Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 27. Merasa diikuti


__ADS_3

Sisil sampai di depan rumah Pingkan dengan sedikit terengah-engah.


Sisil sengaja dari rumah menggunakan angkot saja, biar lebih irit. Jadi turun di depan komplek perumahan dan jalan kaki masuk ke dalam.


"Kenapa lu Sil?! " tanya Pingkan heran sambil membukakan pintu pagar.


"Gue jalan kaki dari depan komplek lu Ping.... tapi berasa kaya ada yang ngikutin gue deh! ", Sisil bergidik merinding bulu kuduknya.


" Ihh lu tu yaa.....ini udah mau siang kalee...! " teriak Pingkan sambil tertawa. Dia merasa lucu mendengar Sisil bicara begitu seakan ada penampakan.


"Gue juga tau udah mau siang ne! " ucap Sisil rada kesal. "Gue ngerasa beberapa hari ini ada yang ngikutin gue! "


Sisil dan Pingkan masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.


"Perasaan lu aja kalee....! " sahut Pingkan cuek.


"Lagian siapa yang mau ngikutin lu ne.... emang lu punya musuh? " ucap Pingkan lagi.


Pingkan menyodorkan sebotol aqua dingin ke Sisil. Sisil langsung meminumnya sampai habis. Sehabis minum Sisil merasa lebih nyaman.


"Gak tau gue.... rasanya gue gak punya musuh! " sahut Sisil sambil menopang dagunya.


"Kita jadi ke mall XX? " tanya Pingkan.


"Jadilah! Kalo gak ngapain gue jauh-jauh ke rumah lu! " jawab Sisil rada ketus.


"Jangan kesal-kesal ne.... hahaha.... " Pingkan tertawa melihat Sisil yang rada manyun.


"Oya... gimana kabar bokap lu, Sil?! " tanya Pingkan lagi dengan rasa ingin taunya.


"Mau ngadain syukuran tuh buat si tante! Lu datang yaa dua minggu lagi ne! " jelas Sisil.


"Lu udah restuin? " Pingkan menatap sahabatnya.

__ADS_1


"Dengan keterpaksaan ne.... daripada bokap gue bunuh diri! " Sisil kemudian menceritakan kejadian kemarin di rumahnya.


"Gila juga bokap lu.... udah cintrong sampai gak bisa mikir lagi! " Pingkan geleng-geleng kepala setelah mendengar cerita tentang bokap Sisil.


"Ya gitu deh..... cinta buta ne! " Sisil manyun.


"Semoga aja itu tante memang baik ya ne..! " Pingkan menepuk pundak Sisil.


"Justru gue gak yakin ne..... yah kita liat aja nanti! Kalo kata orang mah.... wait n see..... hahaha.... " Sisil tertawa sumbang. Malas dia menceritakan tentang Papa nya. Pingkan tertawa kecil


"Gue tukar baju dulu bentar....habis itu kita jalan ne... " Pingkan langsung berdiri dan berjalan ke kamarnya.


Setelah beberapa saat, Pingkan keluar dari kamarnya. Mereka berdua bersiap-siap menuju parkiran mobil Pingkan.


"Lu yang bawa mobil deh Sil, gue capek! " Pingkan memberikan kunci mobilnya ke Sisil.


Sisil duduk di belakang kemudi. BI Inah, asisten rumah tangga nya Pingkan sudah menunggu di pintu pagar yang terbuka lebar.


Sisil mengeluarkan mobil dari garasi.


"Iya non Pingkan! " sahut Bi Inah yang menutup pagar.


"Kunci ya Bi...! " teriak Pingkan lagi.


"Sudah non..! " teriak Bi Inah.


Setelah selesai dengan pesan-pesan kepada Bi Inah, Sisil menjalankan mobil perlahan keluar komplek.


Jalanan menuju mal cukup terbilang ramai, tapi belum macet.


Setelah menempuh kurang lebih sejam perjalanan, Sisil memasuki parkiran bawah mal.


Mereka masih mudah mendapat tempat parkir. Pingkan menggandeng Sisil memasuki mal XX.

__ADS_1


"Makan dulu aja yuukk.... laper! " Pingkan langsung menarik tangan Sisil untuk turun ke bawah dimana banyak terdapat restauran dengan berbagai macam makanan.


Mereka berdua mencari apa yang mau dimakan.


Sisil tiba-tiba berhenti. Dan langsung menengok ke belakang. Diperhatikan nya orang-orang yang berjalan, apakah ada yang mencurigakan.


"Lu kenapa Sil? " tanya Pingkan berbisik menghampiri Sisil.


"Gue ngerasa ada yang ngikutin gue lagi Ping! " bisik Sisil pelan.


Pingkan jengah juga melihat Sisil seperti ini. Biasanya Sisil gak seperti ini. Akhirnya Pingkan ikut memperhatikan keadaan sekitar.


Tampaknya ada beberapa laki-laki sedang mengobrol gak jauh dari tempat mereka berdua. Tapi tidak mencurigakan. Rasanya aman saja.


"Ayolah kita jalan lagi.....mungkin perasaan gue aja kalee.... " ucap Sisil menenangkan diri nya sendiri dan mengajak Pingkan jalan.


Sisil merasa tidak enak hati juga terhadap Pingkan. Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri untuk tetap tenang.


Setelah mencari makanan yang cocok dan pengen dimakan, mereka berdua memasuki restauran La Mien yang cukup ramai. Dan memesan makanan.


Tingkah laku Sisil semua gak luput dari perhatian Pingkan. Pingkan sudah memutuskan untuk membertahu seseorang tentang keadaan ini. Tanpa sepengetahuan Sisil, rupanya Pingkan sudah menyetujui untuk mengabari jika ada sesuatu yang aneh terjadi pada Sisil.


*


*


bersambung....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote yaa teman-teman... πŸ™πŸ»


Terimakasih atas dukungan teman-teman yang sudah memberikan komentar, like dan voteπŸ€—

__ADS_1


Dukungan teman-teman sangat berarti buatkuπŸ™ πŸ€—


Luv u all... πŸ˜˜πŸ€—πŸ’ž


__ADS_2