Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang
Bab 58. Bersama Bu Wiwid


__ADS_3

Setelah Bu Wiwid mengorder pesanan, pelayan tersebut langsung berjalan ke dapur restauran.


Sambil menunggu makanan datang, mereka tampak berbincang-bincang.


"Sisil berapa bersaudara? " tanya Bu Wiwid.


"Saya cuma sendiri, Tan. Gak punya saudara. " jawab Sisil.


"Ohh... anak tunggal! Enak dong.... pasti dimanja! " sahut Bu Wiwid langsung tersenyum ramah.


"Ahh... gak juga Tante! " ucap Sisil tersenyum.


"Sisil gak manja, Tante! Dia tulang punggung keluarga! " celetuk Pingkan.


"Oh ya? Tapi Tante kurang paham, maksudnya tulang punggung tuh gimana ya? Kan Sisil cuma sendiri gak ada saudara lainnya. " ucap Bu Wiwid dalam kebingungan dengan perkataan Pingkan.


"Maksudnya Sisil memang anak tunggal tapi semua kehidupan Papa nya dan rumah tangga Papa nya semua Sisil yang tanggung, Tante! " jelas Pingkan tanpa sungkan.


"Oohh.....hebat kamu, Sil! " ucap Bu Wiwid dengan tatapan kagum.


"Ahh biasa saja, Tante. Kan Papa saya sudah tua, jadi ya tugas anaknya buat bahagiain orang tua. Lagipula hanya tinggal Papa, Mama udah gak ada. " lanjut Sisil merendah dan sekaligus menjelaskan.


"Kagum saya, Sil! Andai orang-orang muda lainnya punya pikiran seperti kamu! " sahut Bu Wiwid dengan tatapan kagum.


"Tapi Papa nya gak nyadar diri, Tan! Malah me....."


" Sudahlah Ping, gak usah diomongin disini! "tukas Sisil tegas yang langsung memotong ucapan Pingkan.


Pingkan langsung terdiam. Dia terlalu bernafsu untuk cerita karena kesal juga dengan Papa nya Sisil yang sekarang jadi pro ke istrinya alias mama tiri Sisil.


Sedangkan Sisil sendiri tidak ingin membahas hal tentang Papa nya. Biar bagaimana Papa sudah salah jalan, tetap itu Papa nya. Gak ada yang bisa berubah.


Bu Wiwid menyadari jika Sisil tidak mau Pingkan terlalu bercerita tentang Papa nya.


"Kalau kamu gimana, Ping? Berapa bersaudara? " tanya Bu Wiwid untuk mengalihkan pembicaraan yang mendadak jadi kaku.


"Saya, Tan? " tunjuk Pingkan para dirinya sendiri.


Bu Wiwid menganggukkan kepalanya.


"Saya anak kedua dari dua bersaudara, Tan! " sahut Pingkan tersenyum.


"Ohh.... bagus dong! Anak Tante juga dua orang! " ucap Bu Wiwid tersenyum.


"KB ya Tan? " canda Sisil pada Bu Wiwid.

__ADS_1


"Pengen sih punya anak lagi waktu dulu tapi gak dikasih lagi. Jadi yah besarin aja yang udah dititip sama kita! " ujar Bu Wiwid tersenyum lebar.


"Terus yang paling gede udah married, Ping? " tanya Bu Wiwid yang penasaran.


"Ohh abang saya? Belum, Tan. Belum married. Belum ketemu jodohnya. Tapi gak tinggal sama Papa n Mama, Tan. Udah merantau, Tan! " terang Pingkan tentang abangnya yang merantau ke negri orang.


"Wihh... mandiri ya. Keren! " Bu Wiwid mengacungkan jempolnya.


"Kalau anak Tante sudah ada yang married? " tanya Pingkan hati-hati.


"Belum. Yang paling besar perempuan, menetap di Canada. Yang kedua, cowok. Ada di Jakarta. keduanya belum menikah. Kapan-kapan nanti Tante kenalin yah! " ucap Bu Wiwid semangat.


"Ohh baik, Tan! " sahut Pingkan tersenyum manis.


Tampaknya dua orang pelayan datang menghampiri. Pelayan pertama memegang makanan dengan nampan dan pelayan yang satunya lagi seraya menghidangkannya di atas meja. Dan ada pelayan yang ketiga datang khusus membawa nasi putih dan minuman.


Semua sudah selesai dihidangkan di atas meja. Bu Wiwid mempersilakan Sisil dan Pingkan makan.


Mereka bertiga menyantap makanan yang sudah dipesan dan dihidangkan di atas meja.


"Bagaimana.....enak kan sop buntut nya? " tanya Bu Wiwid di tengah-tengah makannya.


"Enak, Tan! " sahut Sisil dan Pingkan berbarengan yang membuat Bu Wiwid tertawa senang.


"Oh boleh Tante, dengan senang hati! " sahut Sisil tersenyum dan langsung menghentikan suapannya.


Kemudian Sisil menyebutkan nomer ponselnya dan sekaligus nomer ponsel Pingkan. Bu Wiwid langsung memasukkannya ke dalam ponselnya.


"Itu keduanya bisa WA juga ya Tan! " ujar Sisil menambahkan.


Bu Wiwid menganggukkan kepalanya. Terus Bu Wiwid langsung mencoba panggilan ke kedua nomor tersebut.


"Itu nomor ponsel Tante ya! " ucap Bu Wiwid tersenyum.


"Nanti kalau Tante undang ke rumah, kalian datang ya! " lanjut Bu Wiwid lagi.


"Iya, Tante. Makasih! " sahut Sisil tersenyum.


"Makasih Tante! " ucap Pingkan yang terlihat sudah membersihkan mulutnya.


Sisil dan Bu Wiwid pun tampak sudah selesai makan. Mereka membersihkan mulut mereka dengan tissue yang diberikan pihak restauran.


"Kalian mau tambah dessert? Tante mau pesan es cincau, kalian mau? " tanya Bu Wiwid langsung ke point nya.


"Bolehlah, Tan! " sahut Pingkan. Diikuti dengan Sisil yang menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Bu Wiwid memesan tiga es cincau kepada pelayan.


Tak lama kemudian seorang pelayan dengan membawa nampan berisi es cincau datang dan menghidangkannya di atas meja.


Mereka menikmati es cincau dengan berbincang dan sedikit bersenda gurau bersama.


Setelah selesai, Bu Wiwid membayar semua tagihan makanannya dan mohon pamit pada Sisil dan Pingkan.


"Tante pulang dulu ya! Lain waktu kita janjian lagi ya! " ucap Bu Wiwid ramah dengan senyum menghias di wajahnya yang masih cantik.


"Makasih banyak Tante! " Sisil kembali mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Bu Wiwid menyambut uluran tangan Sisil, menjabat tangannya dan tak lupa cipika-cipiki di kedua pipi Sisil.


Demikian juga Pingkan menjabat tangan Bu Wiwid dan tak lupa cipika-cipiki juga di kedua pipi Pingkan.


Sikap keramahan dan kebaikan Bu Wiwid nampak jelas dengan perlakuannya pada Sisil dan Pingkan.


Sisil dan Pingkan melambaikan tangannya mengiringi kepergian Bu Wiwid.


"Baik sekali ya orangnya dan tidak sombong! " celetuk Pingkan dan Sisil mengiyakan.


Jaman sekarang jarang-jarang orang kaya tapi baik hati dan tidak sombong. Kebanyakan begitu punya uang sedikit lagaknya udah selangit atau yang parah sudah miskin tapi berlagak jadi orang kaya. Wkwkwkwk......


Sisil dan Pingkan pun melanjutkan acara belanjanya. Mereka berdua mengambil trolly dan keranjang yang dititipkan pada kasir.


*


*


bersambung.....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa komentar, like dan vote nya ya bestie 🙏🏻


Dukung terus karya receh mommy yaa🤗


Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung dan yang selalu mendukung karya mommy 🙏🏻🤗


Dukungan kalian sangat berarti buat mommy 🤗.


Luv u all 😘🤗❤💞


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2