Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 98. Me time nya Sisil


__ADS_3

Hari-hari berlalu demikian cepat. Tak terasa sudah tiga bulan Sisil bekerja di Pratama group, tepatnya Pratama Technical.


Hari-hari Sisil dihabiskan hanya dari tempat kost ke kantor saja. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu dihabiskan untuk bersama Johan, sang kekasih hatinya.


Sudah tidak ada waktunya untuk kumpul bersama teman-teman ataupun hanya bertemu dengan Pingkan walau cuma sebentar.


Meskipun waktu berkumpul tidak ada tapi Sisil rajin menelpon Pingkan atau teman-teman lainnya. Sehingga tidak ada jarak yang memisahkan mereka untuk tetap saling bersahabat dan berhubungan.


**


Hari ini hari libur kalender merah. Sisil berencana untuk kumpul-kumpul dengan sobat-sobat nya. Dia sudah memberitahu Pingkan untuk mengkoordinasi acara kumpul-kumpul hari ini.


Sisil juga sudah meminta ijin pada Johan untuk waktu nya sendiri alias waktu me time nya. Karena sudah lama Sisil tidak ada waktu untuk dirinya sendiri dan teman-temannya.


Pagi ini, sehabis bangun tidur Sisil beberes bersihkan kamar kost nya terlebih dahulu. Lalu dia mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat.


Sisil hanya mengenakan celana panjang jeans dan kaos ketat putih dengan tangan tiga perempat model balon. Hanya sederhana saja tapi sudah tampak cantik. Dihiasi dengan make up tipis di wajahnya.


Sisil sudah siap dan dia hanya tinggal menunggu Pingkan datang menjemputnya.


Tak sampai lima belas menit, mobil Pingkan memasuki pelataran parkiran kost yang cukup luas itu.


Setelah memarkir mobilnya Pingkan langsung menelpon Sisil. Sisil yang menerima panggilan Pingkan langsung menjawabnya dan dia juga langsung menyambar tas tangannya.


Sisil mengunci pintu kamarnya dan langsung berjalan menuju parkiran kost, dimana terlihat mobil Pingkan sudah menunggu nya.


"Apa kabar sayang? " tanya Pingkan begitu pintu mobil dibuka dan Sisil masuk duduk di sebelah kemudi.


"Baik, Pingkan sayang! " jawab Sisil. Mereka berdua berpelukan dan masing-masing saling ber cipika-cipiki melepas rasa kangen.


Sisil kembali merapihkan duduknya. Pingkan yang tidak mematikan mesin mobilnya langsung menjalankan mobilnya keluar dari pelataran parkiran kost menuju tempat restauran yang sudah di reservasi oleh Pingkan.


Pingkan sudah membooking tempat di Laguna Restauran dan Seafood. Kenapa memilih restauran ini? Karena selain rasanya lumayan enak, harga terjangkau dan yang pasti Sisil dan Pingkan menyukainya. Pingkan sudah reservasi meja besar yang paling banyak bisa menampung delapan orang.


Buat Pingkan yang penting sudah booking tempat untuk delapan orang, tidak masalah jika yang datang nanti kurang dari delapan orang. Lebih baik berlebih daripada kekurangan tempat sebab restauran ini akan padat pengunjungnya pada waktu jam makan siang.


"Semoga teman-teman yang lain bisa pada datang ya, Ping! " doa Sisil yang terucap pada Pingkan.

__ADS_1


"Iya say, semoga ya! " sahut Pingkan masih dengan fokus menyetir mobil.


Tanpa disadari Sisil, Pingkan tersenyum. Dia ingin membuat surprise untuk Sisil.


Tidak lama kemudian mobil yang dikendarai Pingkan memasuki area jalanan arah ke restauran. Restauran ini sayang nya tidak punya tempat parkir. Jadi yang datang ke restauran ini harus cari parkir di jalan depan restauran.


Pingkan langsung mendapatkan tempat parkir yang cukup strategis. Pingkan dengan sigap memarkir mobilnya, lalu mematikan mesin nya.


Sisil keluar dari mobil, juga dengan Pingkan. Setelah memastikan mobil terkunci dengan baik, Pingkan dan Sisil berjalan masuk ke dalam restauran.


Pingkan mencari meja yang sudah di reservasi oleh nya. Pelayan pun mengantar Pingkan dan Sisil ke mejanya.


Suasana restauran belum ramai. Pingkan dan Sisil duduk di tempat yang sudah disediakan oleh pihak restauran.


Pada saat Sisil mau meminta daftar menu, dari arah belakang terdengar teriakan yang sedikit histeris.


"Sisil..... " teriakan Mbak Yanti cukup kencang sehingga mengundang orang-orang yang ada di sekitar melihat ke arah Yanti.


Yanti yang berjalan dengan cepat mendadak berhenti. Dia melihat sekeliling di restoran itu. Beberapa orang yang sudah duduk di mejanya masing-masing nampak melihat ke arah Yanti.


Begitu tiba di depan Sisil, Yanti langsung memeluk nya. Sisil yang sudah berdiri menyambut pelukan Yanti dengan penuh kehangatan.


Keduanya sedang asyik berpelukan, tidak menyadari jika sudah ada yang berdatangan.


"Udahan kali pelukan nya! Gantian dong! " protes David yang ternyata ikut mengantar Yanti.


"Eh ada Bang David! Apa kabar, Bang? " tanya Sisil setelah melepaskan pelukan Yanti dan menyalami David.


"Baik, Sil! Elu gimana kabarnya nih? " jawab David dan balik bertanya.


"Baik juga Bang! Ayo.... silakan duduk, Bang! Mbak Yanti.... lu ajak Bang David duduk dong! "


Sisil meminta Mbak Yanti untuk mengajak David duduk. Karena kalau berdiri lama-lama agak sedikit mengganggu jalanan di resto itu yang sudah mulai tampak ramai pengunjungnya.


"Halo semua..... gua udah telat belum ya? " suara berat lelaki yang tak lain adalah Heru pun nongol.


Heru tampak cengar-cengir. Dia langsung menyalami Sisil dan langsung duduk di sebelah Sisil yang masih kosong.

__ADS_1


Sisil hanya tertawa melihat ulahnya Heru yang sama sekali gak ada yang berubah. Cuek dan gak ada segan-segan nya. Inilah yang Sisil suka bergaul dengan Heru, orangnya cuek dan ngomong apa adanya. Bukan ada apanya lho!


Hanya tinggal Nessa dan Happy yang masih belum ada kabar, apakah mereka berdua jadi datang atau tidak.


Sisil dan Pingkan memesan makanan dan menawarkan minuman apa yang mau dipesan oleh teman-teman nya itu.


Sisil memesan banyak makanan seafood dari ikan gurame, udang, cumi, sayur kangkung, sayur tauge, tahu kipas dan minuman yang lebih di dominan kelapa batok.


Mereka kalau sudah berkumpul begini ramainya minta ampun. Ditambah tempat resto nya yang terbilang ramai kalau jam makan siang, apalagi ini hari libur.


"Sil.... gua denger-denger katanya lu mau married ya? " celetuk Heru yang tiba-tiba bertanya pada Sisil.


Sontak Pingkan, Yanti dan David bersorak kegirangan. Sementara Sisil hanya bisa tertawa saja menanggapi pertanyaan Heru yang tiba-tiba itu.


"Yang bener lu Sil?! Beneran mau married? Kok gak bilang-bilang sama gue? " todong Pingkan dengan pertanyaan tidak percaya nya.


"Halah lu tuh ya! Omongan Heru di dengerin! Dia kan asal ceplos tau! " bela Sisil yang mendadak sedikit risih dengan tuduhan Pingkan.


Sisil tertawa tanpa bersuara. Pingkan yang duduk di sebelah nya ngakak melihat respon Sisil yang merasa risih.


"Beneran Sil, elu mau married? Jadi duluan elu dong! Gua sama David kemungkinan tahun depan! " ucap Yanti yang merasa bahagia mendengar Sisil mau married.


"Udah ah! Kalian jangan ngomong gitu dong! Pokoknya kalau sampai gua married kalian semua di undang dan harus datang. Gak pake alasan! " ceplos Sisil penuh penekanan.


"Lu tuh jangan nyebar gosip macam-macam deh! " bentak Sisil ke Heru sambil memukul bahunya. Yang dipukul bahunya cuma ketawa ngakak menanggapi bentakan Sisil.


Para pelayan resto mulai berdatangan mengantar pesanan mereka semua. Dari nasi putih, makanan seafood dan sayur serta minuman semua sudah diantar dan dihidangkan di atas meja.


Lalu setelah dipersilahkan makan oleh Sisil dan tanpa diperintah lagi mereka semua mulai makan siang nya.


*


*


bersambung.....


_______________________________________

__ADS_1


__ADS_2