Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 62. Survei tempat kost


__ADS_3

Suara kicau burung ramai terdengar. Sisil perlahan membuka matanya yang terasa berat. Dia menengok ke arah kanan. Tidak ada sosok Pingkan.


Sisil mengucek matanya pelan, merasa banyak kotoran mata karena bekas menangis semalam.


Sisil bangun dan duduk di tepi ranjang. Dia menggerakkan otot-otot kaki, tangan dan jemari tangannya.


Sisil mengaktifkan ponselnya dan terdengar message masuk di WA nya.


"Drrttt....... Drrttt...... "


Sisil membuka WA nya, tampak message masuk dari Johan.


"Sayang..... kamu perempuan yang kuat! Jangan terlalu bersedih ya! Fokuslah saat ini untuk mencari tempat kost. Cari tempat yang baik dan lingkungan yang baik. Love u honey! " beginilah message dari Johan.


Dahi Sisil mengkerut membaca message tersebut.


"Kak Johan kok tahu ya? Tahu darimana kah? Atau selama ini ada yang membuntutiku? " gumam Sisil pada dirinya sendiri. Sisil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ahh.....sudahlah gak usah dipikirin! Yang penting kak Johan tetap perhatian meski jauh! Aku kangen kak! " batin Sisil pada dirinya sendiri.


Sisil mengetik jawaban untuk membalas message Johan.


"Iya, makasih banyak kak Johan atas perhatian nya. Sisil memang mau cari tempat kost. Love u too! " ketik Sisil di WA dan mengirimkannya pada Johan.


Tak lupa disematkan emoticon hati.


Pintu kamar terbuka, Pingkan masuk dengan senyum di bibirnya. Di tangannya menggenggam segelas susu.


"Ini minum susu dulu say! " ucap Pingkan menyodorkan segelas susu yang dibawa nya. Sisil mengambilnya dan meletakkan nya di atas nakas, di samping tempat tidur.


"Gua belom sikat gigi, say! Sekalian gua mandi deh! Lu bangun pagi banget, Ping? " ucap Sisil sekaligus bertanya pada Pingkan.


"Gak juga sih, jam enam mata dah melek, mau ditidurin lagi udah kagak bisa tidur! " tutur Pingkan sambil mendudukkan bokong nya di ranjang.


"Gua mau ambil baju-baju gua dulu ya di mobil! " ucap Sisil seraya berdiri dan berjalan ke depan.


Ketika melewati ruang tamu, Sisil mengambil kunci mobil nya dan kunci pagar rumah yang tergeletak di atas meja ruang tamu.


Sisil bergegas menuju depan, dibuka nya pintu pagar rumah Pingkan. Lalu Sisil membuka pintu bagasi mobilnya dan dikeluarkan nya koper nya.


Kembali di kuncinya pintu mobilnya dan pintu pagar. Sisil masuk ke dalam dengan mengangkat koper tersebut masuk dalam rumah Pingkan.


Diletakkan kembali kunci mobilnya dan kunci pagar depan di atas meja ruang tamu.

__ADS_1


Sisil kembali masuk ke kamarnya Pingkan dan meletakkan koper nya diatas bangku yang kosong. Dia mengeluarkan pakaian dalam dan kaos untuk dipakai nya hari ini. Untuk celana panjang, dia akan memakai yang kemarin dipakainya.


Pingkan sedang asyik dengan ponselnya. Sementara Sisil langsung menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap.


Sisil mandi dengan cepat. Setelah selesai dia keluar dari kamar mandi, lalu memakai celana panjang dan kaos nya. Dia memulas wajahnya dengan riasan tipis, terutama daerah sekitar matanya, agar terlihat tidak bengkak.


"Gua mau cari tempat kost, Ping! Lu mau ikut? " tanya Sisil pada Pingkan seraya meminum susu yang tadi dibawa Pingkan.


"Oke. Sekarang perginya? " tanya balik Pingkan.


"Iyalah, sekarang Ping! Kan gua mau survei dulu mana yang memenuhi kriteria gua! " sahut Sisil.


"Oke, gua temani! Gua ganti baju dulu sebentar! " ujar Pingkan seraya bangkit dari duduknya dan kemudian mengganti kaos nya.


Sisil dan Pingkan berjalan menuju mobil Sisil di depan rumah Pingkan. Pingkan yang duduk di belakang kemudi, Sisil duduk di sebelah nya.


"Kita lihat dekat daerah rumah lu dulu Ping, kalau gak salah ada deh tempat kost! " ucap Sisil pada Pingkan yang sedang menstarter mobil.


"Iya, ada. Lu mau nya yang di dalam komplek atau diluar, Sil? " tanya Pingkan.


"Di luar aja, Ping! " sahut Sisil.


"Oke, kita menuju kesana ya! "'ucap Pingkan melajukan mobilnya.


Setelah survei kamar kost nya, mereka berdua melanjutkan tempat kost kedua yang berada masih di sekitar sana. Yang kedua ini terdiri dari dua lantai.


Kemudian mereka berdua melanjutkan surveinya ke daerah tempat kerja Sisil.


Sebelumnya mereka berdua singgah dulu di kedai mie kangkung yang kata orang-orang lumayan enak.


Setelah selesai makan, mereka berdua melanjutkan survei di daerah sana. Ada dua tempat yang mereka ketahui.


Kemudian mereka berdua juga survei di belakang mal XX yang katanya paling banyak tempat kost di daerah sana. Karena daerah nya banyak mahasiswa dan mahasiswi.


Setelah selesai survei tempat kost yang totalnya ada delapan tempat, Sisil dan Pingkan memutuskan untuk pergi ke rumah Sisil. Untuk mengambil baju-baju dan barang-barang Sisil yang masih belum terbawa. Tak lupa mereka mampir ke warung terdekat dulu untuk beli dus besar.


Pingkan menghentikan mobil di depan rumah Sisil yang tampak sepi. Sisil mengetuk pagar rumah Papa nya itu. Tak ada jawaban.


Tetangga sebelah rumah keluar dan memberitahu jika Papa nya dan si Tante sedang keluar. Kemungkinan sore baru balik.


Sisil gak bisa masuk karena gembok di pintu pagar sudah diganti. Sedangkan kunci yang masih Sisil pegang adalah kunci yang lama.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk balik ke rumah Pingkan. Untuk ambil bajunya di tunda dulu sampai Sisil sudah menentukan tempat kost mana yang dipilih nya.

__ADS_1


"Gua kaya orang asing aja ya! Mau masuk di rumah bokap aja kaga bisa! Gembok pake diganti segala! " kesal Sisil dengan keadaan nya.


Pingkan diam tak memberikan komentar apapun. Dia fokus menyetir mobil.


Tak lama mereka berdua sampai di depan rumah Pingkan. Sisil dan Pingkan turun dari mobil.


Pingkan membuka pintu pagar rumahnya. Setelah mengunci pintu mobil, Sisil berjalan masuk ke dalam rumah.


Sisil menjatuhkan tubuhnya pada sofa empuk di ruang tamu Pingkan. Diikuti Pingkan yang baru sampai sehabis mengunci pintu pagar nya.


"Untung hari ini Minggu, jadi bisa survei banyak tempat kost! " celetuk Pingkan seraya melonjorkan kakinya yang pegal.


Sisil menguap. Rasa kantuk menyerangnya. Semalam hanya tidur beberapa jam saja.


"Tidurlah di kamar, Sil! " ucap Pingkan ketika melihat Sisil sudah sepuluh watt.


Sisil tanpa menjawab langsung berjalan ke kamar Pingkan. Dia mengganti bajunya dengan piyama nya. Kemudian langsung naik ke tempat tidur.


Begitu membaringkan tubuhnya, Sisil pun langsung pulas.


Pingkan masuk ke dalam kamarnya dan melihat Sisil sudah tidur dengan pulasnya.


Kembali Pingkan ke ruang tamu, untuk tiduran di sofa. Dia melihat ponselnya yang ternyata di silent. Ternyata ada message dari Johan. Pingkan menjawabnya singkat dan mengirim message tersebut.


Pingkan merebahkan tubuhnya di sofa dan meluruskan kakinya yang masih terasa pegal. Dipejamkan matanya. Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus. Pingkan sudah tertidur pulas juga.


*


*


bersambung.....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote nya ya bestie 🙏🏻 Dukung terus karya receh mommy yaa...


Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung dan selalu mendukung karya mommy...., 🙏🏻


Dukungan teman-teman sangat berarti buat mommy 🤗


Luv u all 😘🤗❤💞


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2