sosok yang perhatian dan menyenangkan. Hampir sama dengan sifat Caitlyn.
Aku teringat Caitlyn. Ingin bertemu dengan dirinya tapi keraguan timbul di hatiku. Akhirnya batal bertemu.
Setelah perceraian ku dengan istriku, aku menjadi seorang laki-laki yang dingin dan cuek dengan mahluk yang namanya perempuan.
Banyak selentingan gak bener tentang diriku yang beredar. Dan begitu banyak perempuan yang berusaha mendapatkan perhatian dariku. Termasuk Lalita, salah satunya.
Entah angin apa dan bagaimana aku akhirnya bisa luluh juga dalam pelukan Lalita. Tapi tidak membuat diriku terbuai untuk memulai hal yang serius.
Akhirnya aku kembali menemukan fakta jika Lalita tidak berbeda jauh dengan Melisa. Aku kembali mengakhiri hubungan ku.
Dan saat sekarang, aku kembali bertemu dengan Johan di Canada. Aku benar-benar ingin bertemu Caitlyn, dia adalah cinta pertama ku. Aku ingin tahu bagaimana kabar nya. Bisakah aku kembali menjalin hubungan dengan nya? Tidak adakah benih-benih cinta dihati Caitlyn untuk ku?
Aku dipenuhi banyak pikiran. Semoga segala sesuatu nya nanti berakhir dengan baik, doaku dalam hati.
*
*
bersambung.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Author : mommy sengaja tidak menulis kelanjutan cinta Prinanto yaa, sebab rencana nya mommy mau buat satu novel tersendiri khusus untuk Prinanto dan Caitlyn. Setuju gak nih? hehehe..... ditunggu saja ya....
_______________________________________
Jangan lupa komentar membangun, like dan vote/hadiah nya ya bestie🙏
Dukung terus karya mommy ya...
Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung dan yang selalu mendukung....... dukungan kalian sangat berarti buat mommy🤗
Luv u all 😘🤗❤💞
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=