
Begitulah rutinitas kehidupan yang dijalani Sisil setiap harinya. Dari tempat kost ke kantor nya, balik lagi sore ke tempat kost.
Jadi sehari-harinya Sisil lebih banyak di kantor. Hanya hari libur, sabtu dan minggu yang bisa digunakan untuk bersantai atau ketemu teman-teman nya.
Seperti pagi ini, Sisil sudah sampai di kantor nya. Biasanya dia akan menunggu valas keluar untuk memberitahu pak Lucky.
Rutinitas di kantor dijalani Sisil dengan hati yang gembira. Walaupun sibuk atau banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, Sisil tetap semangat.
Apalagi sejak mengenal Pak Lucky, rutinitas Sisil menjadi lebih berwarna.
Bisa dibilang Pak Lucky ini adalah nasabah yang manja. Yang semuanya harus Sisil yang handle.
Pernah mau transaksi valas, Sisil pula yang harus jemput ke kantor nya Pak Lucky. Dan Pak Lucky langsung mengirim sopirnya untuk menjemput dan mengantarkan Sisil lagi.
Setiap Pak Lucky pulang dari luar negri, Sisil pasti dibawakan hadiah. Dan itu akan diberikan pada Sisil jika Sisil berkunjung ke kantornya. Semua dilakukan Pak Lucky sesuai permintaan Sisil, karena Sisil tidak mau menyolok dengan perhatian Pak Lucky. Apalagi Sisil orang baru, nanti malah jadi omongan yang tidak enak di dengar.
Jika Sisil ke kantor Pak Lucky, tidak segan-segan juga Pak Lucky mengajari Sisil membuka Bloomberg atau hal-hal lain yang Sisil tidak tahu.
Pak Lucky ini orangnya pintar, tidak suka bertele-tele jika bicara dan selalu terbuka. Itu yang Sisil sukai.
Dan hari ini Sisil diajak untuk pergi makan siang tapi Sisil gak bisa karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Sisil pergi makan hanya dengan Maria saja, itupun sudah telat sekali. Jam istirahat sudah lewat. Untung nya Maria juga sibuk hari ini, jadi bisa makan berbarengan.
Baru makan setengah jalan, ponselnya Sisil bunyi. Sisil mengangkatnya.
"Sil, ada Pak Lucky ini nungguin kamu ya! " ucap Septi, teman sesama marketing.
"Oke Sep, makasih. Sebentar saya balik! " sahut Sisil yang kemudian langsung mematikan ponselnya.
"Mar, gua balik duluan ya! Lu makan sendiri gapapa ya?! Ada Pak Lucky datang! " ujar Sisil pada Maria. Gak enak hati dia untuk ninggalin Maria.
"Iya, Sil. Gapapa kok! " sahut Maria tersenyum.
Sisil buru-buru berjalan masuk ke kantor nya. Dilihatnya dari jauh Pak Yudi sedang ngobrol sama Rica, marketing juga.
Sisil menghampiri mejanya, dimana Pak Lucky duduk di depannya dengan santai sambil membaca buku.
"Maaf Pak, udah lama ya nunggu nya? " tanya Sisil pada Pak Lucky dengan tersenyum.
__ADS_1
"Gak juga! Saya selesai makan langsung kesini! " jawab Pak Lucky sambil menyimpan bukunya ke dalam tas nya. Kemudian Pak Lucky juga mengeluarkan uang dollar segepok untuk dihitung dan disetor ke rekening valasnya.
Sisil langsung membuat slip penyetoran valas dan pergi ke bagian valas untuk menghitung dan menyetor nya.
Kemudian Sisil balik lagi ke mejanya dan menyerahkan bukti setoran kepada Pak Lucky.
"Oke, Sisil! Makasih banyak ya! Saya pamit dulu! " ucap Pak Lucky dengan langsung berdiri dan berjalan keluar ruangan marketing, diikuti adiknya Pak Yudi berjalan di belakang nya.
Sekelebat Sisil melihat Pak Lucky berpapasan dengan Pak Abdul, mereka bertiga ngobrol sebentar. Kemudian Pak Lucky dan Pak Yudi masuk lift kantor.
"Cuma mau setor aja harus sama lu, Sil! " ledek Rica dari tempat duduknya.
"Mana mau dia di handle sama yang lain! Udah kebaca! " ucap Septi menimpali omongan Rica.
Sedangkan Sisil yang diledekin sama teman-teman marketing cuma tersenyum saja menanggapinya.
Sejak Pak Lucky menjadi aktif kembali rekening nya dan mau nya hanya dengan Sisil, tidak masalah untuk Sisil. Yang penting perusahaan bisa untung dengan kedekatan Sisil dan Pak Lucky. Karena kemarin ini Pak Lucky sudah memindahkan dana nya ke bank lain. Inilah penyebab nya Pak Abdul memberikan pada Sisil untuk menghandle nya.
Sejak kepulangan Sisil dari training hingga sekarang sudah mau dua bulan, jadi totalnya jika dihitung dengan training dan belajar di dalam sudah empat bulan Sisil bekerja di tempat baru ini.
Dan selama dua bulan sehabis training itu, semua gerak dan gerik Sisil selalu di pantau Pak Harry lewat CCTV nya.
Semuanya tak luput dari pantauan Pak Harry. Hal ini membuat Pak Harry cemburu.
Ada apakah dengan Pak Harry? Mengapa cemburu? Ternyata secara diam-diam Pak Harry yang mata keranjang itu menyukai Sisil.
Seperti kejadian tadi dengan kedatangan Pak Lucky ke ruangan Sisil, semua dalam pantauan Pak Harry.
Dia cemburu pada Pak Lucky yang sangat dekat dengan Sisil.
"Nasabah manja! " rutuk Pak Harry pelan ketika melihat di layar monitor ada Pak Lucky.
Itulah yang dirasakan Pak Harry, sedangkan Sisil hanya menjalankan tugasnya sebagai marketing.
Sisil pun tidak menyadari kalau Pak Harry menyukai dirinya. Yang hanya Sisil tahu, dia merasa tak nyaman jika berada dekat dengan Pak Harry.
Hari ini kembali Pak Abdul memberi tugas untuk ke ruangan Pak Harry dengan membawa berkas yang harus di tanda tangani. Entah di sengaja atau tidak, tugas untuk minta tanda tangan menjadi tugas Sisil untuk meminta langsung ke Pak Harry.
Sisil menaiki tangga menuju lantai dua dan ternyata di ruangan Pak Harry sedang kedatangan tamu.
__ADS_1
Jadi Sisil menitipkan berkas-berkas nya pada sekretaris nya, Rina.
"Untung ada tamu jadi bisa dititip! " gumam Sisil dalam hatinya yang merasa lega.
Sisil kembali ke ruangan nya dan melapor pada Pak Abdul.
"Berkas belum bisa di tanda tangani Pak, ada tamu Pak Harry nya. " terang Sisil pada Pak Abdul.
"Oke, gapapa. Besok aja, Sil! " jawab Pa Abdul seraya mengucapkan terimakasih juga pada Sisil.
Sisil kembali duduk dan melanjutkan pekerjaan nya. Dia lagi memfollow-up data nasabah yang sudah tidak aktif. Dikumpulkan menjadi satu, beserta nomor telpon dan alamat nya.
Sore tiba, jam kantor tanda usai berbunyi. Sisil bersiap-siap, dirapihkan mejanya yang berantakan. Dimasukkan dalam lacinya.
Setelah beres-beres selesai, Sisil kembali membooking taxi online. Dalam sepuluh menit taxi online tersebut tiba di lobby kantor Sisil.
Sisil masuk dan duduk dalam taxi online yang siap meluncur ke tempat yang dituju.
Sisil tiba di tempat kost nya. Dia langsung masuk kamar dan merebahkan badan nya di atas ranjang. Badannya terasa lelah dan pegal.
Sisil terlelap dalam mimpinya tanpa mengganti baju kantor nya. Dengkuran halus terdengar.
*
*
bersambung.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa komentar membangun, like dan vote nya ya bestie....
Dukung terus karya mommy...
Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung dan yang selalu mendukung mommy......dukungan kalian sangat berarti buat mommy🤗
Luv u all 😘🤗❤💞
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1