Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Episode 6


__ADS_3

__ADS_1


Sayup terdengar melodi indah pagi hari begitu dengan ditemani sang fajar. Tak terlihat sang rembulan kini hari pun telah pagi. Bagaimana bisa aku telat padahal ini sudah jam 8 pagi aku jadi tak sempat sarapan dan kini aku harus kuliah, untung saja Andrean mau memberikan tumpangan mobil. Aku gak tahu kenapa hidup di negeri orang itu susah mungkin anggapan kalau lebih baik hidup di negeri sendiri dari pada di negeri orang lain, tetapi cita-cita ku yang ingin jadi arsitek malah membawa ku untuk berkuliah di Malaysia.

__ADS_1


Sudah hampir 2 Tahun aku tinggal di Malaysia, aku sudah hafal bagaimana hidup di sini ya walaupun segala sesuatu tidak seperti yang di bayangkan. Akupun berkuliah atas beasiswa yang di berikan oleh pamanku awalnya aku bekerja di kantornya tetapi aku mendapatkan hadiah untuk melanjutkan kuliah S2 aku sangat bangga dan aku berjanji akan menuntaskan pendidikanku oleh sebab itu selama aku sekolah di Indonesia aku juga sering mendapatkan nilai terbaik ya bisa di bilang aku selalu menjadi juara kelas bahkan juara umum di kotaku.

__ADS_1


Hari itu cuacanya sangat cerah, udara juga sangat sejuk. Meskipun cerah tetapi pakaian ku apa akan kering karna kelihatannya akan hujan, dan mulailah awan hitam seperti akan memberikan siulan di keheningan siang. Sementara tadi bak terik terang dan membuat aku jadi bau matahari. Maklum baru pulang kuliah belum sempat ganti baju dan mandi aku malah keteteran dengan banyaknya baju yang belum aku angkat di jemuran dekat balkon kostan ku. Kalau saja punya istri pasti ada yang mencucikan pakaian, membuatkan aku makanan dan memberikan aku vitamin kasih sayang. Aku baru pulang belum mandi, malah Andrean datang ke kamarku dia bilang dia ingin mengenalkan saudaranya padaku. Padahal aku masih bau matahari rambutku acak-acakan belum lagi pakaianku. Haduh pertemuan dan perkenalan pertama dengan cara aneh, aku belum siap tapi kenapa harus seperti ini. Terlebih aku tahu bahwa Andrean juga berniat baik dia memang seperti saudara bagiku, meski terkadang dia selalu menjengkelkan aku, tetapi dia selalu perduli akan diriku. Entah kenapa seorang gadis muncul di hadapanku dia sangat baik dan juga sangat imut namanya Masha dia masih saudara sepupu dari Andrean, entah kenapa dadaku jadi berdegup kencang dan aku juga merasa seperti melihat bidadari. Dengan penuh kalem dan berusaha jaga image aku pun berkenalan dengan Masha, dia sangat cantik dan sopan di tambah dengan hijab yang dikenakannya dengan gamis manis dia sangat anggun bagiku. Aku seperti melihat bidadari karna takjub melihat Masha aku sampai bengong dan tak bisa fokus, sampai tangan Masha aduh aku sulit menceritakannya.

__ADS_1


__ADS_2