
Hari berlalu begitu cepat. Demikian juga dengan rencana syukuran di rumah Sisil.
Yang tadinya direncanakan dua minggu lagi tetapi karena beberapa hal jadi dipercepat.
Sisil yang ikut andil dalam menyiapkan segala sesuatu nya terpaksa harus mengambil cuti kerja selama tiga hari.
Dan siang ini Sisil ditemani Pingkan mau ke supermarket yang berada di mal XX.
Sedangkan Pingkan sendiri yang bolos kerja, lebih mementingkan menemani Sisil.
Pingkan menjemput Sisil dan mereka berdua berangkat ke mal XX.
Setelah memasuki area parkiran dan mendapatkan parkir, Pingkan dan Sisil langsung menuju supermarket yang berada di lantai ground.
Pingkan dan Sisil berjalan bergandengan. Sisil sudah menyiapkan daftar barang-barang keperluan apa saja yang harus dibeli.
*
*
Tidak jauh dari sana, dua orang lelaki dengan gerak-gerik mencurigakan mengamati Pingkan dan Sisil dari kejauhan.
Yang satu berbadan tegap dan rambut gondrong, dan satunya lagi berbadan lebih pendek serta botak kepala nya. Keduanya mempunyai tatto di tangan masing-masing.
Tampak yang berbadan tegap sedang menghubungi seseorang.
"Ya... hallo! " seseorang menjawab telpon nya.
"Hallo bos! Kita siap bergerak hari ini bos! " ucap si tegap pada lelaki yang dipanggil bos di hape nya.
"Anak ayam dalam jangkauan... siap diterkam bos! " lanjut si tegap gondrong itu. Mungkin dia adalah pimpinan nya.
"Oke! Jangan sampai gagal! " sahut lelaki yang ada di telpon.
"Siap bos! Kami akan hubungi bos lagi jika sudah berhasil! " ucap si tegap gondrong.
"Kalau gagal, saya gak bayar sisanya! " lanjut lelaki yang ada di telpon.
"Siap bos! " ucap si tegap gondrong.
Kemudian dia mematikan panggilan telepon tersebut. Dan mulai mengatur rencananya.
*
*
Sisil dan Pingkan memasuki area supermarket. Sisil mengambil dorongan trolly.
Mereka berdua sudah disibukkan dengan pilih-memilih barang yang diperlukan.
"Taplak meja perlu gak ya, Ping? " tanya Sisil yang sedang teringat untuk menghias meja.
"Beli aja satu, kalau perlu dipakai kalau gak ya disimpan! " jawab Pingkan kasih masukan.
Sisil memilih taplak meja dengan motif bunga-bunga nuasa warna cream susu. Dimasukkan nya ke dalam trolly.
__ADS_1
"Makan dulu yuukk.... laper gue! Kan tadi siang kita belom makan siang Sil! " ajak Pingkan menarik tangan Sisil ke arah foodcourt.
Di dalam supermarket ini ada tempat khusus untuk makan dan banyak juga makanan yang dijual.
Sisil dan Pingkan memesan makanan dan duduk di meja yang tersedia. Dikarenakan hari biasa jadi keadaan di supermarket ini tidak ramai.
Mereka berdua menyantap makanan yang sudah tersedia dengan lahap. Setelah selesai, mereka berdua melanjutkan mencari barang lagi.
Tak terasa hari sudah mau menjelang sore. Trolly yang didorong Sisil sudah nampak penuh.
"Gue ke toilet dulu yaa... udah gak nahan! " pamit Sisil pada Pingkan sambil berjalan agak cepat.
Pingkan mendorong trolly nya Sisil ke arah foodcourt tempat makan tadi dan duduk menunggu disana.
Sementara Sisil dengan berjalan terburu-buru pergi keluar dari supermarket menuju toilet. Butuh waktu juga kesana karena mal yang lumayan besar jadi tempat nya agak berjauhan.
Akhirnya Sisil merasa lega sudah melepaskan rasa pipisnya yang susah payah ditahannya. Dia mencuci tangannya, kemudian berjalan keluar toilet.
Keadaan sekitar mal yang sepi pengunjung, ditambah jalan ke toilet ini lumayan masuk ke dalam.
"Bugghh...! "
Seseorang mendorong tubuh Sisil, sehingga pertahanan tubuh Sisil goyah dan terhuyung ke depan.
Tiba-tiba ada yang menangkap tubuhnya. Hidung Sisil langsung dibekap dengan saputangan. Semua terjadi dengan tiba-tiba dan cepat.
Sisil masih sempat berontak, meronta-ronta dari orang yang memegang kedua tangannya.
"Lepaskan!! Lepaskan...!! " teriak Sisil memecah kesunyian.
Akhirnya Sisil pun terkulai lemas, pengaruh obat biusnya sudah bekerja.
Anak buah si tegap gondrong ini banyak yang masuk dari arah belakang, tempat parkir.
Toilet ini di belakang nya ada pintu yang terhubung ke tempat parkir mobil.
Anak buah si tegap dan dua orang yang datang tadi masih dalam mood berkelahi. Tapi perkelahian menjadi tidak imbang. Dua orang ini yang bermaksud melindungi Sisil tidak sanggup menghadapi lima orang anak buah si tegap gondrong.
Akhirnya dua orang inipun babak belur dan jatuh terkalahkan. Si tegap gondrong langsung membopong tubuh lemas Sisil keluar lewat jalan belakang.
Di belakang tempat parkiran si botak sudah menunggu di dalam mobil. Sisil diletakkan di jok belakang.
Si tegap duduk di sebelah si botak. Botak yang sudah siap di belakang kemudi langsung menjalankan mobilnya. Diikuti mobil anak buah si tegap di belakang.
*
*
Pingkan masih menunggu di foodcourt supermarket. Dia melihat jam tangan nya.
Rasa gelisah mulai menyergap Pingkan. Masalah nya Sisil pamit ke toilet sudah terlalu lama, hampir sejam.
Diputarnya nomor hape Sisil, tapi tidak ada jawaban. Nada masuk tapi tidak diangkat.
"Aduhh....gimana yaa? " cemas Pingkan dalam hatinya.
__ADS_1
Pingkan mengambil inisiatif untuk menitipkan trolly ke kasir, dan kemudian dia menyusul ke toilet.
Keadaan sekitar toilet sepi. Pingkan melihat dua orang yang babak belur, masih dalam kondisi duduk di bawah. Dihampiri kedua orang itu.
"Pak, kalian lihat teman saya perempuan cantik pake celana panjang jeans dan kemeja putih? " Pingkan bertanya pada kedua orang yang babak belur itu.
"Dia diculik mbak!! " lirih orang yang babak belur tapi sudah mulai berdiri dari tempatnya. Dia membantu temannya yang masih susah untuk berdiri.
"Apa?! " pekik Pingkan kaget.
"Siapa yang culik?! Terus dibawa kemana?! " panik Pingkan dengan celotehnya.
"Kami juga tidak tau mbak. Kami datang telat dan tidak imbang, lawan kami banyak! " sahut pria yang berdiri pertama tadi.
Kedua orang yang babak belur ini duduk di tempat duduk yang ada di lorong toilet. Tampaknya pria yang pertama berdiri menelpon seseorang.
"Maaf bos!! Kami kehilangan target!! Target berhasil diculik!! " ucap pria itu terhadap seseorang yang dipanggil bos.
"Cepat kalian balik! " teriak orang dalam hape itu.
"Siap bos!! "
Mereka berdua langsung berdiri dan pergi balik ke markas.
*
*
Pingkan juga dengan terburu-buru balik ke supermarket. Dia membayar semua barang belanjaan Sisil yang ada dalam trolly.
Kemudian dengan sigap membawa barang-barang belanjaan masuk ke dalam bagasi mobilnya.
Pingkan menyusun barang-barang belanjaan itu dengan rapih dalam bagasinya.
Setelah selesai Pingkan duduk di belakang kemudi. Sebelum menyalakan mobil Pingkan teringat untuk memberi tahu seseorang.
"Kak Johan, Sisil diculik. Tolong Sisil!! " inilah pesan message yang dikirim Pingkan pada seseorang yang menyayangi Sisil. Tanpa terasa matanya sudah berkaca-kaca. Pingkan terisak dalam diam, dia tidak dapat membayangkan bagaimana keadaan Sisil.
"Ya Tuhan....lindungilah sahabatku Sisil! " doa Pingkan dalam hatinya.
Pingkan menyalakan mobilnya dan melajukannya perlahan. Dia berniat membawa pulang belanjaan Sisil ke rumah dia dulu, takut Papa Sisil bertanya jika diantar ke rumah Sisil.
*
*
bersambung.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa komentar, like dan vote nya yaa bestie... 🙏🏻
Terimakasih buat teman-teman yang sudah memberikan dukungannya. Dukungan teman-teman sangat berarti buatku 🤗😘
Maaf jika masih banyak kekurangan dan salah-salah typo yaa bestie 🙏🏻
__ADS_1
Luv u all... 😘🤗💞❤