
Drrrttt...... Drrrttt......
Hape Danu berbunyi. Danu mengangkat telponnya.
Seseorang mengabari jika Handoko melarikan diri. Danu kesal dan menyebar anak buahnya untuk mencari tahu dimana Handoko bersembunyi.
"Brengsek! " geram Danu dalam hatinya. Dia kesal kenapa cowok mesum itu bisa melarikan diri.
Danu segera mengabari Johan tentang keadaan Handoko yang melarikan diri sebelum polisi tiba di tempat kejadian.
*
*
Di sebuah rumah kontrakan yang tidak terlalu besar, tampak seorang laki-laki sedang duduk mengobati luka di wajahnya.
Sudah sebulan yang lalu Handoko mengontrak sebuah rumah yang ada di pinggiran kota.
Rumah kontrakan ini masih belom ditempati Handoko. Dia berencana untuk merenovasi dulu.
Tapi sekarang karena keadaan yang mendesak, mau tidak mau Handoko terpaksa tinggal di rumah ini.
Handoko meringis kesakitan ketika obat mengenai luka di wajahnya.
"Sial!! Wajah ganteng gini jadi penuh luka!! " rutuk Handoko dalam hatinya.
Handoko menatap wajahnya di cermin. Dia merutuki dirinya sendiri.
Handoko berusaha menghubungi Lila, tapi tidak ada jawaban sama sekali.
"Sial!! " maki Handoko dalam hati.
"Pada kemana semua?! " lanjut Handoko dalam hati.
Handoko kesal, dia merasa semua orang gak bisa dihubungi. Padahal dia hanya menghubungi Manto dan Lila saja.
Kembali Handoko mengobati luka di wajahnya. Wajah ganteng nya berubah menjadi kemerahan.
Drrttt.... Drrttt.....
"Ya hallo! " jawab Handoko ketus setelah mengetahui siapa yang nelpon.
"Kenapa Han? Sorry tadi lagi mandi! " sahut Manto di telpon.
"Kamu kesini To! Bawa beberapa pakaian dalam dan baju-baju gue To! Ntar gue WA in alamatnya! " ucap Handoko langsung menutup panggilan telepon tersebut.
Setelah menutup panggilan, Handoko langsung mengirimi alamat rumah kontrakan nya ke Manto.
*
*
Di rumah mess kantor, Manto yang baru selesai mandi melihat ada panggilan masuk dari Handoko.
Dia langsung menghubungi Handoko.
Beberapa menit kemudian Manto menutup telpon nya sambil ngedumel.
"Enak amet main suruh-suruh aja! " ngedumel Manto.
Manto masuk ke kamar Handoko. Dia memasukkan ke dalam koper beberapa helai baju dan celana, juga pakaian dalam dan baju tidur.
Manto menyusun koper diatas motornya. Diikatnya dengan tali supaya tidak jatuh. Kemudian Manto mengendarai motornya menuju rumah kontrakan Handoko.
*
__ADS_1
*
*
Di apartemen Johan.
Tampak dua insan yang masih saling memagut dengan mesra.
Johan menghentikan pagutan nya. Ditatap nya Sisil dengan lembut, seulas senyum terpampang di wajah tampannya.
"Kamu bersih-bersih dulu, sayang! Baju kamu kotor bekas semalam! "
Sisil menunduk melihat keadaan bajunya yang sudah semrawut. Dia merasa malu dengan keadaan nya yang kotor malah tidur diatas ranjang.
"Kamar mandinya disana! " ucap Johan menunjuk dengan dagunya.
"Tapi aku gak ada baju kak! " Sisil menekuk wajahnya.
Johan bangun dari ranjang. Dia mengambil sebuah kaos dan celana pendek, diberikan pada Sisil.
"Pakailah ini! "
Sisil mengambil kaos dan celana itu. Langsung dia masuk ke kamar mandi dan menguncinya.
Johan melihat hapenya yang bergetar karena ada message masuk dari Danu.
"Ahh... brengsek! " geram Johan dalam hatinya setelah membaca message.
"Suruh anak buah kita cari sampai dapat Dan! " titah Johan dalam messagenya.
"Sudah bro! " sahut Danu dalam message.
Johan meletakkan hapenya di meja. Dia keluar dari kamarnya menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Sisil.
Tak butuh waktu lama buat Johan memasak nasi goreng. Masakan ringkas yang gampang dibuatnya.
Sisil berjalan ke arah ruang makan dan dapur.
Johan tersenyum melihat kedatangan Sisil. Terlihat segar dan imut penampilan Sisil yang memakai kaos Johan.
Johan sudah menyajikan nasi goreng ke dalam piring dan diletakkan nya di atas meja.
Sisil duduk di meja makan, berhadapan dengan Johan. Mereka berdua menyantap sarapan dengan lahap.
"Enak nasgor nya kak! " ucap Sisil dengan mulut penuh makanan.
"Oyaa....mau tambah? Masih ada di kuali sisanya! " sahut Johan.
Sisil menggelengkan kepalanya.
"Kenyang! "
Setelah makan, Sisil membereskan meja dan mencuci piring-piring kotor.
Johan masuk ke kamarnya untuk mandi. Sedangkan Sisil duduk di sofa ruangan tamu sambil menonton tv.
Setelah selesai mandi, Johan menemani Sisil di ruang tamu. Dia duduk di sebelah Sisil.
Direngkuhnya bahu Sisil, sehingga Sisil dengan nyaman menyenderkan kepalanya di dada bidang Johan.
Johan mencium pucuk kepala Sisil dengan sayang.
Entah mengapa Sisil merasa nyaman jika berada di dekat Johan.
"Lusa aku berangkat ke Canada. Kemungkinan lama bisa berbulan-bulan. Maukah kau menungguku? " ucap Johan sambil tangannya memeluk tubuh Sisil.
__ADS_1
Sisil mendongak kan kepala nya. Ditatap nya Johan yang sedang menatap nya juga.
Mereka berdua saling bertatapan.
"Ya..... aku akan menunggu kakak pulang! " Sisil menganggukkan kepala nya.
"Kak Johan pasti pulang kan?! " Sisil kembali bertanya mempertegas. Ada rasa takut juga dalam hatinya jika Johan tidak akan balik lagi.
"Ya, pasti sayang! Apalagi kalau ada yang nunggu! " sahut Johan seraya tertawa.
Johan bahagia mendengar jawaban Sisil. Dia tahu ada sedikit keraguan di hati Sisil, tapi ditutupinya dengan rapat.
Johan ******* bibir merah ranum yang ada di hadapan nya. Sisil membalas nya. Mereka kembali berciuman dengan lembut.
*
*
Ting-tong..... Ting-tong......
Bel pintu apartemen Johan berbunyi. Johan dan Sisil menghentikan pagutan mereka.
"Pasti Pingkan, sahabat mu sayang! " ucap Johan sambil berjalan untuk membuka pintu.
Ceklek....
Tanpa babibu Pingkan langsung menerobos masuk. Dilihatnya Sisil yang sedang duduk di sofa.
"Sisil........ kamu baik-baik saja? " teriak Pingkan yang sangat mengkhawatirkan keadaan sahabat nya itu.
Pingkan memeluk Sisil erat. Dia terisak-isak antara sedih dan bahagia. Sedih karena kejadian yang menimpa sobatnya, bahagia karena badai telah berlalu dan Sisil bisa selamat.
Sisil kembali ikut terisak-isak. Mereka berdua saling berpelukan dan menangis. Beginilah persahabatan mereka berdua, senang susah selalu dirasakan bersama.
Johan membiarkan mereka berdua melepaskan rasa di dalam diri mereka masing-masing.
Setelah agak tenang dan isak-tangis mereda, Pingkan dan Sisil duduk berdampingan di sofa.
Mereka saling bertukar cerita. Saking asyiknya, mereka melupakan seseorang yang punya apartemen.
"Ehemm.... " Johan pura-pura berdehem mengalihkan pembicaraan nereka.
Sisil dan Pingkan terdiam sesaat. Kemudian mereka tertawa bersama.
"Maaf kak..... kita jadi lupa kalo ada kak Johan! " ucap Sisil di sela-sela tawanya.
"Oya kak Johan, nanti Sisil biar ikut pulang sama saya aja! " seloroh Pingkan.
"Oke." sahut Johan tersenyum.
"Biar kak Johan bisa lanjut istirahat nya! " lanjut Pingkan lagi.
"Oke... " sahut Johan dengan tersenyum.
Menjelang siang Pingkan dan Sisil pamit pada Johan. Mereka berdua mengucapkan banyak terima kasih.
*
*
*
bersambung.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Ini visual si cantik Sisil. Cocok gak? Kalo gak cocok.... yahh dicocokin aja ya🙏🏻😂