
Aku tidak bisa tidur karnanya, kenapa dia menatapku dengan wajah yang yang seolah-olah ingin memangsaku, aku tidak tahu kenapa perasaan ini mulai muncul sederhana tapi sulit tuk ku ucapkan. Aku gak punya waktu tapi tak punya kesempatan, aku hanya dapat memujanya tapi tak bisa mengungkapkannya terlebih dia sangat dekat dengan siapa saja, apalagi dengan Satria akusangat kenal dia sedari dahulu Satria selalu menjadi jurang pemisah antara aku dengan Cantika.
Saat itu pertama kali ku bertemu dengan Cantika adalah saat aku di kelas, karna saat itu aku belum begitu dekat dengan Cantika. Awalnya dia hanya membantu aku menyelesaikan tugas ku,
"Arjuna tugasmu telah selesai?" Tanya Cantika
__ADS_1
Dia adalah ketua kelas di kelas kami sedangkan Satria adalah Ketua Osis, aku gak tahu aku jadi terbata-bata dan tak bisa mengucapkan apa-apa di depan Cantika. Dia sangat baik dan perhatian, aku sangat bahagia saat dia mengijinkan aku untuk bermain di rumahnya. Dia sangat manis dan cantik seperti namanya karna dia masih ada darah keturunan Turki Pakistan membuat wajahnya seperti orang bule.
Entah bagaimana aku mengungkapkannya karna aku, Satria dan Cantika kami telah berteman dan bersahabat aku tak mungkin membuat hubungan kami hancur hanya karna perasaanku. Apalagi Satria juga seperti saingan terberatku.
Saat itu aku meminta bantuan Cantika untuk menyelesaikan tugas ku tetapi ada Satria akhirnya kami jadi ribut dan berantem, alhasil Cantika marah dan tak mau bermain dengan aku dan Satria lagi. Sedangkan akudan Satria kami berdua memang bersahabat tetapi kami berdua sering bertikai hanya karna memperebutkan Cantika, aku sendiri bingung kenapa Satria selalu memepet dan selalu menikung aku.
Jelita adalah sahabatku waktu SMP sekarang dia sekolah di SMK yang sama denganku, aku sangat bahagia bisa melewati waktu bersama dengannya. Pada saat itu aku, Jelita, Satria dan Arjuna kami berempat menjadi kelompok di sebuah regu Pramuka saat itu tenda cewek dan cowok di pisah, tapi karna aku dan Jelita tak bisa membuatnya kemudian tugas Satria dan Arjuna adalah membuat tenda dan aku serta Jelita memasak.
__ADS_1
Tiba-tiba kami tersesat dan kami melihat sebuah jebakan hampir saja Jelita jatuh Jelita menjerit dan ketakutan.
"Tempat ini sangat seram!" Seru Jelita
"Aku gak kuat...! Aku mau pulang" Jelita menangis
Kemudian saat itu Arjuna membantunya dan pada saat yang sama tiba-tiba kakiku terpeleset dan berdarah untung saja ada Satria dan kemudian dia menggendongku. Seketika wajah Jelita jadi terlihat cemburu, di sepanjang perkemahan dia terlihat seperti marah padaku.
__ADS_1
Aku gak tahu kenapa cinta ini rumit kenapa sih, harus ada cinta-cintaan kalau semuanya bikin persahabatan kita jadi rusak aku jadi sebal. Oleh sebab itu, Jelita seperti menjauhi aku kemudian dia bercerita kalau dia suka sama Satria tetapi dia gak suka kalau Satria juga suka padaku. Hubungan yang aneh padahal aku gak berniat buat merusak apalagi menjauhkan Jelita dari Satria.
Begitu pula dengan Arjuna dia selalu memberi perhatian padaku dan lagi-lagi bertengkar dengan Satria, hubungan yang sangat rumit aku kira Arjuna dapat bersikap lebih dewasa padahal dia kan tahu bahwa Satria sudah ku anggap seperti kakakku sendiri.