
Di awal bahagia disaat aku bertemu dengannya disaat dia bersandiwara dengan suara lantangnya, saat itu hari berdesik sakit sungguh sakit meski dalam hati sungguh aku gak kuat menghadapi segala cobaan yang ada, cukup sudah mungkinkah aku mau memaafkan kau kembali meski kau. Kemudian kau terus ucapkan kata bujuk rayumu pada diriku, sementara bibir ini tak mudah berucap dan tak mudah bergumam hanya ini satu-satunya melodi indah dalam kenangan seperti harmoni cinta kala pagi menyapa. Cukup sudah, mungkinkah semua hanya ucapmu belaka atau hanya aku bergurau. Saat itu langitpun menangis seraya menetes di kejauhan aku melihat tetes demi tetes air hujan turun, mengiringi kesedihanku sajak demi sajak irama demi irama melodi demi melodi. Nyanyian apa ini? Aku tidak mengerti? Apakah ini kepedihan? Atau kebahagiaan?
Awalnya kau katakan padaku bahwa aku jahat, bukankah kau tak melihat bahwa kau terlalu membesar-besarkan ego, karna kamu lebih perduli dirimu dibanding diriku. Masa itu saat musim semi apa kau perduli saat deretan butiran bahwa daun berguguran. Detik demi detik nestapa yang kurasa begitu ungkapmu pada diriku. Hentika egomu kembalilah dan dengarkan kata hatimu.
Saat itu aku tak mengerti harus ke arah mana, antara tujuan, harapan, mungkin semua terasa sederhana tapi merumitkan seperti tugas dan soal yang sulit tuk dikerjakan membutuhkan konsentrasi lebih mendalam dalam mengisi jawaban dalam persoalan cinta.
Apa suara hati itu bagai melodi, atau nada-nada yang bersenandung dengan kelopak bahagia atau dengan penuh canda tawa, mungkin kau tak terlihat bahagia namun senyuman itu sungguh menimbulkan pertanyaan antara kebaikan dan kejahatan. Entahlah kamu tidak membiarkan ego mu supaya aku memiliki jawaban, apa sih? Terserah? Apa menurutmu aku tak punya perasaan? Apa menurutmu aku ...
__ADS_1
Berhenti berbicara yang tidak-tidak terkadang kamu cerewet bawel ya begitulah kamu.
Seharusnya kamu jangan mendongak ke atas tapi lihat lah yang di bawah tapi jangan murung juga, sejajarkan antara yang di atas dan yg dibawah selaraskan antara yang dikanan dan yang dikiri. Biasakan meneropong ke vertikal dan horizontal, saat kau meratapi rasanya mungkin seperti tersayat hati, begitu saat kau resapi.
Siur semiring angin di awal bulan, tidak nampak burung dibawah rindangnya pepohonan. Begitupun mentari yang terbit memberi cahyanya tuk Sunari bumi, begitu pula angin semilir yg memberi warna terhadap senyuman di pagi hari. Bisarkan bintang nampak walau dia tak sebesar rembulan tapi ia cukup pula memberi kenangan manis dihati setiap orang, hari itu kami bernyanyi bersama tentang cinta suara sang burung yg berkicau menambah syahduhnya aroma hangat teh di pagi hari, tetapi kenapa sinar bintang ada di pagi hari? "Siapa dia?" Tanyanya sang pujaan hati di semilir angin langit pagi. Bagaimana aku tak bahagia jika mendengar suara merdu dari bibirnya yg merah merona itu, cinta apa? Ya hanya sebuah cerita cinta. Alunan melodi gitar di pagi hari menambah sejuknya udara di pagi itu, kala itu kau menyanyikan lagu "Terimakasih Cinta" seperti lagu yang tak asing di telingaku. Mengapa? Begitu tanyanya pada sang bidadari "ya, ini lagu yang khusus ku ciptakan untuk dirimu".
Ketika aku sedang berkhayal...
"Ku berandai kau disini mengobati rindu ruai, dalam sunyi ku sendiri meratapi perasaan yang tak jua di dengar."
__ADS_1
"Tak kenapa bila rasa ini tumbuh sendirinya, tak berdaya diri bila diantara walau itu hanya bayang-bayang mu."
"Senyumanmu yang indah bagaikan candu. Ingin terus ku lihat walau dari jauh. Sekarang aku pun sadari semua hanya mimpi ku yang berkhayal akan bisa bersamamu."
"Di hampiri seribu ragu hanya membisu...."
"Ku berkhyal...."
Saat itu kau buat sebuah lagu khusus untuk diriku kenangan tentang lagu itu memuncaki dan membuatku bahagia, indah dan merdu suaramu ditambah dengan suara petikan gitar itu membuat aku bahagia, kau buat lagu dengan penuh makna dengan alunan nada dan melodi yang penuh makna, tak ketinggalan dengan senyuman indah di bibirmu memberikan cahaya indah yang terlukis di kedua bola matamu. Kau buat cerita tentang cinta dan kau agungkan perasaan tentang cinta itu, bagaimana aku tak bisa mengerti karna sesungguhnya rautan dan goresan serta petikan gitar itu memberikan energi kebahagiaan bahkan misteri tentang ada apa dibalik isi hati. "Cinta yang dengan dahulu kau rangkai bersama Melodi akankah Bersajak dan bersua untukku pula?" Tanya Nada. Dengan hampa hati ini merasa terabaikan tapi juga merasa terharu biru entahlah apa ini untukku jua? Aku merasa tersipu malu. Mungkin dengannya?. Dilain hati lewat percakapan antar Melodi dan Rama akankah bisa bersama atau akan justru menghancurkan, semenjak kedatangan Harmoni di kelas kini memberi kehidupan baru di dalam kelas kami dan kami juga bercengkrama bersamanya.
__ADS_1
Awal Minggu ini Harmoni mengajak kami main ke rumahnya, dengan gembira Melodi dan Nada main ke rumah Harmoni dia adalah anak dari pemilik sekolah dia baru pulang dari Amsterdam dan kini menetap di Jakarta dia mempunyai kakak laki-laki bernama Rocky, Rocky adalah kakak kelas kami dia sangat suka pada Melodi.