Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 70. Ada pertemuan dan perpisahan


__ADS_3

Sisil yang bermalam di kamar Diana tidak bisa tidur pulas. Dia hanya bolak-balik di kasur gulungan yang dipinjamkan ibu kost.


Akhirnya menjelang subuh Sisil baru bisa pulas. Itupun tak bisa lama karena sudah ada yang nengetuk pintu kamar.


Tok..... Tok..... Tok.....


Diana dan Sisil masih meringkuk di dalam selimut masing-masing. Rasanya malas untuk membuka mata.


Tok..... Tok...... Tok.....


Terdengar suara ketukan pintu yang semakin keras.


"Masih tidur kali! " terdengar suara Tjondro di luar kamar.


Ceklek......


Sisil membuka pintu dan keluar dengan piyama nya dan mata masih mengantuk. Tjondro tersenyum melihat nya.


"Wess tuan putri masih tidur toh! Hahaha...... maaf yoo sudah ganggu! " ujan Tjondro dengan logat Jawa nya yang kental.


"Gapapa Dro! Gua jelang subuh baru bisa pulas! Kenapa Dro?! " terang Sisil dan bertanya pada Tjondro. Lingga sedang merokok di sebrang kamar yang agak jauh dari tempat Sisil.


"Boleh pinjam mobil kamu, Sil? Buat antar teman-teman ke bandara. " tanya Tjondro.


Sisil langsung menganggukkan kepala nya.


"Tunggu bentar! " ucap Sisil langsung masuk ke dalam kamar untuk mengambil kunci mobilnya. Kemudian kembali keluar dan diberikan nya pada Tjondro.


"STNK nya ada di dalam juga ya Dro! " ujar Sisil dengan menguap.


"Oke. Thanks! Lanjut aja tidur dulu. Kita siang kan baru berangkat nya? " tanya Tjondro memastikan.


"Iya, siang Dro. Nanti kita makan siang dulu ya! " sahut Sisil tersenyum.


"Udah pada makan belum ya yang mau pulang? " tanya Sisil menatap ke arah Lingga dan Steven yang sedang ngobrol di sebrang kamar nya.


"Udah kali! " sahut Tjondro cuek.


"Gua panasin mobil dulu ya, Sil! " ucap Tjondro yang kemudian langsung jalan menuju parkiran tanpa menunggu jawaban Sisil.


Sisil melambaikan tangan pada Lingga dan Steven. Yang dibalas oleh mereka berdua.


"Kalian udah pada makan, belum? " tanya Sisil berteriak.


"Sudah dong! " teriak Lingga mengacungkan jempolnya.


"Gua gak ikutan ngantar ya, si Tjondro aja yang antar kalian berempat! " terang Sisil kembali dengan sedikit berteriak.


"Yoi.... gapapa kok! Sampai ketemu lagi dan calling-calling ya, Sil! " teriak Lingga tersenyum.


"Elu juga, ada waktu jangan lupa calling-calling juga ya! Steven, Hindra dan Budi juga ya! " teriak Sisil diikuti dengan tawa nya. Rasanya dia sudah tidak ngantuk lagi ini. Tampaknya di sebrang sudah berkumpul empat teman nya yang mau pulang ke daerah masing-masing. Mereka akan diantar Tjondro dengan mobil Sisil. Lingga, Steven, Hindra dan Budi melambaikan tangan mereka kemudian mengacungkan jempolnya sebagai jawaban untuk Sisil. Mereka menyukai Sisil, tidak hanya cantik dan pintar tapi juga baik hati dan perhatian terhadap teman.


Kemudian mereka berempat memasukkan koper dan bawaan mereka semua ke dalam bagasi mobil. Setelah rapih tersusun, mereka berempat naik ke dalam mobil. Tjondro sudah stanby duduk di belakang kemudi.


Tjondro menjalankan mobil perlahan dan begitu sudah masuk dalam tol dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju bandara.


Setelah memarkir mobil, Tjondro mengantarkan keempat temannya sampai di pintu masuk. Sebelum berpisah, mereka berempat saling bertukar peluk lewat jabatan tangan yang erat terhadap Tjondro, satu per satu bergantian. Begitu dilihat keempat temannya sudah masuk, Tjondro langsung menuju parkiran mobil dan pulang kembali ke tempat kost.


*


Sisil yang sudah terbangun, sejak mobilnya yang dibawa Tjondro pergi, tidak bisa kembali tidur. Walaupun badan terasa capek tapi mata sudah tidak bisa di pejamkan.


Diana yang sebenarnya juga sudah bangun, masih tiduran di atas ranjang nya.


"Udah pada jalan ya, say? " tanya Diana dengan suara masih serak.

__ADS_1


"Udah, say! Lu udah bangun dari tadi juga, say? " Sisil balik bertanya.


"Udahlah. Suara kalian pada teriak-teriak, berisik tau! " sahut Diana dengan menguap. Sisil tertawa.


"Gua udah kagak bisa tidur lagi. Mending gua mandi deh! Gua mandi duluan ya, say! " ucap Sisil sambil beresin kasur gulungnya. Kemudian Sisil langsung mengambil pakaian dalam nya dan keperluan mandinya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Sisil mandi dengan cepat sebab airnya dingin. Setelah selesai Sisil keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang dililitkan di tubuhnya.


Sisil memakai baju yang sudah disiapkannya sebelum mandi tadi.


"Mandi, say! Habis mandi jadi elu bisa beres-beres baju! " suruh Sisil pada Diana yang masih bermalas-malasan di ranjangnya.


"Oke.... oke.... " sahut Diana. Dia bangun dari tidurnya dan duduk di ranjang.


"Tidur rasanya belum cukup! Bisa tidur di pesawat nih gua! " ucap Diana sambil menguap lebar.


"Udah sana mandi! Dijamin rasa ngantuk hilang! " suruh Sisil lagi pada temannya ini.


"Iyee..... gua mandi nih! " sahut Diana sambil bawa handuk masuk ke kamar mandi.


Byuurr..... byuurr.....


Terdengar suara air yang di buang agak kencang. Gak pake lama, akhirnya pintu kamar mandi terbuka.


Ceklek....


Diana keluar hanya melilitkan handuk di badan nya dengan sedikit menggigil.


"Bbrrrr..... bbrrr...... Gila ini air udah kaya es aja! " ucap Diana dengan bibir gemetaran. Sisil mematikan AC dulu, takut Diana masuk angin.


"Elu kaga bilang-bilang kalau airnya sedingin es! " dumel Diana.


"Kan gua udah bilang kalau mandi ngantuk nya hilang! Hahaha..... " tawa Sisil pecah.


"Dasar lu! " rutuk Diana memonyongkan bibirnya.


Diana tidak membalas ledekan Sisil. Dia buru-buru memakai baju kaos dan hotpant nya. Setelah selesai dia langsung membereskan baju-baju nya masuk dalam koper besarnya.


"Lu naik pesawat pake hotpant gitu, say? Gak dingin? " tanya Sisil.


"Iya, gak dingin kok! Masih lebih dingin air mandi tadi, say! " sahut Diana yang lagi melipat baju-baju kotornya.


"Ntar kita bertiga berangkat siang aja, gua mau ajak kalian berdua makan dulu. Setuju gak?! " tanya Sisil melihat Diana.


"Setuju, pakai banget, Sil! " sahut Diana cepat.


"Lu kalau makan aja, nomor satu dah! " tukas Sisil kembali tertawa.


"Mumpung gretong, say! " ucap Diana seraya tertawa. Sisil pun ikut tertawa.


"Udah pada siap ya? " tanya Tjondro yang tiba-tiba nongol di kamar Diana. Diana dan Sisil sempat terkaget.


"Lu tuh ya! Datang ngagetin aja! " rutuk Diana.


"Masa sih? Gitu aja kaget! " Tjondro ketawa melihat Diana yang cemberut.


"Ayo, tas koper lu kalau udah siap langsung aja taro mobil, say! " titah Sisil pada Diana.


Diana mendorong koper nya menuju mobil Sisil berada. Ternyata Tjondro udah lebih dulu meletakkan tas kopernya.


"Udah mau jalan sekarang, Sil? " tanya Tjondro. Sisil melihat jam tangan nya.


"Bolehlah. Yuk kita berangkat, sebab ke restauran yang mau gua ajak itu kisaran sejaman deh. Habis makan langsung airport. Jadi periksa dulu kamar kalian, ada yang ketinggalan atau tidak! " ucap Sisil panjang lebar.


Tjondro kembali memeriksa kamarnya, apakah ada barang yang ketinggalan atau tidak. Ternyata charger hape yang ketinggalan.

__ADS_1


Diana juga memeriksa kamarnya, takut ada yang ketinggalan. Tapi ternyata tidak ada.


Mereka bertiga masuk dalam mobil Sisil. Masih Tjondro yang duduk di belakang kemudi.


"Sudah gak ada yang ketinggalan lagi ya? " teriak Sisil mengingatkan.


"Bayangan gua, Sil! ":jawab Diana diikuti ketawa khasnya. Sisil tersenyum.


Tjondro mulai melajukan mobilnya dengan perlahan hingga di jalan raya baru dengan kecepatan sedang menuju restauran yang sudah di booking Sisil.


Karena ini hari libur dan belum terlalu siang maka jalanan tidak macet.


Mereka tiba di depan restauran dan Tjondro memarkir mobil tidak jauh dari restauran. Mereka masuk ke dalam restauran seafood tersebut dan duduk di meja yang sudah disediakan untuk mereka.


Sisil memesan menu makanan seafood dan dua macam cah sayur beserta nasi putih untuk empat orang. Biar kalau ada yang mau nambah jadi tinggal sendok langsung.


Karena belum begitu ramai, pesanan mereka siap dengan cepat. Dua orang pelayan menghidangkan di atas meja. Begitu selesai mereka bertiga langsung pada makan.


"Ayo makan yang banyak, Na.... Dro! Kalau nasi nya kurang atau lauknya kurang, pesan lagi aja! " ucap Sisil sedikit keras sebab ruangan agak bising.


"Siap, Sil! " jawab Tjondro yang mulutnya sudah penuh makanan. Sisil senang dengan Tjondro dan Diana, mereka berdua tanpa sungkan makan. Ada orang yang suka pura-pura jaim kalau ada di depan orang yang baru dikenal.


Setelah selesai makan dan bersih-bersih, Sisil membayar biaya makan di kasir. Tjondro dan Diana langsung menuju parkiran mobil.


Sambil menunggu proses pembayaran dan uang kembali, Sisil mengedarkan pandangannya pada suasana restauran yang sudah penuh alias ramai.


Pandangan nya jatuh pada seorang lelaki yang sedang makan berduaan dengan seorang gadis cantik.


Pelayan sedikit mengangetkan Sisil. Sisil dengan sigap mengambil struk dan uang kembaliannya, lalu langsung menuju parkiran mobil dimana Tjondro dan Diana sudah menunggu nya.


Setelah Sisil masuk dan duduk di sebelah kemudi, mobil kembali dilajukan Tjondro perlahan hingga masuk tol baru ditambah kecepatan nya.


Mobil di parkir Tjondro di tempat parkir. Mereka bertiga berjalan ke pintu masuk dan tibalah saatnya untuk berpisah.


"Calling-calling ya, Sil! " ucap Diana sambil ber cipika-cipiki.


'Makasih banyak ya, Sil! Jangan lupa calling-calling! " Tjondro juga cipika-cipiki.


"Kalian juga ya, ada waktu jangan lupa calling-calling! " sahut Sisil dengan terharu.


Walaupun mereka bersama cuma sebulan tapi rasanya sudah lama banget. Sisil melambaikan tangan pada Tjondro dan Diana yang sudah masuk ke dalam. Setelah melihat mereka tidak ada, Sisil pun balik ke tempat parkiran mobil.


Sisil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang pulang ke tempat kost nya.


Begitu sampai di tempat kost, dia langsung membawa tas nya yang berisi baju-baju kotor dan peralatan make-up dan mengunci pintu mobilnya.


Sisil meletakkan baju kotor di depan kamarnya di dalam ember yang khusus untuk baju kotor, karena setiap pagi akan diambil mbak Yunti untuk dicuci.


Sisil langsung menukar bajunya dan merebahkan tubuhnya yang terasa lelah dan mengantuk. Gak ada hitungan menit, Sisil langsung tertidur.


*


*


bersambung.....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar membangunnya, like dan vote ya bestie 🙏🏻


Dukung terus karya mommy ya...


Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung dan yang selalu mendukung..... dukungan kalian sangat berarti buat mommy 🤗


Luv u all 😘🤗❤💞

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2