
Tak terasa hari yang di tunggu-tunggu tiba. Hari yang dinanti pasangan Johan dan Sisil.
Sisil sudah berada dalam satu ruangan khusus menunggu jalannya acara pemberkatan. Balutan gaun pengantinnya sungguh membuat Sisil tampil cantik memukau.
Pintu ruangan nya terbuka, Pingkan dengan pakaian pengiring pengantin yang tak kalah cantiknya masuk ke dalam ruangan itu.
"Ping....... elu cantik sekali! " seru Sisil menatap sahabat nya itu. Pingkan tersenyum pada Sisil.
"Kamu yang lebih cantik, sayang! Berbahagialah, jangan bersedih lagi! " ucap Pingkan tulus pada Sisil sahabat nya. Mereka berdua pun saling berpelukan. Mata Sisil sudah berkaca-kaca.
"Eitt.... jangan nangis! Nanti riasan nya luntur! " gurau Pingkan untuk menetralisir perasaan haru yang melanda hati Sisil. Sisil tertawa kecil. Dia menyeka mata nya pelan-pelan dan hati-hati dengan tissue.
"Sisil.... Pingkan.... harap bersiap! Sebentar lagi waktunya kamu keluar Sil!" ujar seorang yang termasuk dalam tim wedding organizer memberitahu Sisil dan Pingkan.
Pingkan dengan sigap dan telaten membantu Sisil berdiri dan merapihkan gaun pengantinnya. Sisil sudah bersiap di dekat pintu keluar dan Pingkan di belakang nya.
Sisil bersiap di belakang pintu, sebab begitu pintu terbuka dia akan berjalan memasuki rumah ibadah untuk misa pemberkatan nikah nya.
Pintu terbuka..... musik mulai berkumandang dan Sisil mulai melangkahkan kakinya memasuki ruang misa diiringi Pingkan yang berjalan di belakang mengawasi gaun pengantin Sisil yang panjang menjuntai.
Semua yang hadir menatap pengantin wanita yang cantik itu berjalan dengan senyum di bibirnya. Sementara di depan altar sudah menunggu Pendeta dan tentunya calon suami nya, Johan.
Johan tampak gagah dan tampan dengan jas pengantin yang dikenakan nya.
Setelah sampai di depan altar, Johan menyambut Sisil. Mereka berdua berpegangan tangan, lalu berdiri di tengah altar menghadap sang Pendeta.
Misa pemberkatan pernikahan Johan dan Sisil pun di mulai. Dan tiba saatnya mereka berdua mengikat janji dan cinta mereka berdua.
"Saya Johan Pratama mengambil Sisilia Maharani menjadi istri saya untuk saling memilih dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah... " Johan mengucapkan janji pernikahan.
"Saya Sisilia Maharani menerima Johan Pratama menjadi suami saya untuk saling memilih dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya menemaninya pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah.. " Sisil juga mengucapkan janji pernikahan.
"Silakan dipasang cincin nya... " sang Pendeta memberikan instruksi.
__ADS_1
Johan dan Sisil saling berhadapan. Johan memegang jemari Sisil.
"Cincin ini bulat tanpa awalan dan akhiran, sebagai lambang kasih Kristus yang tanpa awal dan akhir, atas dasar itu cincin itu menyatakan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga dengan mengasihi pasangan tanpa awal, juga tanpa akhir.... " sang Pendeta mengatakan ketika Johan dan Sisil akan memasangkan cincin.
"Saya Johan Pratama memberikan cincin ini pada istri saya Sisilia Maharani sebagai lambang cintaku dan kesetiaanku kepadamu.. " Johan memasangkan cincin pada jemari Sisil dan sebaliknya Sisil mengucapkan hal yang sama tersebut lalu memasangkan cincin pada jemari Johan.
"Terimalah berkat Tuhan Allah, Bapa Tuhan Yesus Kristus yang telah memanggil dan mempersatukan kamu dalam perkawinan ini, akan memberkati kamu dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia Roh Kudus, supaya dalam iman, pengharapan dan kasih, kamu hidup suci dan bahagia selama-lamanya.. " sang Pendeta mengucapkan pemberkatan.
Selesai mengucapkan pemberkatan, tinggallah waktunya mempelai pria mencium mempelai wanita.
Johan mencium kening Sisil dengan penuh cinta, lalu turun ke bibirnya. Dia mencium dengan lembut. Tepuk tangan ramai memenuhi ruangan pemberkatan itu.
Mata Sisil berkaca-kaca. Dia terharu akan kejadian yang dialaminya hari ini. Hari yang bersejarah dalam hidupnya.
"Seandainya Mama masih ada, pasti beliau akan bahagia melihatku! " batin hati Sisil.
Pemberkatan selesai, kini mereka berdua menuju gedung pesta yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
Johan dan Sisil sudah tiba di pelaminan. Pingkan merapikan gaun pengantin Sisil agar tidak tersangkut pada sofa pelaminan.
Sekarang iring-iringan kedua orang tua dari kedua mempelai memasuki ruangan pernikahan. Tepuk tangan mengiringi langkah kedua orang tua mempelai hingga tiba di pelaminan dan mereka langsung berdiri di kanan kiri pengantin. Kedua orang tua Sisil berdiri di sebelah Johan dan kedua orang tua Johan berdiri di sebelah Sisil.
Tamu-tamu lebih memilih untuk makan terlebih dahulu daripada bersalaman.
"Selamat ya adikku sayang! " ucap Caitlyn yang menghampiri sang adik di atas pelaminan.
"Kakak! Surprise banget Kakak datang! " Johan memeluk Kakaknya, Caitlyn.
"Aku baru sampai subuh tadi! Aku tidak mau melewatkan hari jadi nya adik kesayangan ku! Istrimu cantik sekali! " ucap Caitlyn tersenyum pada sang adik dan tersenyum juga menatap Sisil di samping nya.
"Oya Sil, kenalkan ini kakak kandungku, Caitlyn! " ujar Johan mengenalkan Sisil dan Caitlyn.
__ADS_1
"Sisil, Kak! Senang Kakak datang dan bisa ketemu! " sahut Sisil dengan ramah dan tersenyum.
"Cepat nyusul ya Kak! Udah ketemu Prinanto belum? Dia bilang mau datang tapi belum keliatan hidung nya nih! " celetuk Johan dengan mata jelalatan melihat kiri dan kanan.
"Gua disini, bro! " teriak seorang pria tegap sambil berjalan ke arah Johan. Siapa lagi kalau bukan Prinanto. Lelaki dengan perawakan tinggi, tegap dan ganteng.
"Selamat ya bro! " ucap Pri pada Johan dan Sisil. Dia menyalami Johan dan Sisil.
"Apa kabarnya, Caitlyn cantik! Lama ya tidak ketemu.... masih tetap cantik malah tambah cantik! ":sapa Prinanto pada Caitlyn yang langsung nyerocos terus.
Johan tersenyum mendengar candaan Prinanto. Sementara Caitlyn wajahnya langsung bersemu merah.
Prinanto mengajak Caitlyn duduk di meja keluarga yang sudah di sediakan. Johan dan Sisil beserta keluarga sibuk menerima ucapan salam dan selamat dari tamu-tamu, kerabat, saudara-saudara, serta teman-teman mereka semua.
Acara berfoto ria pun di mulai. Dari pihak keluarga hingga teman-teman Johan dan Sisil semua diminta partisipasinya untuk berfoto. Pingkan, Yanti, David, Heru dan Nessa yang merupakan sahabat Sisil gak ketinggalan berfoto.
Pesta berjalan begitu meriah dan megah. Mempelai pengantin pun tetap tersenyum tanpa merasakan lelah karena hati mereka bahagia.
Penderitaan ataupun kesusahan yang dialami, suatu saat akan berbuah kebahagiaan. Roda kehidupan akan terus berputar. Tak selamanya seseorang terpuruk akan situasi yang buruk, jika berusaha dan berdoa pasti ada jalan menuju bahagia.
~~ TAMAT ~~
_______________________________________
Note :
Maafkan jika masih banyak kekurangan pada karya pertama ku ini. Semua dukungan dari teman-teman semua sangat berarti buatku.
Jika berkenan aku akan menulis kelanjutan cerita ini, juga dengan cinta nya Prinanto dan Caitlyn, juga tentang Lalita yang hiperseks.
Ditunggu ya karya-karya lanjutan nya ππ».
πΈπΊπΈ
__ADS_1
_______________________________________