Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 56. Suasana kerja baru


__ADS_3

Matahari sudah menyembulkan sedikit sinarnya. Sisil sudah bangun pagi-pagi sekali. Dan bersiap-siap diri untuk berangkat kerja. Dia tidak ingin hari pertama masuk kantor baru kedatangan nya telat.


Sisil tiba di gedung kantor nya yang baru. Gedung khusus bank yang berlantai tiga tampak berdiri megah ditengah-tengah gedung perkantoran lainnya. Kemarin sewaktu interview dia mengira gedung kantornya yang baru ini hanya dua lantai, ternyata tiga lantai. Sebab bangunan ketiga tidak begitu kelihatan jika dilihat dari arah depan.


Sisil memasuki dan menaiki tangga menuju lantai dua. Dia duduk di kursi yang berada di depan ruangan personalia.


Mungkin Sisil datang agak kepagian karena situasi kantor masih sepi belum ramai. Bagian personalia juga belum datang.


Tak lama berselang nampak seorang lelaki juga duduk di deretan yang sama dengan Sisil.


"Kamu baru juga ya? " tanya lelaki itu pada Sisil.


"Iya. Kamu bagian apa? Siapa nama mu? " Sisil balik bertanya.


"Kenalkan saya Jerry! Saya di analisis kredit. Kamu? " Jerry juga bertanya balik.


"Saya Sisil. Katanya buat bagian marketing. " jawab Sisil pelan.


"Ohh... " Jerry nampak menganggukkan kepalanya.


Karyawan-karyawan sudah mulai berdatangan. Bagian personalia pun juga sudah datang. Mereka berdua disuruh menunggu sebentar.


Terdengar bel kantor yang bunyi dari jarak jauh, menandakan jam kerja dimulai.


Sisil dan Jerry disuruh mengisi data-data pribadi yang terlampir dalam formulir data karyawan.


Setelah selesai, mereka berdua menyerahkan formulir tersebut pada personalia lagi. Kemudian mereka berdua menunggu kembali.


Sekitar jam sembilan bagian personalia keluar dari ruangannya.


"Sisil..... Jerry..... kalian berdua ikut saya untuk dikenalkan dengan semua karyawan disini! " ucap pak Husin, bagian personalia tegas.


"Baik, Pak! " jawab Sisil dan Jerry bersamaan.


Kemudian mereka berdua berjalan mengikuti pak personalia.


"Kita ke ruangan pimpinan dulu yang ada di lantai dua ini! " ucap Pak Husin memberitahu.


Mereka menuju ruangan pimpinan yang pintunya selalu terbuka. Di sebelah nya adalah ruangan sekretaris nya.


"Selamat pagi Pak Harry, ini mereka berdua karyawan baru! " ucap Pak Husin pada pimpinan Bank.


"Sisilia, Pak! " ujar Sisil mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan Pak Harry.


Pak Harry menatap Sisil dan tersenyum.


"Kamu di bagian apa? " Pak Harry menyambut uluran tangan Sisil dan menjabat nya.


"Marketing, Pak! " sahut Sisil sedikit jengah dengan sikap Pak Harry yang menatap nya terus. Tampak Pak Harry menganggukkan kepalanya.


"Jerry, Pak! " ujar Jerry seraya mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan Pak Harry.


"Kamu di bagian apa? " tanya Pak Harry sambil menyambut uluran tangan Jerry dan menjabat nya.


"Analisis kredit, Pak! " sahut Jerry tegas.

__ADS_1


Pak Harry menganggukkan kepalanya lagi.


Pak Husin segera pamit dari ruangan pimpinan setelah acara mengenalkan mereka selesai.


Sisil merasa lega meninggalkan ruangan pimpinan itu.


Pak Husin mengajak berkeliling kembali. Mereka berdua mengikuti dari belakang.


Ruang sekretaris sudah. Ruangan prioritas juga sudah. Sekarang menuju ruangan analisis kredit yang berada di lantai tiga.


Ruangan kredit ini lumayan luas. Terbagi lagi menjadi analisis kredit dan valas.


Pak Husin kembali memperkenalkan Sisil dan Jerry.


"Junaedi... " ucap seorang lelaki yang mempunyai wajah lumayan tampan. Sisil dan Jerry memberi salam kepada nya.


"Dia ini yang mengepalai divisi analisis kredit. Nanti kamu ruangannya disini Jerry, sekarang ikut mutar dulu ya! " terang Pak Husin.


"Siap, Pak! " sahut Jerry cepat.


"Ini namanya Handoko, kepala divisi valas. " jelas Pak Husin sambil menepuk bahu Handoko.


Handoko adalah lelaki yang sudah berumur, mungkin kisaran empat puluhan. Pembawaannya kalem dan memakai kacamata.


Sisil dan Jerry pun kembali bersalaman dengan Pak Handoko. Kemudian mereka berdua bersalaman juga dengan anggota dari divisi analisis kredit dan valas.


Dari lantai tiga, sekarang mereka menuju lantai satu. Dimana operasional, system, marketing dan customer service berada.


Dimulai dari bagian ujung, yaitu bagian system.


"Hendra.." ujar lelaki yang agak sedikit berbadan alias gemuk.


Sisil dan Jerry kembali bersalaman dengan Hendra.


Kemudian Pak Husin mengajak mereka berdua ke bagian operasional yang berada di tengah-tengah.


Semua bagian berkumpul dalam operasional ini yaitu teller, kliring, deposito, valas.


"Jimmy... " seorang lelaki tegap berkacamata.


"Billy... " seorang lelaki bertubuh lebih kecil dari Jimmy.


Sisil dan Jerry pun bersalaman kembali.


Tinggal dua bagian lagi, marketing dan customer service. Pak Husin mengajak ke sebrang operasional, yaitu bagian customer service.


"Maria." ucap seorang gadis cantik yang terlihat badannya kecil.


"Jika ada yang perlu dipelajari tentang produk dan syarat-syarat nya bisa bertanya pada Maria. Ada empat anggota yang membantunya. " jelas Pak Husin.


Sisil dan Jerry bersalaman dengan Maria dan anggota lainnya.


Yang terakhir adalah bagian marketing. Ruangannya di sebelah customer service, hanya diberi sekat batasan setinggi bahu saja.


"Abdul... " ucap Pak Abdul dengan senyum khas nya.

__ADS_1


Sisil dan Jerry bersalaman dengan Pak Abdul.


"Ini Pak Abdul, kepala divisi marketing. Sudah ada anggota nya empat orang, ditambah kamu Sil, nanti jadi lima orang. " jelas Pak Husin kembali.


Sisil dan Jerry bersalaman dengan semua anggota marketing.


"Kamu duduk disana yang kosong, Sisil! " ucap Pak Husin tegas.


"Terima kasih Pak! " Sisil sedikit membungkukkan punggungnya. Juga kepada Pak Abdul dia sedikit membungkukkan punggungnya juga. Dan berjalan ke tempat yang kosong itu.


Sisil meletakkan tas di dalam lacinya dan duduk di bangkunya. Mejanya masih kosong.


Tak lama kemudian, Nengsih menghampiri dengan membawa dua diklat tebal ke meja Sisil.


"Kamu baca dulu dan pelajari dulu ya! " ucapnya pada Sisil.


Sisil menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih.


Sisil mulai menekuni diklat yang diberikan Nengsih pada nya. Peraturan perusahaan serta produk-produk dan syarat nya.


Suasana di dalam ruangan marketing ini sibuk dan cuek satu dengan yang lainnya. Sepertinya rasa persahabatan rada kurang disini, beda dengan kantornya yang lama. Rasa persahabatan nya tinggi. Atau mungkin karena dia orang baru jadi dicuekin. Biasa jika bekerja dalam ruang lingkup baru, pasti orang baru akan merasa dicuekin. Belum terbiasa dengan suasana kantor yang baru.


"Sil, yuk makan siang! Kamu pasti belum tau tempatnya, bareng sama kita aja yuk! " ajak Maria yang tiba-tiba muncul di ruangan marketing.


Sisil melihat sekeliling ruangan marketing yang nampak setengah kosong, karena hanya tinggal dirinya, Septi yang di sebelah nya dan Rica yang dihadapan Septi.


"Okey Mar, tunggu sebentar yaa...! " Sisil dengan sigap mengambil dompet dari tas nya, kemudian pamit pada teman-teman nya yang baru.


Mereka makan di sebelah kantor. Ada sebuah kantin kecil dan banyak juga gerobak-gerobak penjual makanan yang kalau siang hari pada mangkal disana.


"Gimana di tempat baru ini, Sil? " tanya Putri yang merupakan customer service juga.


"Saya belum terbiasa suasana nya yang cuek banget menurut saya. " Sisil berbicara pelan seakan takut salah omong.


Dilihat nya Maria dan Putri tersenyum. Mereka berdua mengerti kendala orang baru di marketing seperti itu, sudah banyak yang merasakan nya.


"Kalau ada apa-apa yang kurang ngerti, tanya aja ke kita ya! " ucap Maria diikuti dengan anggukan kepalanya Putri.


"Okay... " sahut Sisil tersenyum.


" Ada juga yang berbaik hati padaku, Tuhan! " doa Sisil dalam hatinya mengucap syukur.


Mereka melanjutkan makan siangnya sambil berbincang-bincang. Dalam marketing bebas untuk keluar makan, tidak perlu bergantian seperti customer service yang mana bagian ini tidak boleh kosong pada jam istirahat.


*


*


bersambung.......


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote nya ya bestie.. 🙏🏻 jika berkenan bolehlah kasih bintang limanya yaa🤗 dukung terus karya receh mommy yaa....


Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung dan yang selalu mendukung dari awalnya 😍 dukungan kalian sangat berarti buat mommy yaa... 🤗

__ADS_1


Luv.. Luv u all... 😘🤗❤💞


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2